Emas Sentuh US$5.000 untuk Pertama Kali — Tiga Risiko di Balik Kepanikan
Harga emas untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus US$5.000 per ons. Harga emas naik lebih dari US$650 hanya di bulan Januari. Kenaikan 8,5% pada pekan lalu mencatat lonjakan mingguan terbesar sepanjang sejarah dalam hitungan dollar. Ini juga jadi kenaikan persentase terbesar sejak kepanikan pandemi Covid pada Maret 2020. Harga perak pun menembus US$100 per ons, naik 44% sepanjang tahun ini.
Pergerakan menuju aset aman terjadi karena pasar menghadapi tiga ancaman sekaligus: eskalasi tarif antara AS, Kanada, dan Cina; potensi intervensi yen; serta meningkatnya kemungkinan shutdown pemerintah AS.
Reli Emas Mencerminkan Kepercayaan yang Mulai Luntur
Strategist TD Securities, Daniel Ghali mengungkap kepada Wall Street Journal bahwa reli emas berkaitan dengan keraguan pada kepercayaan terhadap sistem keuangan global. Kepercayaan memang terguncang, tapi belum putus, terang dia. Ia menambahkan, jika kepercayaan itu benar-benar putus, momentum naiknya harga emas bisa bertahan jauh lebih lama lagi.
Ada banyak faktor yang mendorong lonjakan emas. Dolar melemah di tengah intervensi Trump di Venezuela, tekanan pada Ketua The Fed Jerome Powell, dan ancaman tarif terkait Greenland. Pemangkasan suku bunga The Fed telah menurunkan imbal hasil obligasi negara dan dana pasar uang, sehingga biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah.
Cina sudah membeli emas selama 14 bulan berturut-turut, sementara bank sentral Polandia baru-baru ini menyetujui pembelian besar. Rasio P/E yang disesuaikan secara siklus menunjukkan valuasi saham kini ada di level tertinggi sejak bubble dot-com tahun 2000. Investor pun beralih ke aset alternatif.
Tiga Risiko yang Diperhatikan Pasar
Selain perburuan emas, ada tiga pemicu khusus yang membuat investor was-was dalam pekan ini.
Benturan Tarif antara AS, Kanada, dan Cina
Presiden Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% ke Kanada jika negara itu tetap melanjutkan kesepakatan dagang bebas dengan Cina. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, langsung membantah dan menegaskan tidak ada rencana FTA dengan Cina.
“Dalam perjanjian dagang bebas dengan AS dan Meksiko, ada komitmen untuk tidak membuat kesepakatan dagang bebas dengan ekonomi nonpasar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” ujar Carney. “Kami tidak berniat melakukan itu dengan Cina atau negara ekonomi nonpasar lainnya.”
Hal yang Kanada lakukan hanyalah membuat perjanjian terbatas untuk merespon tarif balasan dari Cina. Pada tahun 2024, Kanada meniru kebijakan AS dengan menerapkan tarif 100% pada kendaraan listrik asal Cina dan 25% pada baja serta aluminium. Cina membalas dengan tarif 100% pada minyak canola Kanada, serta 25% pada daging babi dan makanan laut asal Kanada. Kini, Kanada sudah menurunkan tarif kendaraan listriknya menjadi 6,1% dengan kuota tahunan 49.000 unit—sekitar 3% dari total penjualan mobil di Kanada.
Masalahnya, Trump menyebut ini “salah satu kesepakatan terburuk sepanjang sejarah” dan terus menekan sepanjang akhir pekan. Menteri Keuangan Scott Bessent tampil di ABC dan menyampaikan, “Kita tidak bisa membiarkan Kanada jadi pintu masuk produk murah Cina ke AS.”
Trump juga mengejek Kanada di media sosial dengan menulis, “Cina kini benar-benar dan sepenuhnya mengambil alih negara Kanada yang dulunya besar. Sedih sekali melihatnya. Saya hanya harap mereka tidak menyentuh hoki es!” Pasar khawatir akan ada perlawanan bersama Kanada dan Cina pada hari Senin.
Ancaman Intervensi Yen
Yen menguat 0,7% ke 154,58 per dolar. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memperingatkan soal aksi menghadapi “pergerakan tidak wajar,” dan muncul kabar bahwa Federal Reserve Bank of New York menghubungi lembaga keuangan untuk mencari tahu nilai tukar yen. Pasar menilai ini isyarat bahwa AS bisa membantu Jepang melakukan intervensi di pasar valuta asing.
Matt Maley, chief market strategist di Miller Tabak, membagikan kepada Bloomberg bahwa sebagian besar upaya menopang yen pada akhirnya malah mendorong kenaikan suku bunga jangka panjang, sehingga kebijakan Jepang jadi serba sulit tanpa solusi yang jelas.
Yen merupakan mata uang utama pendanaan carry trade. Intervensi sungguhan bisa memicu unwinding posisi carry trade yen, sehingga volatilitas di berbagai aset berisiko bisa makin membesar.
Peluang Shutdown Pemerintah AS Meningkat
Kesepakatan anggaran yang berlaku hingga 31 Januari kembali menemui masalah. Pasar prediksi Kalshi menunjukkan peluang shutdown melonjak sampai 78,5%. Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, sudah mengumumkan bahwa Demokrat menolak mendukung rancangan anggaran Department of Homeland Security usai dua penembakan maut oleh agen Immigration and Customs Enforcement di Minnesota.
Enam dari dua belas rancangan pengeluaran tahunan sudah diteken jadi undang-undang, tapi Partai Republik masih butuh dukungan Demokrat untuk mengesahkan sisa enam lainnya sebelum tenggat Jumat. Senator Patty Murray, Demokrat teratas di Komite Anggaran yang sebelumnya mendorong rekan-rekannya mendukung RUU itu, kini berubah sikap dengan mengatakan “agen federal tidak boleh membunuh orang di siang bolong tanpa konsekuensi apa pun.”
Tidak seperti shutdown 43 hari pada Oktober lalu, beberapa departemen kini sudah mendapat pendanaan untuk satu tahun penuh—termasuk Departemen Kehakiman, Perdagangan, Dalam Negeri, dan Pertanian—sehingga shutdown total sepertinya tidak akan terjadi. tetap saja, sejumlah operasi pemerintah lain bakal terganggu dan Senat belum dijadwalkan kembali hingga Selasa karena badai salju.
Peristiwa Penting Minggu Ini dan Implikasinya
Keputusan FOMC The Fed sudah dijadwalkan pada 29 Januari. Diperkirakan tidak ada perubahan suku bunga, tapi Trump terus mendesak pemangkasan suku bunga. Pengumuman bahwa dirinya akan segera menunjuk pengganti Powell menambah satu lapisan ketidakpastian baru. Anggaran AS akan habis 31 Januari, sementara Jepang punya pemilu pada 8 Februari. Di sisi lain, laporan kinerja raksasa teknologi seperti Microsoft dan Tesla juga keluar pekan ini.
Lonjakan volume perdagangan Bitcoin sepanjang akhir pekan menandakan investor sudah masuk mode panik. Tiga tekanan besar sudah terjadi bahkan sebelum pasar AS dibuka, sementara ancaman tarif dari Trump kembali mengguncang pasar. Jika pola lama terulang, sentimen pasar yang buruk bisa memicu TACO (Tariff Announcement Cancelled/Overruled), namun volatilitas sulit dihindari setidaknya sampai saat itu tiba.
Rekor tertinggi emas dan perak mengirim sinyal jelas: pasar sedang mencari tempat yang aman.
Bisakah RAIN Token Capai All-Time High Baru Pekan Ini?
Harga RAIN telah reli hampir 40% dalam 30 hari terakhir dan struktur breakout-nya masih terjaga. Saat ini harganya diperdagangkan sedikit di bawah US$0,0104, tapi level tersebut bukan lagi yang utama untuk diperhatikan.
Struktur breakout yang masih aktif mengarah pada proyeksi rekor harga tertinggi baru di atas US$0,0110, lebih dari 10% lebih tinggi dari level saat ini. Walaupun peluang kenaikan masih terbuka, momentum yang mulai memudar mengindikasikan seller bisa kembali saat optimisme mencapai puncak.
All-Time High Baru adalah Target Utama, dan Penjual Masih Menunggu
Struktur inverse head-and-shoulders yang sedang berlangsung memproyeksikan harga rekor baru di atas 10% dari harga saat ini, di sekitar zona US$0,0110. Level proyeksi itulah yang menjadi fokus trader sekarang, bukan puncak sebelumnya. Konsolidasi saat ini bukan tentang ambil untung di harga lama, melainkan apakah RAIN bisa melanjutkan ekspansinya ke tahap selanjutnya.
Struktur Breakout RAIN | Sumber: TradingView
Ingin dapat insight token seperti ini? Langganan Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.
Perilaku on-chain juga mendukung pandangan ini. Aktivitas spent coins age band, yang memantau berapa banyak token dari semua usia holding yang dipindahkan on-chain dan sering kali menandakan penjualan atau ambil untung, selama beberapa hari terakhir turun drastis. Sejak 22 Januari, aktivitas spent coins turun dari sekitar 104,8 juta ke 25,4 juta, turun hampir 76% hanya dalam tiga hari.
Aktivitas Coin Anjlok | Sumber: Santiment
Penurunan tajam ini berarti para holder tidak memindahkan token meski harga naik, menunjukkan perilaku positif jangka pendek. Hal ini menandakan adanya penahanan, bukan distribusi. Peserta pasar nampak sedang menunggu upaya rekor harga tertinggi sebelum bergerak. Singkatnya, seller saat ini menepi, memberi ruang untuk jalur breakout ke US$0,0110 tetap terbuka. Tapi, fase tenang inilah tempat risiko mulai meningkat.
Mengapa Penjual Bisa Kembali di Dekat ATH yang Diproyeksikan
Peringatan pertama datang dari struktur yang terbentuk di bawah breakout awal.
Sejak awal Januari, saat RAIN terus naik, mulai terbentuk pola inverse head-and-shoulders sekunder. Tidak seperti struktur breakout sebelumnya, kali ini neckline-nya menanjak tajam dan bahu kanan lebih besar dari kepala. Bentuk ini membuat peluang kelanjutan kenaikan jadi lebih sulit. Potensi kenaikannya pun relatif terbatas, sekitar 13–14%, dan butuh momentum yang kuat untuk berhasil.
Momentum jangka panjang belum mengonfirmasi kekuatan tersebut.
Antara 6 Januari sampai 22 Januari, harga RAIN membuat higher high, tapi Relative Strength Index (RSI) membentuk lower high. RSI mengukur momentum harga dengan membandingkan kenaikan dan penurunan terkini. Jika harga naik tapi RSI melemah, itu menandakan tekanan beli mulai loyo, bukan makin kuat. Divergensi bearish pada RSI ini muncul sebelum rekor harga tertinggi tercapai dan menjadi sinyal peringatan penting.
Pola Baru, Momentum Lemah | Sumber: TradingView
Indikator Money Flow Index (MFI) juga menguatkan kekhawatiran ini. MFI memantau tekanan beli-jual menggunakan harga dan volume. Antara 6 Januari sampai 24 Januari, harga RAIN bergerak sideways ke sedikit naik, tapi MFI malah terus melemah. Ini menunjukkan daya beli saat harga terkoreksi semakin lemah, meski tekanan jual juga belum muncul.
Pembeli Saat Koreksi Mulai Lemah | Sumber: TradingView
Inilah yang menjelaskan kontradiksi yang terlihat di permukaan. Spent coins turun karena seller sedang menunggu. RSI dan MFI melemah karena buyer tidak mengambil langkah agresif.
Reli yang didukung oleh penahanan seller, bukan karena buyer yang bertambah banyak, bersifat rapuh. Jika nantinya harga RAIN benar-benar mencapai zona rekor harga tertinggi proyeksi, bahkan aksi ambil untung yang sedang saja (seller kembali) sudah cukup mengubah keadaan.
Level Harga RAIN yang Penting Selanjutnya
RAIN masih bisa menembus rekor harga baru. Tidak ada data yang benar-benar menghalangi peluang itu.
Penutupan harian di atas US$0,0110 akan mengonfirmasi ekspansi melewati proyeksi breakout dan membuka peluang menuju US$0,0128, terutama didorong sentimen serta kelanjutan momentum.
Namun, risiko akan cepat membesar jika pasar ragu-ragu di dekat zona tersebut.
Jika penjual kembali masuk dan aktivitas koin yang terpakai meningkat mendekati ATH yang diproyeksikan, level pertama yang perlu diperhatikan adalah US$0,0099, karena di sinilah struktur terbaru mulai melemah. Di bawah angka tersebut, kepercayaan pada pola ini akan memudar.
Analisis Harga RAIN | Sumber: TradingView
Breakdown di bawah US$0,0082–US$0,0081 akan menginvalidasi struktur right-shoulder dan head yang terbaru dan membuka peluang penurunan ke US$0,0068, yang menunjukkan fase koreksi lebih dalam.
US$40 Juta Aset Kripto Hilang Diduga Terkait Anak Kontraktor Pemerintah AS
Sebuah skandal besar di dunia kripto muncul di AS, melibatkan John Daghita atau yang dikenal online sebagai “Lick,” dalam dugaan pencurian lebih dari US$40.000.000 dari alamat penyitaan milik pemerintah.
Kasus ini terkait dengan ayah Daghita, yang memimpin CMDSS, sebuah perusahaan IT berbasis di Virginia yang mendapatkan kontrak pada tahun 2024 untuk membantu US Marshals Service (USMS) mengelola dan melepas aset kripto hasil penyitaan serta sitaan.
Akses Orang Dalam yang Diduga Memungkinkan Pencurian Aset Kripto Pemerintah dalam Jumlah Besar
Pencurian ini diduga terjadi karena Daghita mendapat akses ke alamat privat aset kripto melalui jabatan ayahnya di CMDSS.
Walau mekanismenya masih belum jelas, investigator blockchain ZachXBT kabarnya telah melacak setidaknya US$23.000.000 ke sebuah wallet. Wallet itu terhubung langsung ke dugaan pencurian dengan total lebih dari US$90.000.000 yang terjadi selama tahun 2024 dan akhir 2025.
Merespons skandal yang semakin membesar, CMDSS menghapus akun X (Twitter) dan LinkedIn mereka. Mereka juga menghapus informasi karyawan dan tim dari situs web perusahaan.
ZachXBT menuturkan bahwa Daghita tetap aktif di Telegram, bahkan memamerkan aset terkait pencurian dan berinteraksi dengan alamat publik yang terhubung ke penyelidikan.
Dikabarkan, Daghita dengan cepat menghapus username NFT dari akun Telegram-nya serta mengganti nama tampilannya setelah postingan tersebut, sehingga semakin mempersulit upaya pelacakan dana curian.
Kontrak Pemerintah dan Risiko Internal Disorot oleh Kasus Daghita
CMDSS bukan pemain kecil dalam kontrak IT pemerintah. Selama bertahun-tahun, perusahaan ini memiliki kontrak aktif dengan Department of Defense dan Department of Justice. Hal ini makin memunculkan kekhawatiran tentang seberapa banyak informasi sensitif atau aset yang mungkin sempat diakses Daghita sebelum skandal ini terungkap.
Para analis mendesak audit menyeluruh dan transparansi guna menilai seberapa besar potensi kerugian.
Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan dalam sistem penyimpanan aset kripto, bahkan di dalam kerangka yang disetujui pemerintah.
Meskipun pengawasan yang ketat sudah diterapkan, hubungan pribadi dan akses internal masih bisa menjadi risiko yang sangat besar.
Peneliti terus menyelidiki baik aspek teknis maupun organisasi dari dugaan pencurian tersebut. Pihak berwenang dikabarkan sedang memeriksa protokol operasional CMDSS serta seberapa besar kontrak perusahaan dengan pemerintah tanpa sengaja membuka akses ke aset kripto berharga.
Dugaan pencurian yang dilakukan John Daghita menjadi salah satu pelanggaran terbesar terhadap aset kripto milik pemerintah dalam beberapa waktu terakhir.
The Fed Isyaratkan Intervensi Langka Yen Jepang: Apa Artinya untuk Bitcoin?
Pasar global sedang sangat waspada karena yen Jepang mencatat pergerakan terbesarnya dalam enam bulan terakhir.
Pergerakan ini memicu spekulasi bahwa Jepang, mungkin dengan dukungan AS, akan melakukan intervensi untuk menstabilkan mata uang tersebut.
Peringatan Intervensi Yen
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memperingatkan atas pergerakan yen yang dianggap “tidak normal”, sehingga menyebabkan pasangan dolar-yen anjlok dari hampir 160 menjadi 155,6 per US$1.
Menariknya, ini merupakan posisi terkuat yen di tahun 2026 dan lonjakan satu hari paling tajam sejak Agustus.
Performa Harga USDJPY | Sumber: TradingView
Trader mencatat posisi short yen berada di titik tertinggi dalam satu dekade, sehingga menambah risiko volatilitas pasar jika mata uang ini kembali melemah.
“Dengan posisi short yen di angka tertinggi dalam satu dekade dan pemilu yang semakin dekat, pejabat nampaknya siap bertindak lagi, terutama jika mata uang ini semakin melemah,” tulis komentator pasar Walter Bloomberg.
Menambah volatilitas, The Fed New York kabarnya menghubungi bank-bank besar terkait yen. Biasanya, langkah seperti ini sering menjadi pertanda awal sebelum intervensi mata uang secara terkoordinasi.
Jika melihat sejarah, aksi bersama AS-Jepang sangat efektif. Intervensi sebelumnya, termasuk Plaza Accord 1985 dan respons terhadap Krisis Keuangan Asia tahun 1998, berhasil menstabilkan yen, melemahkan dolar AS, serta mendorong aset global naik.
Analis kini mewanti-wanti bahwa intervensi terkoordinasi bisa memberikan dampak seperti tahun 2008, menciptakan likuiditas besar-besaran di pasar global.
“The Fed sedang berintervensi demi menyelamatkan yen,” ujar CFA Michael Gayed, seraya menyoroti bahwa jika hanya Jepang yang beraksi, Bank of Japan bisa saja harus menjual US Treasury demi mendapatkan dolar, dan itu berpotensi mengguncang pasar obligasi global.
Jika aksi dilakukan bersama AS, efek negatif seperti itu bisa dicegah, sekaligus melemahkan dolar AS secara sengaja untuk mendukung yen Jepang.
Pasar Global Bersiap Hadapi Dampak: Pelemahan US$, Penguatan Yen, dan Volatilitas Aset Kripto
Para ahli strategi pasar menyoroti dampak luas dari langkah seperti ini. Menjual dolar untuk membeli yen akan melemahkan dolar AS, menambah likuiditas global, serta menguntungkan harga aset seperti saham, komoditas, dan aset kripto.
Bitcoin, misalnya, punya korelasi positif yang kuat dengan yen, serta korelasi terbalik dengan dolar AS.
Korelasi Bitcoin JPY | Sumber: TradingView
Dolar AS yang lebih lemah bisa memicu perubahan harga besar di pasar kripto, meski volatilitas jangka pendek kemungkinan akan muncul seiring unwinding leverage pada carry trade yen.
Pada Agustus 2024, kenaikan suku bunga Bank of Japan yang tergolong kecil membuat yen menguat, hingga terjadi penjualan aset kripto sebesar US$15,000.000.000 dalam enam hari—termasuk Bitcoin yang turun dari US$64.000 ke US$49.000.
Risiko Treasury dan Peluang Investor: Navigasi Kuatnya Yen dan Lemahnya Dollar AS
Eksposur US Treasury juga menjadi perhatian utama. Analis memperingatkan tekanan di pasar obligasi pemerintah Jepang bisa menular ke US Treasury, mempengaruhi tingkat suku bunga global dan arus ke aset safe haven.
Dari sisi ekonomi makro, dolar AS yang lebih lemah bisa membuat utang AS lebih mudah dikelola dan ekspor lebih kompetitif. Tapi, pasar bisa saja volatile saat trader menyesuaikan diri dengan penguatan yen yang tiba-tiba.
Jadi, situasinya penuh risiko sekaligus historisnya cenderung bullish bagi investor. Jika The Fed dan Jepang bergerak bersama, langkah ini bisa memicu reli besar pasar. Hasil seperti itu juga dapat memberi kenaikan jangka panjang pada saham, komoditas, serta aset digital.
Tapi, penyesuaian jangka pendek dan tekanan likuidasi bisa menyebabkan rasa sakit sementara—terutama bagi posisi leverage di trade berbasis yen.
Itulah alasan mengapa trader dan pembuat kebijakan sama-sama memantau yen, karena hasil akhirnya bisa melampaui sekadar menentukan arah dolar dan yen—dan justru berpotensi membuka babak ekonomi makro paling penting sepanjang tahun ini.
Senator Ted Cruz Kecam Tarif Trump dalam Rekaman Rahasia saat Kanada Hadapi Ancaman 100%
Rekaman rahasia yang diduga bocor, disebut-sebut mencatat hampir 10 menit percakapan yang memberikan salah satu gambaran paling jelas sejauh ini tentang oposisi diam-diam Senator Ted Cruz terhadap kebijakan perdagangan proteksionis Trump.
Pernyataan tersebut terjadi selama dua pertemuan tertutup pada 2025, di saat Trump memperuncing ketegangan dagang dengan Kanada serta mengancam akan menerapkan tarif 100% untuk semua impor Kanada akibat kekhawatiran terkait Cina.
Laporan menunjukkan bahwa Senator Ted Cruz secara pribadi memperingatkan para donatur bahwa kebijakan tarif besar-besaran Presiden Donald Trump bisa menghancurkan perekonomian AS dan menyebabkan Partai Republik kalah di Kongres.
Dalam rekaman yang didapatkan Axios, Cruz diduga menceritakan panggilan larut malam dengan Trump setelah pengumuman tarif bulan April 2025, yang ia gambarkan sebagai percakapan penuh ketegangan serta tidak membuahkan hasil apapun.
“Trump sedang dalam suasana hati yang buruk,” Cruz diduga ujar kepada para donatur, seraya menambahkan bahwa presiden “berteriak” serta “memaki-maki” saat para senator mendesaknya agar mundur.
Cruz memperingatkan bahwa dampak politik dan ekonomi dari langkah ini bisa sangat berat. Ia mengatakan kepada donatur bahwa jika masyarakat Amerika menghadapi pemilu November 2026 dengan tabungan pensiun mereka merosot tajam dan harga kebutuhan pokok naik “10–20%”, Partai Republik akan mengalami “pertumpahan darah”.
Kabarnya, Cruz secara langsung mengingatkan Trump bahwa situasi seperti ini bisa membuat mereka kehilangan kedua kamar Kongres sekaligus memicu tahun-tahun penuh pertempuran pemakzulan.
Respons Trump, terang Cruz, adalah hinaan blak-blakan kepada Senator Ted.
Kritik pribadi ini sangat berbeda dengan sikap publik Cruz yang selama ini menjadi salah satu pendukung terkuat Trump di Senat.
“[Sang senator tetap menjadi] sekutu terbesar presiden di Senat,” lapor Axios, mengutip juru bicara Cruz.
Menurut juru bicara tersebut, rekaman ini hanyalah upaya untuk “memecah belah.” Ted Cruz belum langsung merespons permintaan komentar dari BeInCrypto.
Ancaman Tarif dari Kanada Ungkapkan Perpecahan GOP di Perdagangan, Aset Kripto, dan Kekuasaan
Pengungkapan ini muncul saat Trump semakin tajam dalam retorikanya terhadap Kanada dan tengah mengancam akan menerapkan tarif 100% untuk barang-barang Kanada.
Menurut analisis yang dibagikan oleh komentator politik Jaro Giesbrecht, AS mengimpor barang dari Kanada senilai kurang lebih US$400 miliar pada 2025.
Jika diterapkan, tarif secara menyeluruh ini, papar dia, akan menjadi pajak langsung bagi bisnis dan konsumen AS sehingga membuat biaya energi, harga mobil, serta inflasi melonjak hingga 1,5% sampai 2% hanya dalam waktu semalam.
Langkah Trump ini dikabarkan terjadi setelah pernyataan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di World Economic Forum di Davos, yang lalu mendorong Anthony Scaramucci mencandai bahwa “Carney sudah ‘mematahkan’ dia.”
Dalam rekaman tersebut, Cruz juga berulang kali menyasar Wakil Presiden JD Vance, dengan menyebutnya sebagai murid dari komentator konservatif Tucker Carlson serta menuduh keduanya sebagai pendukung utama kebijakan luar negeri anti-intervensi.
“Tucker yang membentuk JD,” Cruz diduga ucap dalam salah satu rekaman, dengan mengaitkan kedua tokoh ini ke dalam konflik internal tentang pengisian posisi keamanan nasional dan kebijakan Iran.
Selain urusan politik, perselisihan ini memperjelas adanya perpecahan ideologi yang lebih mendalam di dalam Partai Republik, yang juga bersinggungan dengan kebijakan aset kripto.
Cruz termasuk anggota parlemen pro-Bitcoin paling vokal di Washington; ia mendukung pasar bebas, biaya energi rendah, serta campur tangan pemerintah yang seminimal mungkin. Pada 2024, dia terjun ke industri penambangan Bitcoin dengan membeli dan mengoperasikan tiga Bitcoin miner di Iraan, Texas.
Ia mendukung legislasi untuk menggunakan gas alam yang terbakar sia-sia menjadi energi penambangan Bitcoin, menolak aset kripto bank sentral, dan memperingatkan bahwa regulasi berlebihan serta hambatan dagang bisa mendorong inovasi lari ke luar negeri.
Bagi Cruz, tarif bukan sekadar risiko politik, tetapi juga ancaman ekonomi. Ia berulang kali menyebut kebijakan tarif besar sebagai “pajak untuk rakyat Amerika,” dan berpendapat hal ini justru melemahkan daya saing AS di bidang energi, teknologi, dan aset kripto. Menariknya, sektor-sektor ini justru telah menjadikan Texas sebagai salah satu pusat global.
Rekaman rahasia ini memperlihatkan bahwa ketika Trump semakin kuat dengan nasionalisme perdagangan, Cruz justru memposisikan dirinya sebagai alternatif pendukung perdagangan bebas.
Harga Hedera Hadapi Risiko 20% Karena Metrik Bearish Meningkat — Bisakah HBAR Bangkit Kembali?
Hedera turun lebih dari 10% dalam tujuh hari terakhir, dan penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa. Struktur harga HBAR melemah, dana mengalir keluar, dan sentimen jatuh ke titik terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Kombinasi sinyal ini menunjukkan risiko koreksi yang lebih dalam sedang meningkat. Di sisi lain, aksi beli saat harga turun serta posisi derivatif memberikan peluang sempit untuk reli. Apakah HBAR akan mengalami breakdown atau justru mulai stabil kini bergantung pada beberapa level kunci.
Pola Head-and-Shoulders dan Breakdown CMF Tunjukkan Risiko Struktural
Grafik harga memperlihatkan Hedera mendekati penyelesaian pola head-and-shoulders. Pola ini sering menandakan pembalikan tren menjadi bearish jika neckline ditembus.
Untuk harga HBAR, neckline berada di kisaran US$0,102. Penutupan harian di bawah level ini dapat memicu potensi penurunan lebih dari 20%, konsisten dengan breakdown dari pola serupa sebelumnya.
Risiko ini semakin kuat karena adanya Chaikin Money Flow (CMF). CMF mengukur apakah dana mengalir masuk atau keluar dari suatu aset dengan menggabungkan harga dan volume. Jika CMF turun di bawah nol, hal itu menandakan adanya arus modal keluar bersih.
CMF HBAR kini telah menembus garis support menurun dan turun jauh di bawah nol. Terakhir kali CMF jeblok sedalam ini terjadi awal Desember, sebelum akhirnya Hedera jatuh hampir 25%. Ini menunjukkan bahwa kelemahan harga saat ini didukung tekanan jual nyata, bukan sekadar volume kecil yang bergerak sideways.
Struktur Harga HBAR | Sumber: TradingView
Ingin insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Selama CMF tetap negatif dan neckline masih tertekan, struktur bearish masih aktif.
Penurunan Sentimen Positif Menambah Tekanan Lapisan Kedua
Kelemahan harga kini tercermin juga lewat data sentimen.
Sentimen positif mengukur seberapa banyak diskusi dan komentar baik terkait sebuah aset lewat sumber sosial maupun pasar. Saat sentimen positif turun ke titik terendah lokal, biasanya hal itu menunjukkan menurunnya kepercayaan dan keengganan untuk membeli saat harga turun.
Sentimen positif Hedera telah jatuh ke level terendah sejak akhir Oktober. Sejarahnya, titik nadir seperti ini sering sejalan dengan penurunan harga.
Pada 9 November, sentimen menyentuh titik terendah lokal saat HBAR berada di kisaran US$0,17. Dalam dua pekan berikutnya, harga turun ke sekitar US$0,13.
Sentimen Lemah | Sumber: Santiment
Kondisi saat ini nampak serupa. Sentimen melemah terlebih dahulu, sementara harga masih bertahan di atas support kunci. Divergensi seperti ini sering berujung pada penurunan harga yang menyamai level kepercayaan pasar. Dengan struktur teknikal dan sentimen yang sama-sama negatif, risiko penurunan sekarang semakin besar.
Aksi Beli saat Koreksi dan Derivatif Jaga Harapan Reversal Hedera Tetap Hidup
Meski sinyal bearish dominan, ada juga tanda-tanda awal kembalinya dukungan di bawah permukaan.
Data spot exchange menunjukkan arus keluar bersih mulai naik selama dua hari terakhir, ketika harga HBAR terkoreksi hampir 5%. Arus keluar bersih terjadi saat lebih banyak token keluar dari exchange dibandingkan yang masuk, biasanya menandakan aksi beli atau holding jangka panjang. Pada 24 Januari, arus keluar bersih hampir mencapai US$1,41 juta, lalu naik jadi sekitar US$1,60 juta pada 25 Januari. Ini memberi sinyal bahwa pembeli mulai masuk setelah aksi jual sebelumnya.
HBAR Perps | Sumber: Coinglass
Data derivatif menambah lapisan lain. Di pasar perpetual HBAR Bitget, eksposur kumulatif short liquidation untuk tujuh hari ke depan berada di kisaran US$7,40 juta, dibandingkan sekitar US$4,28 juta untuk long liquidation. Ketidakseimbangan 70% ke arah short ini berarti sebagian besar trader bersiap menghadapi penurunan harga lebih lanjut.
Peta Likuidasi | Sumber: Coinglass
Saat exposure short jauh melebihi long seperti ini, pemulihan harga sekecil apa pun bisa memicu short liquidation. Order beli paksa ini dapat mempercepat reli harga naik. Artinya, ada peluang sempit di mana posisi bearish bisa justru mendorong harga untuk bounce.
Level Harga HBAR Penting untuk Dipantau Sekarang
Aksi harga HBAR kini menjadi penentu akhirnya.
Di sisi bawah, US$0,100–US$0,102 menjadi level kunci. Penutupan harian di bawah area ini akan mengonfirmasi breakdown pola head-and-shoulders dan membuka jalan menuju US$0,080, sesuai dengan proyeksi penurunan 20%.
Di sisi atas, Hedera harus terlebih dahulu merebut kembali US$0,105 untuk menunjukkan stabilisasi jangka pendek. Ujian sesungguhnya ada di US$0,112 karena level ini sejajar dengan level Fibonacci kunci dan resistance bahu kanan. Pergerakan yang jelas di atas US$0,112 akan menginvaliasi bahu kanan, melemahkan pola bearish, dan kemungkinan besar memicu likuidasi short dalam jumlah besar.
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView
Jika itu terjadi, harga HBAR bisa lanjut naik mendekati US$0,128, di mana terdapat pasokan dan resistance sebelumnya.
Saat ini, keseimbangan pasar masih rapuh. Indikator bearish mulai meningkat, tapi aksi beli saat harga turun dan posisi short membuat potensi pembalikan tren masih terbuka. Beberapa penutupan harian ke depan akan menentukan pihak mana yang akan menguasai pasar.
Risiko Shutdown Pemerintah AS Muncul Lagi, Menjatuhkan Sentimen Pasar Kripto
Pasar prediksi di Polymarket sekarang mematok peluang terjadinya shutdown pada 31 Januari sekitar 78%, melonjak drastis dari hanya 10% tiga hari sebelumnya.
Di tengah risiko meningkatnya kemungkinan shutdown pemerintah AS, para investor berbondong-bondong memilih aset safe haven seiring ketidakpastian yang semakin besar. Crypto Fear and Greed Index kini menunjukkan ‘Extreme Fear’. Sebelumnya, sentimen baru saja pulih ke level netral kurang dari seminggu lalu.
Crypto Fear and Greed Index | Sumber: Alternative Kebuntuan Pembuat Kebijakan AS Dorong Peluang Shutdown di Polymarket Semakin Tinggi
Kebuntuan politik dalam pendanaan untuk Department of Homeland Security (DHS) semakin parah. Kenaikan kemungkinan ini terjadi bersamaan dengan lonjakan tajam harga emas dan perak, meniru pola yang pernah terjadi saat shutdown selama 43 hari yang berakhir pada November 2025.
Dewan Perwakilan Rakyat meloloskan Rancangan Undang-Undang pendanaan darurat dengan hasil suara 341 setuju dan 81 menolak. Tapi, Senat dari Partai Demokrat yang dipimpin oleh Mayoritas Chuck Schumer, menolak untuk memajukan RUU tersebut. Secara khusus, pendanaan DHS, terutama untuk Immigration and Customs Enforcement (ICE), masih melekat.
“Demokrat meminta reformasi masuk akal dalam RUU pendanaan Department of Homeland Security, tapi karena Partai Republik menolak untuk melawan Presiden Trump, RUU DHS ini sangat tidak memadai untuk mengendalikan penyalahgunaan ICE. Saya akan memilih tidak,” ujar Schumer dalam sebuah unggahan.
Kebuntuan ini menciptakan “pemadaman data”. Penundaan rilis indikator ekonomi seperti CPI dan laporan pekerjaan memperumit kebijakan dan model risiko The Fed. Risikonya bisa mendorong volatilitas pasar makin tinggi.
“Pemerintah akan shutdown dalam 6 hari. Terakhir kali terjadi shutdown, harga emas dan perak melesat ke rekor tertinggi. Tapi kalau kamu memegang aset lain seperti saham, kamu harus sangat berhati-hati… Karena kita akan masuk periode pemadaman data total,” tulis NoLimit, seorang analis ekonomi makro dan akun populer di X dalam unggahannya.
Memang, petaruh di Polymarket memperkirakan hasil serupa, dengan peluang sebesar 76% akan terjadi shutdown pemerintah AS berikutnya pada 31 Januari.
Peluang Shutdown Pemerintah AS hingga 31 Januari | Sumber: Polymarket
Prediksi lain juga menunjukkan peluang sebesar 77% terjadi kelumpuhan pendanaan pemerintah AS pada 31 Januari. Jika benar-benar terjadi, analis memprediksi empat ancaman utama:
Data ekonomi yang tertunda
Peluang penurunan kredit
Bekunya likuiditas, dan
Kontraksi PDB sekitar 0,2% per minggu jika kebuntuan terus berlanjut.
“Kebanyakan orang mengabaikan hal ini, tapi risiko shutdown makin nyata. Tenggat waktunya makin dekat, dan negosiasi pendanaan masih buntu. Kalau pemerintah melambat, semua ikut melambat. Gaji terlambat, kontrak berhenti, keputusan jadi tertunda. Pasar selalu mengabaikan awalnya, tiba-tiba nanti mereka merasa dampaknya,” papar peneliti DeFi, Justin Wu dalam unggahan X.
Reli Logam Safe-Haven saat Volatilitas Aset Kripto Meningkat di Tengah Risiko Shutdown
Logam mulia menjadi penerima manfaat yang paling jelas. Harga emas mencetak rekor tertinggi baru di atas US$5.000 per ons, dan pada waktu publikasi diperdagangkan di level US$5.041. Sementara itu, harga perak menembus batas US$100 untuk pertama kalinya, diperdagangkan di US$103,07 per ons pada waktu publikasi.
Performa Harga Emas (XAU) dan Perak (XAG) | Sumber: TradingView
Tidak hanya karena minat aset safe haven, keterbatasan pasokan secara struktural, permintaan industri atas perak di sektor elektronik dan solar, serta kekhawatiran geopolitik yang lebih luas juga mendorong reli ini.
Preseden historis memperkuat tren ini karena selama shutdown sebelumnya di akhir 2025, harga emas naik dari sekitar US$3.858 menjadi di atas US$4.100 per ons. Sementara itu, perak sempat menguji level US$54, mencerminkan kombinasi aksi beli karena risiko dan premi ketidakpastian.
Pasar kripto, di sisi lain, justru menunjukkan volatilitas di tengah ketidakpastian ini. Bitcoin, yang turun sekitar 20% selama shutdown selama 43 hari pada tahun 2025, tetap sensitif terhadap kejutan likuiditas dan keterlambatan data ekonomi, sehingga membuat investor lebih berhati-hati.
Shutdown yang berkepanjangan dapat memperparah tekanan di pasar repo dan reksa dana pasar uang, dengan beberapa pihak mempertaruhkan shutdown pemerintah berikutnya bisa berlangsung hingga dua bulan.
Peluang Durasi Shutdown Pemerintah AS Berikutnya | Sumber: Polymarket
Walau risikonya tinggi, shutdown bukan hal yang pasti terjadi. Kongres masih bisa mencegahnya dengan meloloskan sisa rancangan anggaran atau memperpanjang pendanaan lewat resolusi sementara lainnya.
“…kami mengalami shutdown terpanjang dalam sejarah baru beberapa bulan lalu… jelas saat ini tidak ada minat untuk mengulanginya lagi,” ujar Rachel bade, co-host The Huddle.
Kesepakatan bipartisan baru-baru ini memang telah menurunkan peluang, namun dengan Senat masih buntu dan waktu kurang dari satu minggu sebelum tenggat 30 Januari, pelaku pasar tetap memperkirakan peluang gangguan yang cukup besar.
Di tengah situasi ini, trader Polymarket terus melakukan taruhan, sedangkan harga emas dan perak semakin naik. Hal ini terjadi karena dalam periode kebuntuan politik dan ketidakpastian fiskal, aset safe-haven secara historis memberikan perlindungan tambahan.
Meski demikian, perlu diingat juga bahwa pasar bisa bergerak sangat tajam ke dua arah tergantung pada perkembangan solusi kebuntuan ini. Maka, investor sebaiknya melakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan.
Rusia Targetkan Jalur Perang Bayangan Kripto saat WhiteBit Hadapi Larangan Besar-Besaran
Kejaksaan Agung Rusia menetapkan exchange aset kripto Ukraina, WhiteBit, sebagai “organisasi yang tidak diinginkan.” Mereka menuduh WhiteBit membantu transfer dana ilegal keluar dari Rusia dan mendanai angkatan bersenjata Ukraina.
Status ini juga berlaku bagi perusahaan induk WhiteBit, W Group, serta seluruh entitas afiliasinya, sehingga semua operasinya dilarang di Rusia.
Rusia Bergerak Melawan WhiteBit dalam Pengetatan Terkait Perang Aset Kripto yang Meningkat
Media lokal melaporkan bahwa, menurut otoritas Rusia, manajemen WhiteBit telah memindahkan sekitar US$11 juta ke Ukraina sejak 2022. Jumlah ini termasuk hampir US$900.000 yang dipakai untuk membeli drone.
Kantor Kejaksaan Agung juga mengeklaim bahwa platform ini memberi dukungan teknis kepada United24, platform donasi aset kripto milik pemerintah Ukraina.
Mereka juga diduga terlibat dalam “skema bayangan” untuk menarik dana keluar dari Rusia dan melakukan aktivitas ilegal lainnya.
Didirikan tahun 2018 oleh pengusaha Ukraina, WhiteBit mengklaim punya lebih dari 8 juta pengguna aktif dan volume trading spot harian sebesar US$11 miliar, dengan volume trading futures mencapai US$40 miliar.
Meski telah merambah pasar internasional, sekarang platform ini menghadapi pembatasan besar di Rusia di tengah semakin ketatnya lingkungan regulasi.
Tindakan terhadap WhiteBit ini sejalan dengan langkah Rusia yang mempercepat proses formal regulasi aset kripto. Menurut media lokal, Bank Sentral Rusia telah merinci persyaratan lisensi baru untuk exchange dan depositori aset digital, di mana platform yang tidak memperdagangkan sekuritas dijanjikan proses lisensi lebih mudah.
Bank dan broker yang ingin beroperasi dengan aset kripto akan mendapatkan persyaratan prudensial khusus demi meminimalisasi risiko pada kegiatan TradFi.
Ekaterina Lozgacheva, Direktur Departemen Pengembangan Strategis Pasar Keuangan di Bank Sentral Rusia, menegaskan bahwa regulator ingin mempermudah penjualan aset kripto hasil mining baik di dalam maupun luar negeri. Di saat yang sama, pihak regulator akan memberikan sanksi untuk perantara yang terlibat aktivitas ilegal.
Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2027, setelah perubahan regulasi aset kripto Rusia selesai difinalisasi.
Rusia Usulkan Batas Ketat untuk Investasi Aset Kripto
Bagian dari kerangka aturan yang diusulkan ini, investor non-profesional boleh berinvestasi pada aset digital, tapi dengan batasan ketat setiap tahunnya.
Saat ini, Bank Sentral telah mengusulkan batas maksimal 300.000 rubel per tahun untuk setiap perantara. Akan tetapi, Kementerian Keuangan memberi sinyal bisa saja angka ini diubah.
Wakil Menteri Keuangan Ivan Chebeskov menyampaikan bahwa bila ada usulan dari pelaku pasar untuk menaikkan batasan tersebut, pihaknya akan mempertimbangkannya. Hal ini menunjukkan niat untuk menyeimbangkan akses investor dengan perlindungan finansial.
Menkeu Anton Siluanov mendukung rencana ini. Ia menekankan bahwa akses bagi non-profesional harus dibatasi hanya di platform yang telah terdaftar resmi dan mengikuti batas investasi yang ditetapkan.
“Untuk meminimalisasi risiko, bank sentral dan saya berencana membatasi volume transaksi serta investasi semacam ini di pasar kripto,” lapor media lokal, mengutip Siluanov.
Ia juga menerangkan bahwa rancangan legislasi terkait regulasi aset digital diperkirakan akan diajukan ke Duma Negara pada paruh pertama 2026.
Pengetatan terhadap WhiteBit memperlihatkan makin dalamnya pengawasan Rusia terhadap aliran aset kripto, apalagi di tengah tensi geopolitik dengan Ukraina.
Sebagaimana otoritas memperkuat kontrol terhadap perantara kripto dan memperjelas tanggung jawab hukum, platform lintas negara bisa menghadapi risiko operasional dan hukum yang makin berat di pasar Rusia.
Whale Ethereum Terjebak dalam Bull Trap US$4 Miliar: Apa Selanjutnya untuk Harga ETH?
Ethereum turun hampir 1% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini sendiri sebenarnya tidak terlalu penting. Yang lebih penting adalah apa yang terjadi sebelumnya.
Pada pertengahan Januari, Ethereum melakukan breakout dari pola inverse head-and-shoulders yang sudah terbentuk dengan jelas. Pola ini kelihatan positif. Momentum mengalami perbaikan, whale melakukan pembelian, dan harga berhasil menembus struktur utama. Dalam kondisi normal, kombinasi ini biasanya mendukung keberlanjutan pergerakan harga.
Namun, Ethereum justru terhenti di dekat tembok krusial dan sejak itu sudah mengalami koreksi hampir 16%. Ini bukan kegagalan secara acak. Sebuah supply wall bernilai sekitar US$4 miliar secara diam-diam menyerap permintaan, sehingga breakout yang terjadi malah berubah menjadi bull trap klasik.
Breakout yang Langsung Menuju Tembok US$4 Miliar
Pola inverse head-and-shoulders Ethereum mulai terbentuk sejak akhir Oktober. Breakout terkonfirmasi pada 13 Januari, ketika harga ETH naik menembus garis neckline dan bergerak dengan percaya diri.
Pergerakan itu bukan gagal karena pembeli menghilang.
Bull Trap ETH: TradingView
Ingin dapat lebih banyak insight token seperti ini? Daftarkan diri Anda untuk menerima Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
Breakout gagal karena harga bertemu dengan tembok cost-basis yang tebal.
Data cost-basis menunjukkan terdapat klaster besar holder Ethereum di kisaran US$3.490 hingga US$3.510. Sekitar 1.190.317 ETH telah terakumulasi di area ini. Dengan harga rata-rata mendekati US$3.500, jumlah itu mewakili suplai sekitar US$4,1 miliar.
Tembok cost-basis terbentuk saat banyak ETH sebelumnya dibeli pada rentang harga yang sempit. Ketika harga kembali ke zona tersebut atau mendekatinya, para holder sering memilih untuk menjual agar impas. Distribusi awal seperti ini menciptakan resistance kuat, walaupun sentimen pasar terlihat bullish.
Klaster Suplai Kunci: Glassnode
Itu memang yang terjadi di kisaran US$3.407, tempat tekanan jual mematahkan breakout.
Ethereum sempat mendekati tembok itu, lalu terhenti dan berbalik arah. Breakout masih bertahan secara teknikal sebentar, namun dari sisi struktur sudah terganggu. Penawaran di atas terlalu besar. Dan kondisi ini bahkan menjebak satu klaster kunci di jalurnya!
Whale Membeli Breakout — dan Terjebak
Situasi ini jadi makin berisiko karena whale ETH sudah melakukan langkah “benar”.
Setelah 15 Januari (tepat setelah breakout dikonfirmasi), holder besar secara konsisten menambah eksposur. Saldo whale meningkat dari sekitar 103,11 juta ETH menjadi 104,15 juta ETH, atau bertambah sekitar 1,04 juta ETH yang nilainya hampir US$3 miliar.
Pembelian tersebut tetap berlanjut bahkan saat harga mulai berbalik turun, menunjukkan perilaku averaging yang jelas.
Whale ETH Terjebak: Santiment
Jika dilihat secara terpisah, akumulasi whale terlihat mendukung. Tapi, kali ini itu saja tidak cukup.
Penyebabnya bukan berasal dari perilaku on-chain. Aliran dana ETF mendadak berbalik arah. Pada minggu yang berakhir 16 Januari, arus masuk ETF cukup kuat sehingga mendorong breakout. Namun, pada minggu berikutnya yang berakhir 23 Januari, ETF justru keluar bersih sebesar US$611,17 juta.
Arus Dana ETF Berbalik: SoSo Value
Perubahan ini sangat menentukan. Penjualan ETF memberikan tekanan yang konsisten dan satu arah saat Ethereum sedang menguji supply wall utama. Pembelian whale harus bertemu resistance di area ini. Bahkan para holder besar juga akhirnya terjebak di atas support saat harga Ethereum bergerak lebih rendah.
Hal inilah yang menjelaskan mengapa koreksi terus berjalan walaupun terjadi akumulasi. Permintaan memang ada, terutama dari whale, namun supply ternyata lebih kuat. Tembok itu menang. Ketika aliran dana ETF dan resistance cost-basis bertemu, struktur harga mudah roboh.
Level Harga Ethereum yang Menentukan Apa yang Terjadi Selanjutnya
Ethereum kini kembali ke dalam rentang sebelumnya, dan strukturnya sedang lemah.
Di sisi bawah, level krusial ada di US$2.773, yang akan kita bahas lebih lanjut di grafik harga Ethereum setelah ini.
Jika Ethereum menutup harga harian di bawah zona ini, maka pola inverse head-and-shoulders bagian bahu kanan akan patah dan bull trap pun terkonfirmasi sepenuhnya. Pergerakan ini juga akan mengancam klaster biaya dasar US$2.819 sampai US$2.835.
Meskipun zona ini merupakan area permintaan besar yang bisa menahan tekanan jual, apabila kehilangan level ini, Ethereum bisa semakin cepat turun ke bawah.
Dinding Support: Glassnode
Di bawah area ini, struktur harga akan makin mudah melemah. Untuk upaya pemulihan, Ethereum harus bergerak naik secara bertahap.
Pertama, Ethereum perlu kembali ke level US$3.046. Ini akan menstabilkan harga, tapi belum cukup. Ujian sebenarnya ada di US$3.180, yang akan membalikkan dinding supply US$3.146 sampai US$3.164. Jika area ini bisa ditembus, artinya permintaan sungguhan telah kembali.
Dinding Supply Krusial di Sisi Atas: Glassnode
Meski begitu, resistance di area atas masih sangat besar. Dinding sell di zona US$3.407–US$3.487 masih mendominasi grafik harga. Area inilah yang sebelumnya menolak breakout dan memicu koreksi.
Analisis Harga Ethereum: TradingView
Sampai Ethereum berhasil tembus level-level tersebut secara bersih, setiap reli masih rentan koreksi. Inti kesimpulannya cukup jelas.
Kegagalan Ethereum bukan karena pembeli lemah, tetapi karena supply yang terlalu besar. Jika situasi ini belum berubah, bull trap masih akan terus aktif.
Michael Saylor Peringatkan Drift Protokol Bitcoin saat Risiko Kuantum Masuk ke Arus Utama
Petinggi MicroStrategy Michael Saylor memperingatkan bahwa risiko terbesar bagi Bitcoin berasal dari oportunis ambisius yang mendorong perubahan protokol.
Pernyataan ini muncul saat Coinbase dan jaringan Ethereum mengambil langkah untuk menghadapi salah satu ancaman eksistensial terbesar jangka panjang Bitcoin: komputasi kuantum.
Dilema Kuantum Bitcoin Membuat Debat Perubahan Protokol Kembali Jadi Sorotan
Co-founder MicroStrategy ini menganggap osifikasi protokol sebagai pertahanan utama Bitcoin. Menurut Michael Saylor, upaya internal untuk “meningkatkan” jaringan justru lebih berbahaya ketimbang ancaman eksternal dari sisi teknologi.
Pernyataan ini menyoroti peran Bitcoin sebagai uang digital netral di tengah perdebatan seperti proposal soft fork BIP-110.
BIP-110, yang mendapatkan dukungan 2,38% node per 25 Januari 2026, bertujuan untuk sementara membatasi data transaksi (misalnya, OP_RETURN pada 83 byte) guna mengatasi “spam” dari penggunaan non-monetary.
Diskusi ini memicu perpecahan di komunitas antara para purist yang memfavoritkan Bitcoin Knots dan mereka yang menggunakan Bitcoin Core untuk aplikasi lebih luas.
Beberapa pengembang menyoroti kekhawatiran terkait perubahan yang terburu-buru atau bermotif politik, sedangkan yang lain menegaskan bahwa mengabaikan risiko baru justru bisa berujung pada masalah di masa mendatang.
Ketegangan ini kini semakin mencuat ketika Coinbase mengumumkan pembentukan dewan penasihat independen khusus untuk komputasi kuantum dan keamanan blockchain.
Dewan ini akan mempelajari bagaimana kemajuan mesin kuantum berskala besar di masa depan dapat mengancam fondasi kriptografi Bitcoin. Mereka akan merilis riset publik, penilaian risiko, serta panduan teknis untuk ekosistem yang lebih luas.
Inti kekhawatiran terletak pada kriptografi kurva eliptik (ECC), yang menjadi dasar tanda tangan ECDSA dan Schnorr di Bitcoin.
Secara teori, komputer kuantum yang cukup kuat dan menjalankan algoritma Shor bisa memperoleh private key dari public key, sehingga penyerang dapat memalsukan transaksi atau menguras wallet yang terekspos.
Meski mesin seperti itu masih setidaknya 5 tahun lagi, waktu persiapan panjang untuk transisi protokol yang aman membuat ketahanan kuantum jadi prioritas yang semakin penting.
Dewan penasihat Coinbase menghimpun tokoh terkemuka di bidang kriptografi dan riset kuantum, termasuk:
Profesor Stanford Dan Boneh
Teoretikus kuantum dari University of Texas, Scott Aaronson
Peneliti Ethereum Foundation Justin Drake, dan
Pendiri EigenLayer Sreeram Kannan.
Menurut Coinbase, dewan ini akan bekerja secara independen dan menerbitkan makalah posisi soal kondisi komputasi kuantum terbaru.
Mereka juga akan memberikan panduan kepada pengembang dan institusi, serta merespons secara langsung setiap terobosan di bidang ini.
Percakapan Kuantum Bitcoin Beralih dari Teori ke Realitas Rekayasa
Inisiatif ini mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam cara komunitas pengembang Bitcoin menyoroti isu ini.
Data dari 2025 menunjukkan peningkatan signifikan diskusi terkait kuantum di milis Bitcoin, di mana lebih dari 10% komunikasi teknis kini membahas keamanan pasca-kuantum. Hal ini menonjol setelah bertahun-tahun hampir tidak ada perbincangan.
Perkiraan Persentase Pesan Mengenai Ketahanan Kuantum | Sumber: Willy Woo di X
Pembicaraan sudah bergerak dari teori abstrak ke pertanyaan rekayasa yang nyata, termasuk bagaimana Bitcoin bisa bermigrasi dari ECC ke skema tanda tangan pasca-kuantum melalui soft fork tanpa menggangu jaringan.
Meski perkembangan ini cukup positif, sebagian besar peneliti menyarankan agar perubahan protokol jangan terburu-buru. Pendapat mayoritas lebih memilih untuk menunggu standar kriptografi pasca-kuantum resmi dari institusi seperti NIST benar-benar matang, bukan memaksa upgrade dini yang rawan celah keamanan baru.
Dalam hal ini, langkah Coinbase dipandang sebagai persiapan, bukan panik. Ini adalah upaya memastikan Bitcoin dan blockchain lain punya jalur migrasi yang kredibel jauh sebelum serangan kuantum bisa direalisasikan.
Perbedaan dengan Ethereum juga makin nyata. Ethereum Foundation baru-baru ini menyatakan keamanan pasca-kuantum jadi salah satu prioritas strategis utama. Dengan hal ini, mereka:
Meluncurkan tim khusus
Mendanai riset kriptografi, dan
Menggelar devnet pasca-kuantum secara langsung.
Perwakilan Ethereum kini duduk dalam dewan penasihat Coinbase, menegaskan bahwa kesiapan kuantum semakin dipandang sebagai tantangan lintas chain di industri ini.
Karena riset kuantum semakin berkembang dan institusi mulai lebih aktif dalam memastikan infrastruktur aset kripto tetap relevan di masa depan, menjaga keseimbangan itu bisa jadi semakin sulit.
Harga XRP Menghadapi Peringatan Crash 25% saat Permintaan ETF Turun
Harga XRP berada di posisi yang berbahaya. Di sekitar US$1,89, XRP diperdagangkan hanya 1% di atas zona breakdown kunci. Di permukaan, grafiknya terlihat tenang. Tapi, di balik itu, beberapa sinyal menunjukkan risiko sedang diam-diam bertambah. Yang membuat situasi ini tidak biasa bukan hanya karena posisi harga yang dekat dengan support. Ini juga karena ada sesuatu yang gagal terjadi sebelumnya.
XRP baru saja memunculkan sinyal bullish yang biasanya mendorong rebound jangka pendek. Tapi kali ini, pergerakannya hampir tidak ada. Kegagalan inilah yang menjadi peringatan sebenarnya.
Hidden Bullish Divergence Gagal — Pertanda Bahaya?
Antara 31 Desember dan 20 Januari, harga XRP membentuk hidden bullish divergence di grafik harian. Harga mencatatkan higher low, sementara Relative Strength Index (RSI) menunjukkan lower low.
Hidden bullish divergence biasanya memberi sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah dan pembeli mungkin segera mengambil alih. Sinyal ini tidak menjamin terjadi reli, tetapi seringkali memberikan peluang bounce atau setidaknya periode kenaikan sementara.
Kali ini hal itu tidak terjadi.
Setelah divergence muncul, XRP hampir tidak bergerak naik. Harga stuck, dan momentum sama sekali tidak berkembang. Hal ini menunjukkan sesuatu yang penting. Penjual memang melambat, namun pembeli juga tidak segera masuk menggantikan posisi mereka.
Divergence Kunci Gagal | Sumber: TradingView
Ingin insight token seperti ini? Daftarkan diri untuk menerima Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
Kegagalan divergence seperti ini sering muncul di pasar lemah. Ini menunjukkan keraguan, bukan kekuatan. Ketika sinyal bullish gagal, biasanya bukan karena sinyalnya yang salah, melainkan karena permintaan pasar memang lemah.
Struktur rising wedge XRP masih mengindikasikan potensi penurunan hingga 25% jika support jebol. Karena pembeli absen dan penjual mulai kembali menguasai pasar, XRP mendekati titik di mana pergerakan turun kecil saja bisa memicu penurunan yang jauh lebih besar.
Lalu, jika pembeli tetap tak muncul meski tekanan jual mereda, apa yang terjadi saat penjual aktif lagi?
Arus ETF dan Data Holder Konfirmasi Permintaan Melemah
Jawabannya dimulai dari arus modal.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir, produk ETF yang berhubungan dengan XRP mencatat arus keluar bersih. Pada pekan yang berakhir 23 Januari, total arus keluar mencapai sekitar US$40,5 juta. Angka ini muncul setelah periode panjang arus masuk yang konsisten, sehingga menunjukkan adanya perubahan perilaku yang jelas.
Arus ETF sangat penting karena menggambarkan perpindahan modal besar secara langsung. Jika arus masuk berhenti dan berbalik negatif, artinya minat institusi sedang terhenti atau memilih mundur sejenak.
Permintaan ETF Melemah | Sumber: SoSo Value
Data on-chain juga menunjukkan cerita yang sejalan.
Metrik Perubahan Posisi Bersih Holder XRP, yang melacak perubahan saldo bulanan para holder jangka panjang, mulai mendatar bahkan turun. Pada 20 Januari, holder jangka panjang mengendalikan sekitar 232,1 juta XRP. Tetapi pada 24 Januari, jumlah itu menurun menjadi sekitar 231,55 juta XRP.
Holder Tidak Menambah Kepemilikan | Sumber: Glassnode
Ini bukan aksi jual besar-besaran, tapi juga bukan akumulasi. Setelah divergence muncul, holder jangka panjang tidak menambah kepemilikan secara signifikan. Hal ini menegaskan sinyal dari aksi harga. Para pembeli tidak cukup yakin untuk berkomitmen.
Jika permintaan ETF melemah bersamaan dengan holder jangka panjang yang juga berhenti akumulasi, biasanya rebound harga akan sulit terjadi.
Penjualan Whale Membuat Risiko Breakdown Harga XRP Tetap Ada
Ketika para pembeli ragu, satu kelompok memilih untuk bertindak.
Wallet yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta XRP mulai mengurangi eksposur. Pada 18 Januari, kelompok ini menguasai sekitar 11,16 miliar XRP. Hingga pembacaan terakhir, saldo mereka turun menjadi sekitar 11,07 miliar XRP.
Itu adalah pengurangan sekitar 90 juta XRP. Dengan harga XRP saat ini, jumlah ini setara distribusi sekitar US$170 juta.
Crypto Whale XRP Melakukan Dumping | Sumber: Santiment
Tekanan jual ini juga memberi alasan mengapa XRP gagal bereaksi terhadap hidden bullish divergence. Ini juga menjelaskan kenapa harga tetap tertekan di dekat area support. Dari sudut pandang teknikal, risikonya sekarang sudah jelas.
Jika harga harian ditutup di bawah US$1,85-US$1,86, ini akan menembus support wedge dan memicu target penurunan. Harga berpotensi turun ke area US$1,70 lebih dulu, kemudian bisa melanjutkan penurunan ke US$1,42 jika momentum makin kuat. Itu artinya mendekati target breakdown hampir 25%.
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView
Untuk mengurangi tekanan bearish, XRP perlu kembali merebut level US$1,98. Itu mungkin akan memberi sedikit sentimen positif jangka pendek, tapi tanpa adanya partisipasi buyer baru, kemungkinan hanya akan memantul sejenak dan tidak membalikkan tren. Saat ini terlihat jelas terjadi ketidakseimbangan. Jualan masih terus ada, sedangkan buyer sepertinya belum muncul.
Koin Privasi Solana Reli 60% setelah Pengumuman Swap Lintas Chain Baru
Harga native token dari GhostWareOS, GHOST, melonjak hampir 60% dalam 24 jam terakhir, karena trader bereaksi terhadap pengumuman proyek ini tentang ekspansi besar produk privasi mereka di Solana.
GhostWareOS adalah proyek infrastruktur privasi berbasis Solana yang bertujuan menyediakan pembayaran anonim, transfer stealth, dan alat likuiditas menjaga privasi di blockchain yang sepenuhnya transparan seperti Solana.
Peluncuran GhostSwap Tempatkan GhostWare di Pusat Dorongan Privasi Solana
Pada waktu publikasi, GHOST diperdagangkan di harga US$0,003692, naik sebesar 58,3% dalam 24 jam terakhir.
Performa Harga GhostwareOS (GHOST) | Sumber: CoinGecko
Momen kenaikan semakin cepat setelah GhostWareOS memastikan akan meluncurkan produk baru minggu depan.
“The Privacy Layer of Solana, GhostWareOS powered by $GHOST, will be releasing a new product this coming week. We call it GhostSwap,” bunyi pengumuman tersebut.
Pengumuman ini langsung memicu spekulasi bahwa GhostWare berkembang melampaui pembayaran privat, menuju tumpukan privasi lintas chain yang lebih luas.
GhostSwap diposisikan sebagai decentralized exchange dan bridge lintas chain yang mengutamakan privasi. Menurut GhostWare, produk ini memungkinkan pengguna menukar aset dari blockchain eksternal ke Solana tanpa membuka identitas wallet, riwayat transaksi, ataupun jalur aset.
Tidak seperti bridge dan DEX tradisional yang meninggalkan jejak transparan di chain, GhostSwap dirancang untuk memutus tautan antara deposit dan penarikan. Hal ini dilakukan dengan mengalirkan dana melalui liquidity pool shielded dan mekanisme atomic swap.
Roadmap GhostWare 2026 Tunjukkan Ekonomi Privasi Full-Stack di Solana
Peluncuran ini membangun visi jangka panjang GhostWare yang dijelaskan dalam roadmap privasi tahun 2026 yang dipublikasikan pada 21 Januari.
“Pada 2025, kami menetapkan GhostWare sebagai layer privasi di Solana, serta meluncurkan GhostPay untuk memungkinkan pembayaran anonim di chain,” papar tim tersebut.
Roadmap tersebut memperluas cakupan menjadi apa yang GhostWare sebut “ekonomi privasi penuh” yang digerakkan oleh token GHOST.
Selain GhostSwap, roadmap ini juga mencakup GhostSend, sistem transfer stealth berbasis pengirim yang menyembunyikan identitas pengirim bahkan dari penerimanya.
Fitur ini ditujukan untuk pembayaran peer-to-peer privat, donasi, dan pendanaan aktivis, di mana tidak terhubungnya identitas sangat penting.
GhostWare juga memaparkan rencana integrasi keperluan perusahaan dan NGO di awal 2026. Ini termasuk payroll privat, pembayaran B2B, serta remitansi stablecoin, dengan Zebec sebagai penyedia payroll on-chain yang sudah disebut menjadi mitra pilot secara langsung.
Serangkaian upgrade yang direncanakan untuk Ghost Network juga menopang ekosistemnya dan berfungsi sebagai relay serta layer enkripsi yang menjaga privasi proyek ini.
Upgrade-upgrade tersebut termasuk multi-hop routing, penghilangan metadata, penerapan alamat stealth secara wajib, hingga integrasi zero-knowledge proofs dan multi-party computation di masa depan guna menurunkan asumsi kepercayaan dan meningkatkan desentralisasi.
Lonjakan tajam harga GHOST mencerminkan keyakinan yang semakin besar bahwa infrastruktur privasi kini menjadi layer strategis dalam ekosistem Solana yang berkecepatan tinggi—terutama saat kasus penggunaan institusi, perusahaan, dan kemanusiaan mulai menjadi sorotan.
Risiko Skalabilitas, Teknis, dan Regulasi Redam Reli GHOST
Namun, perlu dicatat bahwa meskipun GhostWareOS menawarkan GHOST sebagai layer privasi Solana lewat GhostSwap, transfer stealth, dan pilot perusahaan, teknologi yang ditawarkan masih terlalu dibesar-besarkan dan belum terbukti benar.
TPS riil Solana masih rendah, terkadang mengalami gangguan, verifikasi ZK sering terkendala, dan risiko regulasi pada alat privasi menimbulkan keraguan terhadap skalabilitas dan ketahanan jangka panjangnya.
Contoh Gangguan Solana | Sumber: Status.Solana
Secara khusus:
TPS riil Solana hanya sekitar 700–1.400, jauh di bawah klaim 65.000.
Gangguan historis (7 kali dalam 5 tahun, meski stabil di akhir 2025–2026) masih menyisakan catatan.
Verifikasi ZK menghadapi tantangan komputasi dan bug.
Aset kripto privasi memiliki risiko regulasi di tengah aturan yang makin ketat.
Oleh karena itu, reli karena hype ini menunjukkan pola umum di pasar kripto. Lonjakan 60% kemungkinan besar lebih karena hype, bukan utilitas yang benar-benar berkelanjutan.
Apakah Crypto Whale Axie Infinity (AXS) Baru Saja Masuk di Risiko Koreksi setelah Reli 41%?
Harga Axie Infinity mengalami koreksi, tapi pertanyaan besarnya adalah mengapa whale justru membeli sekarang. Sejak breakout pada 21 Januari, harga AXS melonjak sekitar 41% dan tertahan di dekat US$3,00. Reli ini berlangsung cepat dan hampir tanpa hambatan. Tapi, sekarang mulai muncul tanda-tanda peringatan, harga turun lebih dari 17% dalam sehari, meski holder besar diam-diam menambah posisi mereka.
Situasi ini memunculkan konflik yang jelas. Whale masuk kembali, tapi beberapa sinyal di chart menunjukkan risiko koreksi jangka pendek semakin besar.
Bearish Harami Menandakan Kelelahan Pembeli setelah Reli
Peringatan awal tentang crash dalam 24 jam terakhir terlihat dari struktur candle harian AXS. Pola bearish harami terbentuk di dekat harga tertinggi baru-baru ini. Bearish harami terjadi ketika candle merah kecil muncul di dalam body candle hijau kuat sebelumnya. Ini menandakan buyer mulai kehilangan tenaga dan seller mulai mendorong harga turun.
Fraktal Harga Axie Infinity | Sumber: TradingView
Ingin insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Pola ini penting karena Axie Infinity pernah menunjukkan pola serupa sebelumnya. Pada 18 Januari, muncul bearish harami setelah kenaikan yang kuat. Di hari-hari berikutnya, harga AXS terkoreksi hampir 26%. Pergerakan itu disebabkan oleh buyer yang mulai mundur dan seller menggunakan harga tinggi untuk keluar dari posisi mereka.
Artinya, koreksi lebih dalam bisa saja terjadi, terutama karena harga AXS turun 17% dalam 24 jam terakhir. Setelah reli 41%, ini menandakan kekuatan bullish tidak lagi menanjak. Setidaknya, untuk sementara waktu.
Whale Akhirnya Mulai Beli Lagi — Optimisme yang Salah Tempat?
Data on-chain menunjukkan ada perubahan penting. Whale Axie Infinity sebelumnya justru mengurangi eksposur saat reli berlangsung. Tekanan jual ini terlihat dari data Santiment, sejalan dengan kenaikan harga yang konsisten. Ini mengonfirmasi bahwa whale AXS mungkin memanfaatkan penguatan harga Axie Infinity sebesar 220% secara bulanan untuk melepas posisi yang tadinya banyak rugi.
Kini, perilaku mereka berubah.
Sejak 22 Januari, wallet whale menambah kepemilikan dari sekitar 243,78 juta AXS menjadi kurang lebih 243,94 juta AXS. Berarti ada penambahan sekitar 160.000 token. Dengan harga saat ini, pembelian itu bernilai sekitar US$430.000.
Whale AXS | Sumber: Santiment
Ini menunjukkan whale tidak lagi menggunakan reli untuk keluar. Sebaliknya, mereka justru menambah posisi dengan keyakinan dan kekuatan.
Hal ini memang memberi lapisan support sekarang, tapi belum menghilangkan risiko jangka pendek yang terlihat dari pola candlestick bearish harami yang sudah memicu koreksi.
Data arus exchange memperkuat gambaran yang campur aduk ini. Pada 15 Januari, Axie Infinity mencatat inflow exchange besar sekitar 4,07 juta token, sinyal jelas adanya tekanan jual. Tapi, pada 18 Januari, arus balik drastis ke zona negatif, dengan sekitar 465.000 token keluar dari exchange yang menunjukkan permintaan beli sangat kuat.
Arus Exchange Masih Dominan Pembeli | Sumber: Santiment
Per 24 Januari, arus keluar exchange melambat menjadi sekitar 112.000 token. Artinya, buyer masih mendominasi, tapi permintaannya sudah tidak sekuat sebelumnya. Profit-taking sudah dimulai, meski whale masih menambah posisi secara selektif. Apakah whale benar dengan keputusan mereka?
Divergensi MFI dan Level Harga AXS Menjadi Penentu
Indikator momentum semakin memperkuat sinyal waspada. Money Flow Index, yang mengukur tekanan beli dan jual berdasarkan harga serta volume, justru turun walau harga bergerak naik antara 17–23 Januari di US$2,71.
Pembelian Saat Koreksi Melemah | Sumber: TradingView
Ini menunjukkan bahwa pembelian saat harga turun tidak sekuat saat awal reli. Harga AXS mulai turun, dan minimnya support langsung di bawahnya mendorong harga ke level yang lebih rendah.
Dari perspektif harga, level-level kunci dengan cepat menjadi perhatian utama. Di sisi atas,Axie Infinity perlu merebut kembali dan bertahan di atas US$3,00 (level psikologis yang sebelumnya menolak harga), lalu bergerak menembus US$3,11. Breakout bersih di atas US$3,11 bisa saja membuka kembali jalan menuju US$4,02.
Analisis Harga AXS | Sumber: TradingView
Tapi hal tersebut tidak terjadi.
Di sisi bawah, US$2,54 menjadi support krusial. Level ini sejajar dengan retracement Fibonacci 0,618 dan sebelumnya berperan sebagai zona reaksi yang kuat. AXS kehilangan US$2,54, dan koreksi pun dimulai.
Sekarang, koreksi bisa saja makin dalam menuju US$2,20 bahkan US$1,98, sehingga whale bisa makin terperangkap.
Analisis Harga AXS (Kasus Saat Ini) | Sumber: TradingView
Whale memang membeli, tapi momentum mulai memudar. Pembeli masih memegang kendali, namun mereka tidak lagi agresif.
Jika Axie Infinity berhasil merebut kembali level di atas US$2,54 dan momentumnya terbangun lagi, reli bisa berlanjut. Jika tidak, market mungkin butuh koreksi lebih dalam sebelum bergerak naik lagi di tahap berikutnya.
Ketika Kraken mengumumkan akuisisi Breakout pada September 2025, ini memberikan sinyal jelas kepada industri aset kripto: prop trading sudah hadir. Kesepakatan ini menjadi momen pertama kali exchange aset kripto besar masuk langsung ke bidang proprietary trading, menggabungkan infrastruktur kelas institusi milik Kraken dengan model pendanaan berbasis evaluasi dari Breakout.
“Breakout memberi kami cara untuk mengalokasikan modal berdasarkan bukti kemampuan, bukan hanya akses terhadap modal itu sendiri,” ujar Arjun Sethi, co-CEO Kraken. “Di dunia yang cepat bergerak dari siapa yang kamu kenal ke apa yang kamu tahu, kami ingin membangun sistem yang memberikan penghargaan pada performa nyata, bukan sekadar latar belakang.”
Langkah akuisisi ini menunjukkan tren yang lebih luas: apa yang dulu hanya fenomena trading ritel kini sudah berkembang menjadi sektor yang menarik perhatian institusi besar—beserta modal dalam jumlah signifikan.
Angka di Balik Reli
Pertumbuhan industri prop trading sangat luar biasa. Berdasarkan data Google Trends, volume pencarian global untuk “prop trading” melonjak lebih dari 5.000% dari 2020 sampai 2025. Istilah pencarian ini bahkan sempat mencapai rekor tertinggi, menandakan meningkatnya kesadaran dan permintaan terhadap program trading dengan pendanaan.
Analis industri memperkirakan nilai pasar prop trading mencapai US$5,8 miliar pada 2024, dan diproyeksikan naik menjadi US$14,5 miliar pada 2033. Angka tersebut mencerminkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk yang melampaui kebanyakan sektor fintech—prop trading tumbuh 1.264% antara Desember 2015 hingga April 2024, dibandingkan dengan pertumbuhan 240% untuk pencarian investasi tradisional pada periode yang sama.
Segmen kripto dari pasar ini justru berkembang lebih pesat lagi. Laporan industri terbaru menunjukkan bahwa 90% dari 20 perusahaan prop trading teratas mengalami kenaikan minat pencarian Google hanya pada Agustus 2025, dan perusahaan native kripto mendapatkan daya tarik paling kuat.
Mengapa Pemain Besar Mulai Melirik
Langkah Kraken menuju prop trading tidak terjadi secara tiba-tiba. Exchange ini sebelumnya telah membeli NinjaTrader seharga US$1,5 miliar dan Capitalise.ai beberapa bulan sebelum kesepakatan Breakout, menandakan dorongan strategis untuk menguasai seluruh siklus trading, baik ritel maupun profesional. Para pengamat industri berspekulasi bahwa rangkaian akuisisi ini adalah pondasi untuk kemungkinan Kraken melakukan IPO.
Akuisisi Breakout secara khusus menawarkan nilai tambah yang menarik: dengan mengintegrasikan prop trading langsung ke Kraken Pro, exchange ini bisa mengidentifikasi dan membina trader-trader berbakat sambil mendapatkan pemasukan dari biaya evaluasi dan skema bagi hasil. Breakout sendiri sudah menyediakan lebih dari 20.000 akun dengan dana sejak diluncurkan pada 2023—basis pelanggan yang kini mendapatkan akses ke likuiditas dan infrastruktur institusi milik Kraken.
Bagi industri prop trading, akuisisi ini menjadi bentuk validasi. Ketika sebuah exchange teregulasi dengan reputasi sebesar Kraken membuat langkah strategis pada model trader dengan pendanaan, ini menandakan bahwa prop trading sudah berkembang melebihi sekadar fenomena ritel dan jadi sesuatu yang lebih tahan lama.
Lanskap Persaingan yang Terus Berkembang
Kesepakatan Kraken-Breakout telah mengubah dinamika persaingan di prop trading kripto. Pemain lama seperti FTMO—yang selama ini dianggap sebagai standar emas industri sejak 2015—sekarang menghadapi persaingan bukan hanya dari prop firm lain, tapi juga dari exchange besar yang punya cadangan dana lebih besar serta basis pengguna lebih luas.
FTMO merespons langkah ini dengan memperluas produk kripto mereka, menambah 22 pasangan baru dan memperbaiki spread pada Juli 2025, sehingga total ada lebih dari 30 instrumen CFD kripto. Perusahaan asal Ceko ini telah melayani lebih dari satu juta trader dan masih mempertahankan rating Trustpilot 4,8/5—rekam jejak yang sangat penting di industri dengan tingkat kepercayaan yang masih menjadi kunci.
tetapi akuisisi ini juga menciptakan peluang baru bagi platform yang mengusung posisi berbeda. Sementara prop trading yang didukung exchange bersaing dari segi modal dan infrastruktur, kategori baru perusahaan native kripto kini muncul dengan fokus pada pengembangan trader bersamaan dengan pendanaan.
Frontier Berikutnya: Pengembangan Trading Terintegrasi AI
Meskipun akuisisi Kraken menyoroti semakin matangnya industri prop trading secara institusional, ada juga celah yang sekarang berusaha diisi oleh berbagai platform inovatif. Mayoritas prop firm—termasuk Breakout—masih fokus pada evaluasi dan penyediaan modal. Tetapi mereka belum menawarkan pengembangan trader secara sistematis.
Hal ini penting karena data kinerja trader masih cukup mengejutkan. Sumber industri secara konsisten melaporkan bahwa hanya 5-10% trader lolos evaluasi pertama mereka, dan lebih sedikit lagi yang benar-benar mendapatkan pencairan dari akun dengan pendanaan. Masalah utama bukan kurangnya modal—melainkan celah psikologis dan teknis yang sering membuat trader gagal.
Di antara platform yang mencoba menutup celah ini, Fondeo.xyz menonjol sebagai salah satu contoh dari apa yang kini disebut beberapa pengamat industri sebagai “generasi berikutnya” prop trading kripto. Platform ini menggabungkan AI coach langsung dalam pengalaman trader dengan pendanaan—sebuah pendekatan yang melihat psikologi trading tak bisa dipisahkan dari performa trading itu sendiri. Untuk trader yang selama ini mengalami kesulitan dengan model evaluasi konvensional, kombinasi antara pendanaan dan pengembangan ini menawarkan nilai yang benar-benar berbeda.
Pendekatan ini selaras dengan tren yang lebih luas di alat trading AI. Pasar global AI untuk trading diperkirakan tumbuh dari US$24,53 miliar pada 2025 menjadi US$40,47 miliar di 2029—tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 13,3%. Tetapi ketika kebanyakan alat trading AI sekarang fokus pada eksekusi atau analisis, integrasi AI coaching dalam infrastruktur prop firm adalah peluang inovasi yang belum banyak dieksplorasi—dan inilah yang kini dirintis oleh platform seperti Fondeo.xyz.
Apa Arti Ini untuk Trader
Bagi calon trader kripto, akuisisi Kraken-Breakout menghadirkan peluang sekaligus kewaspadaan. Di satu sisi, keterlibatan institusi membawa kredibilitas, infrastruktur lebih baik, dan platform yang lebih stabil. Trader Breakout kini dapat menikmati standar keamanan kelas Kraken, likuiditas institusi, dan dukungan dari salah satu nama paling dipercaya di dunia aset kripto.
Namun di sisi lain, prop trading institusi kemungkinan bakal semakin kompetitif dan kurang memberi toleransi. Kraken menegaskan bahwa program evaluasi Breakout “didesain sangat ketat”, untuk memverifikasi kemampuan manajemen risiko dan disiplin strategi sebelum modal diberikan. Kebanyakan pendaftar, terang mereka, tidak lulus di percobaan pertama.
Hal ini menciptakan segmentasi alami di pasar. Trader percaya diri pada kemampuannya kemungkinan akan tertarik pada nama-nama besar seperti FTMO atau opsi yang didukung exchange seperti Breakout. Sementara mereka yang ingin membangun skill sambil menikmati akses pendanaan—terutama untuk lingkungan kripto yang unik dan aktif 24/7—mungkin akan lebih cocok dengan platform terpadu seperti Fondeo.xyz sebagai jalur pengembangan karier mereka.
Melihat ke Depan: Institusionalisasi Prop Trading
Akusisi Breakout oleh Kraken sepertinya bukan yang terakhir di bidang ini. Saat prop trading mencapai tingkat minat pencarian tertinggi dan pasar berkembang menuju valuasi proyeksi sebesar US$14,5 miliar, exchange besar lain dan pelaku fintech kemungkinan juga akan mempertimbangkan langkah serupa.
Pengamat industri memperkirakan akan terjadi konsolidasi. Perusahaan kecil dengan pembayaran yang tidak konsisten atau praktik yang meragukan akan kesulitan bersaing melawan platform milik exchange yang punya sumber daya lebih besar. Di sisi lain, pemain yang punya keunggulan—baik lewat teknologi yang lebih baik, pengembangan trader berbasis AI, atau fokus pasar tertentu—akan menemukan ceruk yang bisa bertahan.
Data dari Google Trends menunjukkan dengan jelas: minat terhadap prop trading belum melambat. Bagi trader, hal ini berarti lebih banyak pilihan, infrastruktur yang lebih baik, dan peningkatan legitimasi. Bagi industri, ini menandakan transisi dari fenomena ritel ke kelas aset institusional semakin terlihat.
Menurut Sethi dari Kraken, “Beginilah cara platform modal modern seharusnya berjalan. Transparan, dapat diprogram, dan terbuka untuk siapa saja yang punya keunggulan.” Pada tahun 2026, keunggulan itu mungkin tidak hanya datang dari keahlian trading, tapi juga dari memilih platform yang tepat untuk berkembang—baik itu perusahaan institusional besar atau inovator fokus yang mengandalkan pengembangan trader berbasis AI.
Smart Money Keluar dari Token Seeker Solana setelah Reli 200%
Harga Seeker kini memasuki fase koreksi. Setelah sempat reli tajam 200% pasca peluncuran awal pekan ini, SKR kini turun hampir 25% dalam 24 jam terakhir. Perubahan ini semakin penting karena para pembeli yang mendorong pergerakan harga juga berubah.
Pada analisis sebelumnya, kami menunjukkan bagaimana smart money menyerap aksi jual airdrop dan menstabilkan harga. Tapi, skenario tersebut sudah tidak berlaku lagi. Smart money mulai mengurangi eksposur, saldo di exchange meningkat, dan di saat yang sama whales secara diam-diam menambah kepemilikan. Akibatnya, market kini bergerak berlawanan arah, sementara cliff hingga 5% kini jadi sorotan.
Breakdown Krusial Picu Smart Money Keluar
Kerentanan pertama muncul pada 24 Januari.
Pada chart satu jam, harga Seeker turun menembus garis Volume Weighted Average Price (VWAP). VWAP adalah harga rata-rata yang dibayar trader, dengan bobot berdasarkan volume transaksi.
Saat harga berada di atas VWAP, pembeli masih menguasai pasar. Sementara jika harga turun di bawah VWAP, biasanya ini menandakan distribusi, bukan konsolidasi yang sehat.
Seeker Kehilangan VWAP | Sumber: TradingView
Ingin insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Breakdown ini sangat berkaitan dengan perilaku smart money.
Dalam 24 jam terakhir, wallet smart money telah memangkas kepemilikan SKR mereka hingga 56,48%. Berdasarkan data on-chain, kelompok ini mengurangi sekitar 8,5 juta SKR dari posisinya hanya dalam satu hari. Ini bukan pemangkasan perlahan. Ini adalah aksi keluar tegas setelah struktur jangka pendek gagal dipertahankan.
Smart Money Kurangi Pasokan | Sumber: Nansen
Hal ini penting karena smart money biasanya bergerak lebih dulu. Jika mereka berhenti setelah VWAP gagal dipertahankan, biasanya itu sinyal bahwa potensi keuntungan jangka pendek sudah tidak sebanding dengan risikonya.
Inilah kenapa usaha rebound Seeker terkesan gagal, walau harga berusaha stabil. Tapi, aksi jual dari smart money hanyalah satu sisi dari situasi ini.
Whale Beli Saat Harga Turun karena Satu Divergence Menandakan Akumulasi
Ketika para trader berpengalaman keluar, whale justru masuk dari arah sebaliknya.
Dari 23 hingga 24 Januari, harga Seeker tetap turun, namun Money Flow Index (MFI) justru naik di periode yang sama. MFI melacak tekanan beli-jual dengan mempertimbangkan harga dan volume. Jika harga turun sementara MFI naik, itu berarti terjadi akumulasi secara diam-diam.
Pembeli Saat Koreksi | Sumber: TradingView
Divergensi ini menjelaskan bagaimana perilaku whale.
Dalam 24 jam terakhir, kepemilikan whale meningkat 40,78% sehingga kini totalnya menjadi 56,49 juta SKR. Artinya, whale menambah sekitar 16,3 juta SKR selama masa koreksi ini.
Berbeda dengan smart money, whale tidak berfokus ke pergerakan jangka pendek. Mereka justru masuk saat harga melemah, yang sangat selaras dengan sinyal akumulasi dari MFI di fase koreksi.
Whale Seeker | Sumber: Nansen
Ini menimbulkan perbedaan tujuan yang jelas. Smart money mundur setelah VWAP gagal, sedangkan whale justru masuk saat momentum menurun dan sinyal pembelian di fase koreksi muncul.
Meski begitu, akumulasi whale tidak secara otomatis membuat harga jadi kuat. Whale memang bisa menyerap pasokan, namun mereka tetap tidak bisa menghentikan penurunan harga jika tekanan jual dari pihak lain semakin meningkat. Di sinilah perilaku exchange jadi fokus utama.
Arus Masuk Exchange Tetap Menjaga Risiko Breakdown Harga Seeker
Walau ada aksi beli dari whale, tekanan pasokan tetap tinggi.
Saldo di exchange melonjak tajam dalam 24 jam terakhir, naik 10,94% hingga menyentuh 453,67 juta SKR. Artinya, sekitar 44,8 juta SKR berpindah ke exchange selama periode ini. Aksi keluar dari smart money ikut memicu aliran ini, dan kemungkinan besar aksi profit-taking oleh ritel juga menambah tekanan penjualan.
Pergeseran suplai ini terlihat jelas dalam data volume.
Pada grafik empat jam, On-Balance Volume (OBV) menunjukkan tren menurun meski harga tetap tinggi antara 21 Januari hingga 24 Januari. OBV melacak apakah volume mengonfirmasi pergerakan harga. Ketika harga bertahan, tetapi OBV turun, ini menandakan reli terjadi karena permintaan yang menipis, bukan akumulasi yang kuat.
Inilah alasan pembelian whale belum menghasilkan reli lanjutan ke atas. Apalagi, lonjakan arus masuk ke exchange dengan mudah melampaui jumlah akumulasi mereka.
Sekarang, risiko teknikal sudah jelas. Pada penutupan empat jam, US$0,028 adalah level kunci, yaitu pergerakan 5% dari level saat ini pada saat publikasi. Penutupan dengan jelas di bawah level ini, yang diiringi breakdown garis tren OBV, akan mengisyaratkan tekanan jual melebihi akumulasi dan membuka risiko penurunan menuju US$0,0120.
Analisis Harga Seeker | Sumber: TradingView
Untuk potensi naik, Seeker perlu merebut kembali US$0,043 untuk membangun kepercayaan. Setelah itu, US$0,053 tetap menjadi zona resistance terpenting, di mana pasokan sebelumnya terkonsentrasi. Tanpa perubahan perilaku volume, level ini akan sulit ditembus.
Strukturnya menunjukkan cerita yang sederhana. Smart money sudah menyingkir. Whale sedang akumulasi. Exchange mulai terisi. Selama ketidakseimbangan ini berlanjut, harga Seeker tetap rentan.
Perangkap Bear Zcash Aktif setelah Reli 15%: Apa Berikutnya untuk Harga ZEC?
Harga Zcash melakukan sesuatu yang penting setelah berminggu-minggu melemah. Sejak 19 Januari, harga ZEC telah naik hampir 15%, bergerak dari level rendah breakdown sekitar US$336 menjadi sekitar US$362. Pergerakan ini muncul hanya beberapa hari setelah pola bearish yang terkonfirmasi pecah, tepat seperti setup yang sering menjebak penjual agresif.
Strukturnya masih terlihat berisiko di permukaan. Tapi di balik itu, akumulasi berlangsung secara diam-diam. Sekarang perhatian tertuju pada satu level penting. Zcash berada sekitar 9% di bawah level Fib utama, yang juga memfokuskan perhatian pada salah satu garis EMA. Apakah harga bisa merebut kembali level ini bisa menentukan apakah rebound ini hanya menjadi pantulan sesaat atau berubah menjadi sesuatu yang lebih besar, bahkan reli.
Rebound Kembali Menyorot Garis EMA 100 Hari
Rebound ini bukan terjadi tanpa sebab.
Setelah breakdown head-and-shoulders terjadi, harga Zcash sempat turun menuju US$336 sebelum pembeli masuk untuk mungkin mengaktifkan jebakan.
Sejak saat itu, harga telah naik sekitar 15%, tertahan sedikit di bawah EMA 100 hari (exponential moving average). EMA sendiri merupakan indikator tren yang memberi bobot lebih pada harga-harga terbaru.
Terakhir kali Zcash menembus ke atas EMA 100 hari, yaitu pada 3 Desember, harga kemudian reli lebih dari 70% dalam beberapa minggu setelahnya. Memang riwayat ini bukan jaminan akan terulang, tapi hal ini menjadi alasan mengapa level ini saat ini sangat penting.
Setup Jebakan Zcash | Sumber: TradingView
Ingin insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Kripto Editor Harsh Notariya di sini.
Bersamaan dengan itu, penjual masih aktif di dekat area resistance. ZEC kesulitan menembus US$386, di mana pantulan ini tertahan, menandakan pasokan belum menghilang. Hal ini membuat struktur bearish secara teknis masih hidup. Pertanyaannya, apakah kekuatan beli dari bawah cukup kuat untuk merebut kembali level tersebut?
Jawabannya dimulai dari siapa saja yang sudah membeli sejak 19 Januari.
Whale Akumulasi saat Kekuatan Beli saat Harga Turun Meningkat
Data on-chain menunjukkan akumulasi terjadi di area yang biasanya paling penting.
Dalam tujuh hari terakhir, para mega whale (100 alamat teratas) telah meningkatkan kepemilikan ZEC mereka sekitar 9%, sehingga saldo menjadi sekitar 42.623 ZEC. Ini berarti telah terjadi akumulasi bersih sekitar 3.500 ZEC selama fase rebound.
Wallet whale standar juga mengikuti. Kepemilikan kelompok ini naik sekitar 5%, membuat saldonya menjadi sekitar 10.182 ZEC. Ini setara dengan tambahan 480 ZEC yang terakumulasi selama periode yang sama.
Akumulasi ZEC Berlanjut | Sumber: Nansen
Secara total, para whale telah menambah sekitar 4.000 ZEC sejak 19 Januari. Ini bukan pembelian di harga puncak. Ini adalah proses akumulasi setelah breakdown yang terkonfirmasi, dengan ekspektasi harga akan menguat. Tapi, smart money sudah sepenuhnya keluar, mengisyaratkan ekspektasi bounce di jangka pendek masih rendah.
Indikator momentum sejalan dengan pandangan itu. Antara 14 Januari dan 24 Januari, harga ZEC terus menurun, namun Money Flow Index justru naik, menciptakan divergensi bullish.
MFI mengukur tekanan beli dan jual dengan memperhitungkan harga dan volume, sehingga bisa menjadi indikator adanya pembelian saat harga turun. Jika harga turun sementara MFI naik, ini menandakan adanya pembelian di balik layar. Pola seperti ini biasanya melindungi harga dari potensi penurunan lebih lanjut.
Aksi Beli di Harga Turun | Sumber: TradingView
Posisi derivatif menambah satu lapisan analisis lagi. Setelah pergerakan terakhir, leverage telah kembali normal, menjadi hampir seimbang. Dalam 30 hari ke depan pada Binance ZEC perpetuals, likuidasi posisi short masih sedikit lebih besar dari long, yaitu US$26,37 juta dibandingkan US$22 juta pada posisi long.
Ketidakseimbangan ini berarti harga tidak harus membalikkan seluruh tren untuk bergerak naik. Dorongan sedang saja bisa mulai memaksa penutupan posisi short.
Posisi Short Masih Lebih Banyak dari Long | Sumber: Coinglass
Semua poin ini menunjukkan hal yang sama: akumulasi memang berlangsung.
Level Harga Zcash yang Menentukan Breakout atau Gagal dari Bear Trap
Strukturnya sekarang sederhana.
Di sisi bawah, perangkap gagal jika ZEC kehilangan US$335-US$336 pada penutupan harian. Jika harga bergerak kembali di bawah level tersebut, pola bearish tetap aktif dan membuka peluang penurunan yang lebih dalam.
Untuk sisi atas, ujian kunci berada di sekitar US$386-US$395 (level Fib 0,236), atau sekitar 9% dari level saat ini. Area ini juga sejajar dengan EMA 100-hari. Penutupan harian di atas zona tersebut akan mencerminkan pergerakan Desember dan secara signifikan bisa melemahkan struktur bearish.
Jika harga berhasil mencapai kembali zona itu, target berikutnya berada di sekitar US$463, di mana terdapat supply dan klaster likuidasi sebelumnya. Jika harga menembus di atas zona tersebut, right shoulder pada pola head-and-shoulders otomatis tidak berlaku lagi. Di atas US$557, seluruh skenario bearish lebih luas pun menjadi tidak valid.
Analisis Harga Zcash | Sumber: TradingView
Sampai salah satu level ini tertembus, harga Zcash masih berada di zona keputusan yang sempit.
Intinya jelas, ZEC sudah reli 15%, whale terus melakukan akumulasi saat harga lemah, dan tekanan pembelian saat penurunan terlihat nyata. Saat ini, harga hanya berjarak 9% dari level yang secara historis sering memicu pergerakan besar selanjutnya.
Binance dan OKX Akan Masuk ke TradFi dengan Saham Ter-tokenisasi
Exchange kripto besar Binance dan OKX dikabarkan sedang menjajaki peluncuran kembali saham AS yang sudah di-tokenisasi.
Langkah ini menjadi strategi baru agar bisa memperoleh imbal hasil keuangan tradisional (TradFi) di tengah volume perdagangan aset kripto yang stagnan, mendorong platform-platform tersebut untuk melakukan diversifikasi ke aset dunia nyata (RWA).
Kembali ke Saham yang Ditokenisasi?
Langkah ini menghidupkan kembali produk yang pernah diuji Binance dan kemudian dihentikan pada 2021 karena terkendala regulasi. Meski demikian, hal ini bisa membuat exchange tersebut bersaing di pasar ekuitas tokenisasi yang berkembang pesat meskipun masih baru.
Pada April 2021, Binance meluncurkan token saham untuk perusahaan besar seperti Tesla, Microsoft, dan Apple yang diterbitkan oleh broker Jerman, CM-Equity AG, dengan Binance sebagai pengelola perdagangan.
Layanan ini dihentikan pada Juli 2021 karena tekanan dari regulator, seperti BaFin Jerman dan FCA Inggris. Regulator menganggap produk-produk tersebut sebagai penawaran sekuritas tanpa lisensi dan tidak memiliki prospektus yang sesuai.
Saat itu, Binance menyebut ada perubahan fokus bisnis perusahaan. Tapi, laporan terbaru dari The Information mengungkapkan bahwa Binance kini sedang mempertimbangkan peluncuran ulang untuk pengguna di luar AS supaya terhindar dari pengawasan SEC, sehingga bisa tercipta pasar paralel yang buka 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
Selain itu, OKX juga kabarnya sedang mempertimbangkan penawaran serupa sebagai bagian dari ekspansi RWA exchange tersebut. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari salah satu exchange tersebut, dan detail tentang penerbit, daftar saham, atau waktu peluncuran masih terbatas.
Dalam laporan tersebut, juru bicara Binance menjelaskan bahwa eksplorasi ekuitas yang sudah di-tokenisasi merupakan “langkah alami berikutnya” untuk menjembatani TradFi dan kripto.
Mengapa Exchange Kripto Ingin Saham AS Sekarang
Pada tahun 2026, pasar kripto mengalami stagnasi volume perdagangan secara terus-menerus, sehingga exchange berupaya mencari sumber pendapatan baru.
“Aktivitas perdagangan spot BTC masih terbatas sejauh ini di 2026: Rata-rata volume spot harian untuk Januari tercatat 2% lebih rendah dari Desember dan 37% di bawah level November,” tulis peneliti David Lawant dalam posting terbarunya.
Analis juga menyoroti bahwa pasar kripto tetap lesu di bulan Januari, dengan volatilitas dan volume perdagangan masih rendah seperti akhir tahun lalu.
Volatilitas dan Volume Perps OKX | Sumber: ApexWhaleNexus di X
Situasi ini bukan konsolidasi tenang, melainkan jebakan likuiditas, di mana order book yang tipis membuat risiko semakin besar dan satu eksekusi buruk bisa memicu kerugian besar bagi trader yang terlalu bertaruh.
Di sisi lain, saham teknologi AS (Nvidia, Apple, Tesla) justru mengalami reli yang kuat, meningkatkan minat holder kripto, terutama yang punya saldo stablecoin, untuk dapat eksposur pada ekuitas tanpa harus keluar dari ekosistem kripto.
Saham yang sudah di-tokenisasi memungkinkan perdagangan asset sintetis 24 jam yang mengikuti harga saham aslinya, namun biasanya didukung kustodian offshore atau derivatif, bukan kepemilikan langsung.
Walaupun pasarnya masih kecil, namun pertumbuhannya semakin cepat. Total nilai saham tokenisasi kini mencapai sekitar US$912 juta, dan data di RWA.xyz menunjukkan kenaikan sebesar 19% dibandingkan bulan lalu. Sementara itu, volume transfer bulanan melampaui US$2 miliar dan alamat aktif juga meningkat signifikan.
Data Saham Tokenisasi | Sumber: RWA.xyz
“Saya pernah beli NVIDIA di Wallet Binance sebelumnya. Justru sekarang prioritas tertinggi untuk kedua perusahaan adalah bagaimana meluncurkan pasar logam mulia. Khususnya perak—selain emas yang cocok untuk penyimpanan fisik, logam lain kurang bernilai untuk disimpan. Saya di Cina, bahkan beli silver paper saja susah; hanya bisa beli ETF,” ucap seorang pengguna.
Analis AB Kuai Dong memperjelas bahwa pasar spot resmi masih terbatas pada futures atau token pihak ketiga seperti PAXG untuk emas.
Persaingan yang Semakin Ketat di Aset Tokenisasi
Gairah ini muncul di tengah persaingan yang semakin luas dalam tokenisasi aset dunia nyata. Pemain tradisional seperti NYSE dan Nasdaq sedang mengajukan persetujuan untuk platform saham on-chain yang teregulasi, sehingga di masa depan mungkin akan bersaing dengan model yang dipimpin exchange kripto di luar negeri.
Robinhood sudah lebih dulu merebut pangsa pasar signifikan di Uni Eropa (dan EEA), meluncurkan saham AS dan ETF berbasis token pada pertengahan 2025. Beberapa data penting dari layanan Robinhood antara lain:
Ekspansi menjadi hampir 2.000 aset tanpa komisi,
Perdagangan 24/5 (menuju perdagangan penuh 24/7 di layer-2 “Robinhood Chain” yang direncanakan dan dibangun di atas Arbitrum), dan
Integrasi ke aplikasi yang ramah pengguna ritel.
Langkah ini menyasar pengguna muda yang paham aset kripto dan ingin akses antar aset secara mudah. Skala global, jumlah pengguna yang besar, serta infrastruktur kripto yang selalu aktif dari Binance dan OKX membuat kedua platform ini siap menantang dominasi Robinhood di Uni Eropa dan memperluas jangkauan ke wilayah yang kurang terlayani seperti Asia dan Amerika Latin.
Pengguna asli kripto di platform mereka juga siap menerima saham yang ditokenisasi sebagai pengembangan alami, sehingga jika proyek ini diluncurkan bisa mendorong adopsi lebih cepat.
Persaingan ini juga berkembang di medan pertempuran antara Robinhood dan Coinbase. Keduanya membangun “exchange segalanya” yang menggabungkan saham, aset kripto, prediction markets, dan fitur lainnya.
Penambahan fitur terbaru dari Coinbase (saham tanpa komisi, prediction markets melalui Kalshi, derivatif melalui akusisi Deribit) secara langsung menyasar kekuatan Robinhood di sektor ritel, sementara Robinhood membalas dengan fitur kripto yang lebih lengkap dan aset tokenisasi di luar negeri.
Jika Binance dan OKX melanjutkan langkah ini, saham tokenisasi bisa menjadi sumber likuiditas baru, menarik modal kembali ke platform aset kripto dan menjembatani hasil dari TradFi.
Keberhasilan, meski begitu, bergantung pada regulasi global, memastikan likuiditas dan akurasi pelacakan tetap terjaga, serta membangun kepercayaan setelah sebelumnya pernah ada penutupan layanan.
Nifty Gateway Milik Gemini Akan Tutup Marketplace NFT pada Februari 2026
Nifty Gateway, salah satu platform paling dikenal yang muncul dari ledakan NFT, telah mengumumkan bahwa mereka akan resmi menutup marketplace-nya pada 23 Februari 2026.
Gemini mengakuisisi Nifty Gateway pada 2019. Exchange yang dipimpin Winklevoss ini juga menyediakan infrastruktur regulasi, kustodian, dan keamanan yang menjadi dasar dari marketplace NFT tersebut, serta transformasinya kemudian menjadi Nifty Gateway Studio sebagai divisi kreatif Web3 Gemini.
Nifty Gateway Langsung Masuk ke Mode Hanya-Penarikan
Mulai sekarang, platform ini memasuki “mode hanya penarikan,” dan pengguna diminta untuk menarik dana serta aset digital mereka sebelum penutupan.
Nifty Gateway Studio membagikan kabar ini, memastikan bahwa tidak akan ada lagi perdagangan maupun aktivitas baru di platform tersebut.
“Hari ini, kami mengumumkan bahwa platform Nifty Gateway akan ditutup pada 23 Februari 2026. Mulai hari ini, Nifty Gateway hanya bisa digunakan untuk penarikan,” ujar perusahaan tersebut dalam pernyataan resminya.
Perusahaan menambahkan bahwa pelanggan yang memiliki USD, ETH, atau NFT akan menerima petunjuk melalui email tentang bagaimana cara memindahkan aset mereka dari platform tersebut.
Diluncurkan sekitar tahun 2020, Nifty Gateway dengan cepat dikenal luas saat gelombang awal NFT. Platform ini menonjol lewat drop karya seni digital terkurasi, serta pendekatan ramah pengguna yang memungkinkan pembelian menggunakan kartu kredit dan mata uang fiat.
Kemudahan akses tersebut membantu menjaring audiens yang lebih luas, termasuk mereka yang bukan dari dunia kripto, saat NFT mulai masuk ke budaya mainstream.
Cameron dan Tyler Winklevoss, pendiri exchange Gemini, mengakuisisi platform ini pada 2019. Akuisisi ini menempatkannya sebagai marketplace NFT andalan, didukung infrastruktur user-custody dan compliance sekelas exchange.
Pada puncak ledakan NFT di tahun 2021, Nifty Gateway menjadi tuan rumah banyak kolaborasi antara kreator ternama dan merek-merek besar. Platform ini turut berperan dalam melegitimasi seni digital dan koleksi digital sebagai kelas aset baru.
namun, seiring volume perdagangan NFT yang anjlok dalam beberapa tahun terakhir dan minat pengguna yang meredup, platform ini kesulitan untuk kembali bersinar. Hal itu terjadi meskipun ada upaya industri yang lebih luas untuk mengubah persepsi NFT menjadi lebih berguna, seperti untuk utilitas, gaming, dan aset dunia nyata. Jaringan ini juga pernah mengalami peretasan pada 2021 yang menyebabkan beberapa akun diretas.
Pembukaan Pasar NFT Memunculkan Pertanyaan atas Masa Depan Nifty Gateway Studio
Penutupan ini mencerminkan berlanjutnya penurunan pasar NFT, yang menyebabkan banyak marketplace harus tutup, konsolidasi, atau beralih dari model perdagangan NFT murni.
Selain Nifty Gateway, pemain lain yang juga baru-baru ini keluar dari arena adalah Nike, hanya beberapa tahun setelah menjadi merek dengan pendapatan NFT terbesar di dunia.
RTFKT, yang diakuisisi Nike pada 2021, juga menutup operasi Web3 mereka pada Januari 2025 karena penurunan tajam pasar NFT.
Oleh karena itu, ini menjadi penarikan profil tinggi berikutnya dari sektor NFT yang dulunya sangat panas, yang kini kesulitan untuk kembali ke masa jayanya setelah puncaknya di 2021.
Sementara Gemini terus memperluas layanan aset kriptonya yang teregulasi secara global, penutupan Nifty Gateway menunjukkan bahwa bahkan pemain awal dengan modal besar pun kesulitan untuk mempertahankan bisnis khusus NFT di situasi pasar saat ini.
Apa Selanjutnya untuk Nifty Gateway Studio?
Menariknya, kabar terbaru ini datang tidak lama setelah Nifty Gateway Studio baru saja mengumumkan lowongan magang terbuka, yang kemungkinan menandakan minat pada talenta baru atau mungkin juga perubahan fokus ke efisiensi biaya.
Jadi, satu pertanyaan penting setelah pengumuman ini adalah masa depan Nifty Gateway Studio (NGS), divisi kreatif Web3 milik perusahaan yang resmi diluncurkan pada 2024.
NGS diposisikan sebagai studio produksi digital lengkap yang berfokus pada pengalaman kreatif imersif berbasis on-chain. NGS bekerja sama dengan seniman, merek, dan kreator dalam menghadirkan konten eksperimental berbasis NFT.
Proyek-proyek yang dikerjakan mencakup collectible edisi terbatas hingga drop interaktif yang menggabungkan AI, seni, dan kepemilikan di blockchain.
Meskipun sangat terkait dengan marketplace aslinya, saat ini belum jelas apakah Nifty Gateway Studio akan:
Terus berjalan secara independen
Berkembang mengikuti strategi besar Gemini, atau
Dihentikan bersamaan dengan penutupan platform utama.
Perusahaan tidak memberikan penjelasan khusus mengenai nasib studio tersebut dalam pengumumannya, dan juga belum merespons permintaan komentar dari BeInCrypto.
“Berita yang sangat menyedihkan. Saya sangat bangga atas pencapaian NG dan kerja keras semua orang. Selama saya menjalankan NG bersama Griffin Cock Foster, kami membayarkan lebih dari US$500 juta kepada para seniman. Pada 2021, jumlah ini sekitar 1/8 dari total yang dibayarkan YouTube kepada kreator pada tahun yang sama. Gerakan NFT akan terus berlanjut,” ucap Duncan Cock Foster, mantan co-founder Nifty Gateway Studio.
Bagi pengguna, prioritas utama saat ini adalah melakukan penarikan aset. Nifty Gateway menekankan bahwa pelanggan harus memindahkan semua dana dan NFT mereka sebelum batas waktu 23 Februari 2026. Setelah itu, platform ini akan menghentikan seluruh operasinya.
3 Alasan Mengapa Setiap Reli Harga Cardano Bisa Gagal di Bawah US$0,37
Harga Cardano kembali memantul, tapi hasilnya nampaknya seperti sebelumnya. Sejak 20 Januari, ADA naik sekitar 7%, sempat menembus lebih tinggi sebelum berbalik turun dan stabil di dekat US$0,35. Ini bukan breakout. Ini hanyalah pantulan lain yang gagal mendapat dorongan lanjutan.
Ada tiga faktor yang menjelaskan kenapa harga Cardano terus gagal pulih, dan mengapa pola yang sama masih terjadi sampai sekarang.
Pantulan terbaru terjadi karena ada hidden bullish divergence di grafik 12 jam. Antara akhir Desember hingga 20 Januari, harga ADA membentuk low yang lebih tinggi, sementara RSI hanya mencetak low sedikit lebih rendah.
Detail ini cukup penting. RSI yang hanya turun sedikit menandakan tekanan jual mulai mereda, bukan berarti buyer sudah menguasai pasar. Divergensi seperti ini biasanya hanya memicu rebound singkat, bukan reli yang berkelanjutan.
Divergensi Lemah: TradingView
Mau insight token seperti ini? Daftar ke Crypto Newsletter Harian dari Editor Harsh Notariya di sini
Itulah yang benar-benar terjadi. Harga Cardano memantul sekitar 7% ke US$0,37 pada 21 Januari, tapi kenaikannya langsung tertahan.
Waktunya juga sangat menentukan. Pada 21 Januari, saat harga menyentuh US$0,37, skor aktivitas pengembangan Cardano mencapai puncak di angka sekitar 6,94, level tertinggi dalam sekitar satu bulan terakhir.
Aktivitas pengembangan mencerminkan seberapa banyak pekerjaan yang terjadi di dalam chain dan biasanya mendukung kepercayaan harga. Pada pertengahan Januari, puncak harga lokal ADA tercapai tidak lama setelah aktivitas pengembangan juga memuncak secara lokal.
Aktivitas Pengembangan Mencapai Puncak Lalu Turun: Santiment
Dukungan yang muncul karena pengembangan tersebut tidak bertahan lama. Aktivitas pengembangan pun turun, dan harga ikut jatuh. Sekarang aktivitas pengembangan sudah naik lagi ke sekitar 6,85, tapi level puncak bulan ini belum terlewati. Divergensi memang menghentikan aksi jual, tapi belum cukup memunculkan permintaan baru untuk mendorong harga lebih tinggi karena pengembangan kembali terhenti.
Alasan 2: Profit Booking Meningkat Setiap Kali Harga Cardano Naik
Masalah utama justru muncul setelah Cardano mulai bergerak naik.
Spent coins age band mencatat seberapa banyak koin dari segala usia berpindah tangan. Angka yang naik biasanya mengindikasikan aksi jual dan holder mengambil profit. Sepanjang sebulan terakhir, setiap kali harga memantul, aktivitas spent coins juga langsung melonjak tajam.
Pada akhir Desember, harga Cardano naik sekitar 12%, dan aktivitas spent coins langsung naik lebih dari 80%, menandakan aksi jual agresif saat harga naik. Di pertengahan Januari, ADA naik sekitar 10%, dan aktivitas spent coins pun meroket hampir 100%, ini mengonfirmasi para holder memanfaatkan reli untuk keluar dari posisi mereka.
Aktivitas Koin Mencapai Puncak: Santiment
Perilaku yang sama kini mulai kembali terlihat. Sejak 24 Januari, aktivitas spent coins sudah naik lebih dari 11%, dari 105 juta menjadi 117 juta, walaupun harga ADA belum berhasil menembus lebih tinggi. Ini mengindikasikan para penjual sudah mempersiapkan posisi untuk pantulan berikutnya, bukan menunggu konfirmasi breakout terlebih dahulu.
Inilah sebabnya momentum terus memudar. Setiap percobaan reli selalu langsung dibalas aksi ambil untung yang makin cepat.
Alasan 3: Whale Sedang Mengurangi Eksposur, Bukan Menyerap Penjualan
Biasanya, para whale bisa menahan tekanan jual seperti ini. Tapi, saat ini mereka tidak melakukannya.
Wallet yang memegang 10 juta sampai 100 juta ADA telah mengurangi saldo dari sekitar 13,64 miliar ADA menjadi sekitar 13,62 miliar ADA, turun sekitar 20 juta ADA sejak 21 Januari. Mulai 22 Januari, wallet yang memegang antara 1 juta hingga 10 juta ADA juga turun dari 5,61 miliar menjadi sekitar 5,60 miliar ADA, berkurang hampir 10 juta ADA.
Whale Mengurangi Simpanan ADA: Santiment
Ini bukan aksi jual panik, tapi jelas terjadi pengurangan saldo bersih. Ketika permintaan dari whale tidak ada lagi, aksi ambil untung tidak lagi tertahan dan harga jadi lebih rentan turun ketika tekanan jual datang.
Data derivatif memperkuat kelemahan ini. Dalam tujuh hari ke depan, likuidasi short mendekati US$107,6 juta, sementara likuidasi long sekitar US$70,1 juta. Short melebihi long lebih dari 50%, sehingga menunjukkan para trader memperkirakan reli akan gagal daripada berlanjut.
Peta Likuidasi | Sumber: Coinglass
Ketidakseimbangan ini menandakan pasar memperkirakan tekanan jual akan kembali dengan cepat jika Cardano mencoba rebound lagi, apalagi di dekat resistance.
Level Harga Cardano yang Menentukan Apa yang Terjadi Selanjutnya
Struktur harga sekarang membuat semuanya jadi lebih jelas.
Di sisi atas, US$0,37 tetap menjadi level kritis pertama. Breakout dan konsolidasi di atas level ini bisa memicu likuidasi short serta memberi sedikit kelegaan sementara. Tapi, US$0,39 jauh lebih penting. Jika Cardano bergerak di atas zona ini, sebagian besar sisa short akan terlikuidasi dan menandai perubahan momentum yang berarti. Setelah itu, US$0,42 adalah level di mana struktur besar bisa kembali bullish.
Di sisi bawah, US$0,34 menjadi support utama. Jika level ini turun, sebagian besar posisi long yang tersisa akan terlikuidasi dan tekanan jual dapat cepat meningkat karena leverage terurai.
Analisis Harga Cardano | Sumber: TradingView
Agar Cardano bisa keluar dari siklus ini, ada tiga hal yang harus terjadi bersamaan. Aktivitas pengembangan perlu kembali dan bertahan di atas level tertinggi terbaru. Aktivitas peredaran koin yang sudah terpakai harus melambat, bukan malah meningkat saat ada rebound. Dan whale perlu kembali menjadi pembeli bersih.
Sampai saat itu, rebound harga Cardano masih rentan.
Trader Pertimbangkan Bayaran US$4 Juta saat Harga Emas Reli Melewati US$5.000
Harga emas telah menembus angka US$5.000 per ons, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah untuk logam mulia ini.
Kenaikan ini menunjukkan kekhawatiran yang meningkat dari para investor terhadap penurunan nilai US Dollar yang berkelanjutan, sementara Bitcoin dan Ethereum masih jauh di bawah level penting.
Emas Reli Melewati US$5.000 di Tengah Nilai Dolar Ambruk
Pada waktu publikasi, emas diperdagangkan di harga US$4.987 setelah menembus titik tertinggi harian di US$5.009 pada 24 Januari. Logam mulia ini sudah naik hampir 20% dalam 24 jam terakhir.
Performa Harga Emas (XAU) | Sumber: TradingView
Sementara itu, US Dollar Index (DXY) anjlok ke 97,45, yang merupakan level terendah dalam beberapa bulan terakhir karena level ini terakhir disentuh pada September 2025.
Performa Harga US Dollar Index (DXY) | Sumber: TradingView
Momen bersejarah ini juga diiringi oleh pergerakan on-chain yang menarik, di mana satu trader di exchange Bybit menyetor 7 juta USDT dan menarik 843 XAUT senilai US$4,17 juta, menandakan minat yang meningkat pada emas berbasis token sebagai lindung nilai atas volatilitas fiat.
Lookonchain, pemantau transaksi blockchain, menyoroti aktivitas ini dengan mencatat bahwa pembelian XAUT dalam jumlah besar tersebut merupakan salah satu pergerakan emas token terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Transaksi ini bisa menunjukkan strategi ambil untung atau realokasi dana ketika harga emas mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Selama ini aset kripto sering dianggap sebagai alternatif fiat, namun aksi harga terbaru menyoroti ketahanan emas jika dibandingkan dengan aset digital.
Ethereum diperdagangkan di US$2.958 dan Bitcoin di US$89.615, di mana reli emas mengungguli kenaikan kripto utama dalam beberapa minggu terakhir. Perbedaan ini menunjukkan peran emas yang tetap menjadi aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi makro.
Penurunan US Dollar menjadi pendorong utama lonjakan emas. Berdasarkan komentar pasar terbaru, nilai greenback sudah turun hampir 50% dibandingkan emas selama satu tahun terakhir. Ini merupakan penurunan terbesar sepanjang sejarah AS.
Mampukah Pelemahan Dolar dan Tekanan Komoditas Dorong Reli Emas Menuju US$6.500?
Analis memperingatkan bahwa pelemahan dollar yang berkelanjutan memicu arus masuk besar ke logam mulia dan aset tahan inflasi lainnya.
Dalam kondisi seperti ini, sentimen umum terhadap emas masih bullish, terutama untuk pergerakan harga dalam waktu dekat.
“Pergerakan harga emas yang mungkin terjadi dalam beberapa minggu dan bulan ke depan. Saya memperkirakan kenaikan emas saat ini akan berlanjut hingga US$5.400–5.600, lalu akan terjadi koreksi 10%, konsolidasi, dan kemudian lanjut naik ke arah US$6.500 saat musim panas 2026. Jika ini terjadi, maka kenaikan dari harga saat ini bisa mencapai 30%…”, tutur manajer investasi dan analis keuangan Rashad Hajiyev.
Prediksi ini sejalan dengan tesis Goldman Sachs yang menyebut harga emas bisa reli sampai US$5.400 di tahun 2026. Laporan lain juga menunjukkan Bank of America memperkirakan emas akan mencapai US$6.000 pada musim semi 2026.
Kelangkaan Tembaga dan Pelemahan Dolar Sorot Emas sebagai Aset Safe Haven
Kenaikan harga emas juga mencerminkan tekanan komoditas secara lebih luas. Miliuner sekaligus taipan penambangan Robert Friedland baru-baru ini menyoroti kendala struktural di pasar tembaga. Ia mengingatkan akan potensi kekurangan suplai yang dapat menghambat pertumbuhan PDB global dan program elektrifikasi.
“Kita mengonsumsi 30 juta ton tembaga setiap tahun, dan hanya 4 juta ton yang didaur ulang… Dalam 18 tahun ke depan, kita harus menambang tembaga sebanyak yang sudah kita tambang selama 10.000 tahun terakhir,” papar Friedland, menyoroti tekanan kelangkaan yang mempengaruhi berbagai pasar komoditas, termasuk logam mulia.
Kombinasi pelemahan dollar, tekanan rantai pasok, dan reli emas sejarah menciptakan peluang sekaligus risiko di pasar.
Transaksi XAUT senilai US$4,17 juta di Bybit bisa menjadi tanda awal pergerakan institusi ke emas berbasis token.
Di sisi lain, situasi makro yang lebih luas menunjukkan emas bisa tetap menjadi lindung nilai utama untuk menjaga kekayaan di tengah meningkatnya volatilitas aset kripto dan mata uang fiat.
Ak chcete preskúmať ďalší obsah, prihláste sa
Preskúmajte najnovšie správy o kryptomenách
⚡️ Staňte sa súčasťou najnovších diskusií o kryptomenách