Harga Seeker kini memasuki fase koreksi. Setelah sempat reli tajam 200% pasca peluncuran awal pekan ini, SKR kini turun hampir 25% dalam 24 jam terakhir. Perubahan ini semakin penting karena para pembeli yang mendorong pergerakan harga juga berubah.
Pada analisis sebelumnya, kami menunjukkan bagaimana smart money menyerap aksi jual airdrop dan menstabilkan harga. Tapi, skenario tersebut sudah tidak berlaku lagi. Smart money mulai mengurangi eksposur, saldo di exchange meningkat, dan di saat yang sama whales secara diam-diam menambah kepemilikan. Akibatnya, market kini bergerak berlawanan arah, sementara cliff hingga 5% kini jadi sorotan.
Breakdown Krusial Picu Smart Money Keluar
Kerentanan pertama muncul pada 24 Januari.
Pada chart satu jam, harga Seeker turun menembus garis Volume Weighted Average Price (VWAP). VWAP adalah harga rata-rata yang dibayar trader, dengan bobot berdasarkan volume transaksi.
Saat harga berada di atas VWAP, pembeli masih menguasai pasar. Sementara jika harga turun di bawah VWAP, biasanya ini menandakan distribusi, bukan konsolidasi yang sehat.
Ingin insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Breakdown ini sangat berkaitan dengan perilaku smart money.
Dalam 24 jam terakhir, wallet smart money telah memangkas kepemilikan SKR mereka hingga 56,48%. Berdasarkan data on-chain, kelompok ini mengurangi sekitar 8,5 juta SKR dari posisinya hanya dalam satu hari. Ini bukan pemangkasan perlahan. Ini adalah aksi keluar tegas setelah struktur jangka pendek gagal dipertahankan.
Hal ini penting karena smart money biasanya bergerak lebih dulu. Jika mereka berhenti setelah VWAP gagal dipertahankan, biasanya itu sinyal bahwa potensi keuntungan jangka pendek sudah tidak sebanding dengan risikonya.
Inilah kenapa usaha rebound Seeker terkesan gagal, walau harga berusaha stabil. Tapi, aksi jual dari smart money hanyalah satu sisi dari situasi ini.
Whale Beli Saat Harga Turun karena Satu Divergence Menandakan Akumulasi
Ketika para trader berpengalaman keluar, whale justru masuk dari arah sebaliknya.
Dari 23 hingga 24 Januari, harga Seeker tetap turun, namun Money Flow Index (MFI) justru naik di periode yang sama. MFI melacak tekanan beli-jual dengan mempertimbangkan harga dan volume. Jika harga turun sementara MFI naik, itu berarti terjadi akumulasi secara diam-diam.
Divergensi ini menjelaskan bagaimana perilaku whale.
Dalam 24 jam terakhir, kepemilikan whale meningkat 40,78% sehingga kini totalnya menjadi 56,49 juta SKR. Artinya, whale menambah sekitar 16,3 juta SKR selama masa koreksi ini.
Berbeda dengan smart money, whale tidak berfokus ke pergerakan jangka pendek. Mereka justru masuk saat harga melemah, yang sangat selaras dengan sinyal akumulasi dari MFI di fase koreksi.
Ini menimbulkan perbedaan tujuan yang jelas. Smart money mundur setelah VWAP gagal, sedangkan whale justru masuk saat momentum menurun dan sinyal pembelian di fase koreksi muncul.
Meski begitu, akumulasi whale tidak secara otomatis membuat harga jadi kuat. Whale memang bisa menyerap pasokan, namun mereka tetap tidak bisa menghentikan penurunan harga jika tekanan jual dari pihak lain semakin meningkat. Di sinilah perilaku exchange jadi fokus utama.
Arus Masuk Exchange Tetap Menjaga Risiko Breakdown Harga Seeker
Walau ada aksi beli dari whale, tekanan pasokan tetap tinggi.
Saldo di exchange melonjak tajam dalam 24 jam terakhir, naik 10,94% hingga menyentuh 453,67 juta SKR. Artinya, sekitar 44,8 juta SKR berpindah ke exchange selama periode ini. Aksi keluar dari smart money ikut memicu aliran ini, dan kemungkinan besar aksi profit-taking oleh ritel juga menambah tekanan penjualan.
Pergeseran suplai ini terlihat jelas dalam data volume.
Pada grafik empat jam, On-Balance Volume (OBV) menunjukkan tren menurun meski harga tetap tinggi antara 21 Januari hingga 24 Januari. OBV melacak apakah volume mengonfirmasi pergerakan harga. Ketika harga bertahan, tetapi OBV turun, ini menandakan reli terjadi karena permintaan yang menipis, bukan akumulasi yang kuat.
Inilah alasan pembelian whale belum menghasilkan reli lanjutan ke atas. Apalagi, lonjakan arus masuk ke exchange dengan mudah melampaui jumlah akumulasi mereka.
Sekarang, risiko teknikal sudah jelas. Pada penutupan empat jam, US$0,028 adalah level kunci, yaitu pergerakan 5% dari level saat ini pada saat publikasi. Penutupan dengan jelas di bawah level ini, yang diiringi breakdown garis tren OBV, akan mengisyaratkan tekanan jual melebihi akumulasi dan membuka risiko penurunan menuju US$0,0120.
Untuk potensi naik, Seeker perlu merebut kembali US$0,043 untuk membangun kepercayaan. Setelah itu, US$0,053 tetap menjadi zona resistance terpenting, di mana pasokan sebelumnya terkonsentrasi. Tanpa perubahan perilaku volume, level ini akan sulit ditembus.
Strukturnya menunjukkan cerita yang sederhana. Smart money sudah menyingkir. Whale sedang akumulasi. Exchange mulai terisi. Selama ketidakseimbangan ini berlanjut, harga Seeker tetap rentan.


