Mengapa Seeker (SKR) Solana Sekarang Bergantung pada Bear untuk Menghindari Crash Harga 17%
Momentum Seeker setelah peluncuran langsung mereda. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di sekitar US$0,067, harga Seeker kini turun hampir 70% dan diperdagangkan di kisaran US$0,024. Penurunan ini menghapus sebagian besar antusiasme awal. Meski token ini masih jauh di atas harga dasarnya saat peluncuran, aksi harga menunjukkan bahwa pembeli memilih menepi dan tidak lagi mempertahankan level-level penting.
Pertanyaan utama sekarang bukan lagi soal potensi kenaikan. Melainkan, apakah Seeker bisa menghindari penurunan lebih lanjut. Saat ini, hasil akhirnya tidak lagi tergantung pada pihak bullish. Kondisinya justru bergantung pada pihak bearish.
Sinyal Momentum dan Arus Menunjukkan Tekanan Jual Masih Dominan
Peringatan pertama datang dari pergerakan uang.
Pada grafik 4 jam, Chaikin Money Flow (CMF) tetap berada di bawah nol sejak 24 Januari. CMF mengukur apakah modal sedang masuk atau keluar dari sebuah aset berdasarkan harga dan volume. Angka negatif menandakan uang keluar, bukan masuk.
Seeker sempat mencoba pemulihan CMF pada 26 Januari, namun gagal. Sejak itu, CMF terus bergerak ke bawah, menandakan pembeli memang tidak kembali dengan keyakinan kuat. Saat ini, CMF nampaknya sedang breakdown dari garis tren naik, dan jika terkonfirmasi, kondisi tersebut bisa berdampak buruk untuk harga Seeker.
Arus Uang Lemah Mengganggu Seeker | Sumber: TradingView
Mau insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Momentum jangka pendek juga mengonfirmasi kelemahan ini. Di grafik 1 jam, Seeker memang mencetak higher high sedikit di antara 26—27 Januari, namun RSI justru mencetak lower high.
Relative Strength Index (RSI) mengukur kekuatan momentum. Ketika harga naik, namun RSI melemah, itu tandanya tekanan beli mulai menurun. Divergensi bearish ini menjelaskan kenapa pantulan harga belakangan gagal berlanjut naik lebih tinggi.
RSI Melemah | Sumber: TradingView
Gabungan CMF dan RSI yang melemah menandakan tekanan tren turun masih aktif.
Data Spot Tunjukkan Tidak Ada Akumulasi saat Harga Mendekati Level Risiko
Data on-chain menguatkan setup bearish ini. Dalam 24 jam terakhir, saldo token di exchange naik 5,31% sehingga total SKR yang ditahan di exchange menjadi 467,08 juta token. Artinya, sekitar 23,6 juta SKR pindah ke exchange.
Pergerakan token ke exchange biasanya menandakan niat untuk menjual. Pada saat yang sama, kepemilikan smart-money turun sekitar 4%, sehingga tidak ada aksi beli di harga bawah atau keyakinan akan pemulihan.
Tidak Ada Permintaan Untuk SKR | Sumber: Nansen
Sederhananya, permintaan spot sedang tidak ada. Ini penting, karena Seeker sekarang bergerak mendekati level-level di mana biasanya pembeli masuk setelah terkoreksi hampir 70% dari harga tertingginya pasca peluncuran. Dalam kondisi normal, kubu bullish akan mempertahankan zona ini. Sayangnya mereka justru tidak muncul.
Mengapa Bear Derivatif Sekarang Menentukan Apakah Harga Seeker Akan Anjlok
Di sinilah cerita berubah. Dengan pembeli spot absen, satu-satunya kekuatan yang tersisa untuk menghentikan breakdown hanyalah leverage bearish.
Peta likuidasi menunjukkan area di mana trader leverage akan dipaksa menutup posisinya. Likuidasi semacam ini dapat memicu pergerakan harga tajam, meskipun tanpa ada permintaan nyata. Leverage berarti trader meminjam dana untuk memperbesar posisi sehingga risiko likuidasi juga meningkat.
Di pasar perpetual SKR/USDT 30 hari milik Bitget, ada sekitar US$3,06 juta posisi short leverage, sedangkan posisi long leverage sekitar US$1,49 juta. Dengan kata lain, posisi bearish mendominasi lebih dari 100%.
Peta Likuidasi | Sumber: Coinglass
Jika harga SKR bereaksi naik ke sekitar US$0,030, posisi short senilai kurang lebih US$1,2 juta akan mulai terlikuidasi. Ini bisa memicu short squeeze, memaksa pihak bearish membeli kembali SKR dan mendorong harga ke atas.
Tapi, perbedaan ini sangat krusial. Short squeeze bukanlah tanda keyakinan bullish, melainkan aksi beli yang dipaksakan.
Analisis Harga Seeker | Sumber: TradingView
Jika bear tidak terjebak, Seeker berisiko turun menembus US$0,019 dan memicu potensi breakdown sebesar 17%. Tapi jika bear terjebak, kemungkinan likuidasi mereka bisa menjadi satu-satunya hal yang sementara menyelamatkan harga. Itulah sebabnya Seeker kini tidak lagi bergantung pada bull.
Harga Zcash Bersiap Menuju US$500 seiring Saldo ZEC di Exchange Turun 44%
Zcash mengalami volatilitas baru setelah koreksi terbaru, tapi pergerakan harga sekarang mengarah pada potensi pemulihan. ZEC mulai stabil setelah penurunan, sehingga kemungkinan terjadinya breakdown yang lebih dalam berkurang.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan altcoin ini mungkin bisa menghindari potensi penurunan sebesar 55% dan justru mendapatkan kembali momentum naiknya.
Holder Zcash Akumulasi Secara Masif
Para holder ZEC menunjukkan keyakinan kuat dalam 24 jam terakhir. Data saldo exchange memperlihatkan penurunan tajam pasokan yang tersedia, di mana ZEC yang disimpan di exchange turun sekitar 48% dalam periode ini. Pergerakan seperti ini biasanya mencerminkan aksi akumulasi aktif, karena investor menarik token mereka ke wallet pribadi.
Penurunan saldo di exchange ini menandakan niat bullish. Likuiditas di sisi jual yang berkurang membatasi tekanan penurunan dalam waktu dekat dan sering kali menjadi pertanda pemulihan harga. Para holder terlihat makin percaya bahwa Zcash sedang undervalued di level saat ini, sehingga mendukung peluang rebound dibandingkan pelemahan yang berkepanjangan.
Saldo Zcash di Exchange | Sumber: Nansen
Indikator on-chain makin memperkuat perubahan positif ini. Chaikin Money Flow (CMF) membentuk divergence bullish terhadap harga. Sementara ZEC mencatat harga lebih rendah , CMF mencetak high yang lebih tinggi, menggambarkan adanya perbedaan antara aksi harga dengan arus modalnya.
CMF melacak arus masuk dan keluar bersih menggunakan data harga dan volume. CMF yang naik sementara harga turun mengindikasikan akumulasi di bawah permukaan. Divergence seperti ini sering kali menjadi sinyal breakout, karena arus masuk yang terus-menerus pada akhirnya akan mendorong harga naik ketika tekanan jual sudah mereda.
ZEC CMF | Sumber: TradingView Harga ZEC Bisa Diselamatkan
ZEC diperdagangkan di kisaran US$380 pada waktu publikasi, masih bergerak sideways antara US$340 dan US$405. Minggu lalu, altcoin ini sempat breakdown dari pola segitiga yang memproyeksikan penurunan sampai 55% ke area US$171. Namun, kondisi pasar sejak itu sudah berubah secara signifikan.
Kemungkinan skenario bearish tersebut nampaknya sudah berkurang. Tren akumulasi dan perbaikan data arus memperlihatkan pola penurunan ini mungkin saja batal terjadi. Jika pergerakan harga terkonfirmasi menembus US$450, proyeksi penurunan akan langsung batal. Setelah breakout di level tersebut, harga berpotensi naik menuju US$504 seiring munculnya momentum bullish baru.
Analisis Harga ZEC | Sumber: TradingView
Risiko penurunan tetap ada jika sentimen pasar berbalik. Kembalinya tekanan jual atau pelemahan pasar secara menyeluruh bisa menekan harga ZEC di bawah US$340. Jika skenario ini terjadi, harga kemungkinan akan turun ke sekitar US$300, sehingga pola bearish masih aktif dan pemulihan signifikan harus tertunda lebih lama.
Pencipta ClawdBot Lepas Aset Kripto setelah Scam Mengambil Alih dan Rebranding Proyek AI
Peter Steinberger, pencipta asisten AI open source ClawdBot, secara terbuka menolak segala keterkaitan dengan aset kripto. Hal ini terjadi setelah scammer membajak identitas daringnya untuk mempromosikan proyek token palsu.
Kontroversi ini muncul setelah ClawdBot berganti nama menjadi Moltbot. Steinberger mengatakan bahwa perubahan ini terpaksa dilakukan akibat masalah merek dagang yang diajukan oleh Anthropic, dan kemudian dimanfaatkan oleh promotor aset kripto.
Founder AI Tegas Melawan saat Penipu Kripto Curi Identitasnya
Dalam serangkaian unggahan di X (Twitter), Steinberger menegaskan posisinya secara jelas dan menyatakan bahwa dia tidak akan pernah membuat koin.
“Setiap proyek yang mencantumkan saya sebagai pemilik koin adalah PENIPUAN. Tidak, saya tidak akan menerima biaya apa pun. Kalian sedang merusak proyek ini secara aktif,” tulis Steinberger di unggahannya.
Steinberger juga menambahkan bahwa dia tidak pernah menerbitkan token, tidak mendukung inisiatif aset kripto apa pun, dan tidak akan menerima biaya dari penerbitan atau endorsement dalam situasi apa pun.
Masalah ini bermula dari meningkatnya visibilitas ClawdBot di kalangan pengembang AI. AI agent yang bisa dihosting sendiri ini mendapat sorotan karena kemampuannya yang selalu aktif, sehingga memunculkan diskusi mengenai manfaat dan risikonya.
Seiring perkembangan proyek ini, Anthropic mengajukan masalah merek dagang atas nama “ClawdBot”. Hal itu membuat Steinberger harus mengganti namanya menjadi Moltbot, sebagai isyarat bahwa asisten bertema lobster ini sedang “berganti kulit” ke identitas baru.
Namun, transisi tersebut tidak berjalan mulus. Steinberger menyadari bahwa terdapat kesalahan operasional saat pergantian nama sehingga para pelaku jahat berhasil mengambil alih handle lamanya.
Menurut Steinberger, scammer aset kripto dengan cepat menguasai akun X dan GitHub lamanya, lalu mulai menggunakan akun itu untuk meluncurkan atau mempromosikan skema token ala meme coin yang secara palsu mengklaim keterlibatannya.
Dia kemudian memastikan bahwa akun GitHub aslinya telah diambil alih dan secara terbuka meminta bantuan.
Pelecehan Masih Terjadi saat Budaya Meme Coin Bertabrakan dengan AI Open-Source
Walau sudah berulang kali menjauhkan diri dari dunia aset kripto, Steinberger mengungkapkan bahwa aksi pelecehan tetap berlanjut. Ia menceritakan pesan-pesan dari pelaku aset kripto yang terus memintanya agar “mengklaim” biaya dari penerbitan token.
Konon, beberapa juga memaksanya untuk mengakui peluncuran token yang dilakukan atas namanya, sesuatu yang ia sebut justru sangat merugikan proyek open source dan membingungkan para pengguna.
“Orang-orang ini membuat hidup daring saya benar-benar sengsara. Saya hampir tidak bisa menggunakan akun saya. Ping datang terus-menerus. Mereka masuk ke server Discord kami, mengabaikan aturan server, membanjiri saya di Telegram, dan merampas nama akun saya. Kehidupan daring saya jadi neraka karena mereka. Tidak masuk akal sama sekali membuat koin untuk ini. Saya tidak akan mengorbankan reputasi demi uang cepat,” jelas Steinberger dalam pernyataan eksklusif kepada BeInCrypto.
Reaksi komunitas terhadap peringatan Steinberger beragam. Balasan atas unggahannya mencakup candaan soal menerima “uang gratis” hingga dukungan kuat atas penolakannya terlibat dalam budaya token.
Kasus ini menyoroti betapa spekulasi meme coin telah sangat merambah komunitas teknologi daring, meski kreator sudah dengan tegas menolak terlibat.
Walaupun Steinberger pernah mengejek dunia ini dengan ide parodi seperti “vibecoin”, ia tetap menegaskan bahwa ClawdBot (sekarang Moltbot) bukan, dan tidak akan pernah menjadi, proyek aset kripto.
BeInCrypto menanyakan pada Steinberger apakah referensi Vibecoin-nya tanpa sengaja membuat ClawdBot lebih rentan disalahartikan sebagai proyek yang dekat dengan aset kripto.
“Saya rasa kebanyakan dari mereka tidak paham permainan kata tersebut. Sepertinya mereka lihat cuma 5 detik saja. Segmen demografis seperti apa ini? Anak-anak?” balas Steinberger.
Menariknya, beberapa pengguna sudah melaporkan harus mengganti domain mereka akibat insiden ini, agar tidak menjadi sasaran pelaku jahat.
Steinberger mendukung langkah ini, di tengah banyaknya keluhan yang menarget pengguna.
Shruti Gandhi dari Array VC menyebut mereka diserang sebanyak 7.922 kali selama akhir pekan setelah menggunakan Clawdbot.
Risiko Keamanan Meningkat saat Alat AI Viral Menarik Perhatian yang Tidak Diinginkan
Kepopuleran proyek ini secara tiba-tiba juga menarik perhatian terhadap risiko keamanannya. Pengembang browser Brave mengeluarkan imbauan resmi bahwa AI agent yang selalu aktif seperti ClawdBot bisa menimbulkan risiko serius jika salah konfigurasi.
Oleh karena itu, browser ini merekomendasikan pengguna menjalankan bot di komputer terpisah, membatasi akses akun, dan menghindari menghubungkannya langsung ke internet.
“…tidak ada pengaturan yang benar-benar aman untuk alat seperti ini,” tekan Brave.
Bagi Steinberger, kejadian ini menunjukkan risiko yang dihadapi pengembang AI open source saat proyek menjadi viral. Yang awalnya hanya rebranding teknis, kini menjadi kasus pembajakan identitas, spekulasi berlebihan, serta tumpang tindih dan gesekan antara inovasi AI dan hype aset kripto yang kian meluas.
3 Altcoin yang Crypto Whale Beli untuk Februari 2026
Para crypto whale sudah mulai mengambil posisi untuk fase pasar berikutnya menjelang Februari 2026. Data on-chain menunjukkan bahwa holder besar mengakumulasi beberapa altcoin pilihan sebelum kemungkinan perubahan tren terjadi.
BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin yang menjadi sorotan, karena para whale tengah membeli, dan altcoin ini memiliki narasi kenaikan yang kuat untuk beberapa bulan ke depan.
Aster (ASTER)
ASTER muncul sebagai token unggulan seiring akumulasi whale yang semakin cepat. Selama satu bulan terakhir, alamat yang memegang lebih dari US$1.000.000 dalam ASTER menambah sekitar 15.000.000 token. Pembelian secara konsisten ini menandakan tumbuhnya kepercayaan dari para holder besar, meskipun kondisi pasar secara umum masih belum stabil.
Meskipun akumulasi kuat, harga ASTER justru bergerak turun sejak pertengahan November 2025 dan sekarang diperdagangkan di kisaran US$0,65. Tren turun yang sedang berlangsung ini mencerminkan sentimen jangka pendek yang lemah. namun, dukungan whale yang berlanjut bisa membantu ASTER pulih ke US$0,71 dalam beberapa minggu ke depan dan berpotensi menargetkan US$1,00 jika pasar benar-benar bullish.
Mau lebih banyak insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Analisis Harga ASTER | Sumber: TradingView
Prospek bullish sangat bergantung pada faktor eksternal. Perubahan perilaku whale atau melemahnya pasar bisa menekan pergerakan harga. Dalam skenario itu, ASTER bisa turun menuju US$0,57 atau lebih rendah, sehingga meniadakan tesis bullish dan memperpanjang fase koreksi.
Chilliz (CHZ)
CHZ juga telah menjadi token favorit whale selama bulan terakhir. Alamat yang memegang antara 100.000.000 dan 1.000.000.000 CHZ telah mengakumulasi lebih dari 100.000.000 token atau senilai US$5.000.000. Aktivitas ini menunjukkan meningkatnya rasa percaya diri dari para holder besar, meskipun volatilitas pasar secara luas masih terjadi.
Dalam waktu yang sama, harga CHZ naik sekitar 30% dan kini diperdagangkan di kisaran US$0,054. Reli ini sejalan dengan akumulasi whale yang berkelanjutan, yang sering kali mendukung kelanjutan tren. Jika aksi beli terus terjadi, CHZ bisa menargetkan US$0,066 dalam jangka menengah, dan bahkan berpotensi naik hingga US$0,080.
Analisis Harga CHZ | Sumber: TradingView
Aksi mengambil untung tetap menjadi risiko utama. Holder besar mungkin memilih mengamankan keuntungan, sehingga tekanan jual meningkat. Jika hal itu terjadi, harga CHZ bisa tertahan dan kembali ke support di US$0,045 atau US$0,041, yang akan membatalkan tesis bullish dan memperlambat pemulihan harga.
Axie Infinity (AXS)
Satu lagi altcoin yang sedang diborong para whale adalah AXS. Altcoin ini mencatat performa kuat dan diperdagangkan di kisaran US$2,55 pada waktu publikasi, setelah reli sekitar 213% sejak awal bulan. Reli tajam ini menggambarkan minat investor yang mulai kembali serta membaiknya sentimen, yang menempatkan AXS sebagai salah satu altcoin top gainer dalam rebound pasar baru-baru ini.
Aktivitas whale sangat berperan dalam mempertahankan tren naik. Alamat yang memegang antara 100.000 sampai 1.000.000 AXS telah mengumpulkan lebih dari 6.000.000 token dengan nilai sekitar US$15.000.000 selama sebulan terakhir. Akumulasi yang terus berjalan ini bisa mendorong harga menuju US$3,00 dalam waktu dekat, bahkan hingga US$4,00 untuk jangka yang lebih panjang.
Analisis Harga AXS | Sumber: TradingView
Prospek bullish ini juga membawa risiko yang perlu diperhatikan. Jika perilaku whale berubah menjadi aksi ambil profit, momentum bisa saja cepat berbalik. Jika holder besar melakukan penjualan, AXS bisa turun menembus level US$2,00 dan hal itu dapat memicu penurunan yang lebih dalam sampai ke US$1,30 atau bahkan lebih rendah, sehingga membatalkan narasi bullish.
Standard Chartered Prediksi Perpindahan US$500 Miliar ke Stablecoin | Berita Kripto AS
Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting untuk perkembangan aset kripto paling menonjol yang perlu Anda tahu hari ini.
Ambil secangkir kopi dan duduk dengan nyaman—dunia perbankan dan aset kripto akan semakin menarik. Apa yang awalnya hanya menjadi sudut kecil dari pasar aset digital, kini mulai masuk ke jantung keuangan tradisional (TradFi). Beberapa perubahan paling besar mungkin masih ada di depan, sementara tidak semua bank siap untuk menghadapinya.
Berita Kripto Hari Ini: Standard Chartered Peringatkan US$500 Miliar Dana di Bank AS Bisa Mengalir ke Stablecoin pada 2028
Standard Chartered pertama kali memperingatkan ancaman stablecoin terhadap bank TradFi pada bulan Oktober, seperti disebutkan dalam publikasi US Crypto News sebelumnya. Kini, bank tersebut kembali memberikan peringatan, kali ini lengkap dengan garis waktu.
Adopsi stablecoin yang cepat dapat menjadi ancaman serius bagi bank-bank di AS, menurut Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, Geoff Kendrick.
Dalam laporan yang dirilis hari ini, Kendrick memperkirakan sekitar US$500 miliar (sekitar sepertiga dari total simpanan bank di AS) bisa berpindah ke stablecoin pada akhir tahun 2028.
“Sekarang ekornya mulai menggoyangkan anjingnya,” ujar Kendrick, menyoroti pengaruh stablecoin yang makin besar pada operasional perbankan tradisional.
Ia menjelaskan bahwa perubahan ini bukan hanya terjadi di negara berkembang, di mana sebelumnya ia memperkirakan sekitar US$1 triliun arus keluar simpanan selama periode yang sama, tapi kini makin relevan juga untuk negara maju termasuk AS.
Menggunakan pendapatan net interest margin (NIM) sebagai persentase dari total pendapatan sebagai indikator risiko, Kendrick mengidentifikasi bank-bank regional sebagai pihak yang paling rentan.
Simpanan tetap menjadi penggerak utama NIM, jadi jika ada arus keluar signifikan menuju stablecoin maka itu bisa langsung berdampak pada pendapatan bank.
Di sisi lain, bank-bank yang terdiversifikasi dan bank investasi cenderung lebih terlindungi dari tekanan ini karena memiliki sumber pendapatan yang lebih luas.
Ketidakpastian Regulasi Menambah Risiko untuk Bank AS
Penundaan CLARITY Act di AS baru-baru ini, yang bertujuan menciptakan kerangka regulasi komprehensif untuk aset digital, menyoroti potensi kerentanan bank.
Rancangan terbaru melarang penyedia layanan aset digital untuk membayar bunga atau imbal hasil kepada pengguna yang memegang stablecoin. Larangan ini membuat Coinbase menghentikan beberapa layanannya.
Meskipun Kendrick memperkirakan CLARITY Act akan diterima paling lambat akhir kuartal pertama 2026, penundaan saat ini menyoroti tantangan yang masih harus dihadapi bank-bank AS seiring adopsi aset digital yang makin pesat.
Risikonya bukan hanya sekadar teori. Stablecoin bisa mengalihkan fungsi inti perbankan seperti pembayaran dan simpanan dari lembaga TradFi, sehingga menciptakan tantangan struktural bagi bank yang sangat bergantung pada pendapatan berbasis simpanan.
Petinggi Standard Chartered itu menyarankan agar bank-bank regional terutama harus bersiap menghadapi risiko arus keluar simpanan yang cukup besar dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya mencoba menentukan bank mana yang lebih/kurang rentan terhadap risiko ini…bank-bank regional yang paling berisiko,” tutur dia.
Oleh karena itu, analisis terbaru AS ini memperluas perhatian dari pasar berkembang ke pasar maju, menandakan perlunya negara-negara di seluruh dunia untuk menilai ulang eksposur sektor perbankan terhadap aset digital.
Ethereum Cetak Rekor Baru saat Pembelian Institusi dan Angin Segar Ekonomi Makro Dorong Pasar Aset Kripto
Di tengah berbagai tantangan ini, ekosistem kripto secara keseluruhan justru menunjukkan ketahanan. Aktivitas Ethereum terus mencapai rekor tertinggi baru, didorong oleh serangkaian upgrade Fusaka yang meningkatkan kapasitas dan minat institusional yang tetap besar.
BitMine (BMNR), misalnya, telah meningkatkan kepemilikan Ethereum-nya menjadi hampir 5% dari total Digital Asset Treasury mereka, dan berencana terus menambahnya.
Kepemilikan Ethereum BitMine | Sumber: CoinGecko
Perkembangan ekonomi makro, termasuk mulai berkurangnya tekanan pada aset berisiko global dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ramah di tengah potensi pergantian pemimpin The Fed, semakin mendukung stabilitas pasar.
Chart of the Day
Standard Chartered Menunjukkan Bank-Bank AS Paling Berisiko Terhadap Adopsi Massal Stablecoin Alpha Sekilas
Berikut ringkasan berita aset kripto AS lainnya yang perlu kamu ikuti hari ini:
Tether beli emas seperti Bank Sentral—tapi jauh lebih cepat dan tanpa mandat.
Ethereum di ETF mencatat arus masuk sebesar US$110 juta, sementara ETH institusi justru ludes.
Asia tidak percaya Trump karena dia terlalu sering menyebar alarm palsu.
Kenaikan harga Bitcoin menuju US$100.000 akan melewati “pit stop” di level tertentu.
Apa yang peluncuran ETF Avalanche oleh VanEck ungkapkan tentang sentimen investor di bulan Januari.
Harga XRP mengincar efek domino untuk kembali ke impian US$3,30 – ini caranya.
Lowongan kerja Bitcoin naik 6% di 2025: Inilah yang dicari para perusahaan.
Satu Harapan Reversal Jelaskan Mengapa Big Money Membeli Penurunan Harga Cardano (ADA) Sebesar 20%
Harga Cardano turun lebih dari 20% antara 14 Januari dan 25 Januari, turun ke level terendah lokal baru. Jika dilihat sekilas, pergerakan ADA ini nampak bearish dan tidak nyaman.
Tapi di balik layar, ada hal berbeda yang terjadi. Saat harga ADA turun, pelaku modal besar diam-diam masuk. Dua metrik bullish menjelaskan kenapa penurunan itu justru menarik pembeli, bukan kepanikan. Lalu, bagaimana kemungkinan pergerakan harga Cardano berikutnya?
Big Money Akumulasi saat Retail Mundur
Sinyal pertama datang dari perilaku wallet. Data menunjukkan bahwa holder besar ADA (whale) tidak menjual saat harga jatuh. Sebaliknya, mereka mulai menambah saldo ketika harga menyentuh level terendah.
Wallet yang memiliki 10 juta sampai 100 juta ADA justru menambah saldo mereka setelah 25 Januari, saat harga mencapai titik terendah lokal. Kepemilikan mereka naik dari sekitar 13,59 miliar ADA menjadi 13,62 miliar ADA, bahkan ketika harga masih lemah. Pada harga saat ini sekitar US$0,35, akumulasi ini bernilai lebih dari US$10 juta.
Holder lain yang lebih kecil namun tetap berpengaruh juga ikut serta. Wallet yang memegang 1 juta sampai 10 juta ADA sempat mengurangi kepemilikan saat terjadi penjualan besar-besaran. Tapi setelah harga ADA stabil, mereka kembali membeli. Saldo mereka bertambah dari sekitar 5,60 miliar ADA menjadi 5,61 miliar ADA, sekitar US$3,5 juta, hanya dalam sehari.
Whale ADA Menambah Kepemilikan | Sumber: Santiment
Ingin mendapat lebih banyak insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.
Akumulasi ini penting karena terjadi saat perilaku ritel, wallet ADA kecil, justru bertolak belakang. Wallet ADA lebih kecil, yang memegang antara 100 hingga 10.000 koin, terus mengurangi kepemilikan, menunjukkan sikap ragu dan menghindari risiko.
Holder Kecil Menjual | Sumber: Santiment
Klaster ini mulai mengurangi posisi tepat sebelum 2026 dan terus keluar hingga kini. Perbedaan ini penting. Modal besar cenderung membeli saat terjadi ketakutan, sedangkan ritel sering menjual untuk mengurangi tekanan.
Dua Indikator Bullish Tunjukkan Selloff Mulai Kehilangan Kekuatan
Lapis kedua bukti datang dari grafiknya sendiri. Salah satu indikator momentum menampilkan sinyal reversal dini, sesuatu yang mungkin diperhatikan para whale.
Indikator itu adalah RSI, atau Relative Strength Index. RSI mengukur momentum dan membantu mengidentifikasi kapan tekanan jual mulai melemah. Antara 18 Desember dan 25 Januari, harga ADA mencetak lower low. RSI tidak mengikuti, malah membentuk higher low.
Bullish Divergence | Sumber: TradingView
Ini adalah bullish divergence standar. Artinya, tekanan jual mulai melemah meski harga masih terlihat loyo. Sinyal seperti ini biasanya muncul sebelum tren berbalik, bukan setelahnya. Ketika lower low tercipta, harga ADA terkoreksi lebih dari 20% sebagai bagian dari bear pole. Konsolidasi terbaru membentuk bear flag, tapi kekuatan RSI dan pola akumulasi whale menunjukkan breakdown kemungkinan besar tidak benar-benar terjadi.
Sinyal kedua datang dari MFI, atau Money Flow Index. MFI melacak apakah dana mengalir masuk atau keluar dari sebuah aset dengan menggabungkan harga dan volume. Antara 21 Januari dan 26 Januari, harga terus turun. Namun, MFI justru naik.
Pembelian Saat Harga Turun Tetap Berlanjut | Sumber: TradingView
Hal ini mengindikasikan sesuatu yang penting. Penurunan harga justru dibeli. Saat harga turun, dana malah mengalir masuk, bukan keluar. Ini mendukung apa yang sudah ditampilkan oleh data wallet. Modal besar aktif saat harga turun, bukan hanya menunggu di pinggir lapangan.
Ketika RSI menunjukkan momentum mulai stabil dan MFI menandakan pembelian saat turun, kemungkinan terjadinya breakdown bersih semakin kecil. Memang tidak menjamin terjadi reli. Tapi ini sangat memperlemah kemungkinan bearish.
Level Harga Cardano yang Menentukan Pergerakan Selanjutnya
Dengan adanya sinyal akumulasi dan momentum, level harga Cardano sekarang menjadi titik kunci.
ADA saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,35. Hambatan teknikal besar pertama berada dekat US$0,390. Area ini menandai sekitar separuh dari penurunan sebelumnya dan bertepatan dengan level Fibonacci penting. Jika harga berhasil menembus area ini, maka struktur bearish flag pada grafik harian akan terinvalidasi.
Namun, resistance nyata pertama harus berada di exponential moving average (EMA) 20 hari. EMA memberikan bobot lebih pada harga terbaru dan membantu menelusuri arah tren jangka pendek. Terakhir kali ADA berhasil berada di atas EMA ini, pada 2 Januari, harganya reli lebih dari 17%.
Jika ADA bisa menutup harga di atas EMA 20 hari lagi, momentum bisa berubah dengan cepat. Dalam hal ini, level naik di sekitar US$0,427 dan bahkan US$0,484 kembali menjadi perhatian.
Analisis Harga Cardano | Sumber: TradingView
Di sisi penurunan, risiko tetap ada. Jika harga harian ADA ditutup di bawah US$0,339, peluang pemulihan akan melemah. Jika turun menembus US$0,332, itu akan menginvalisasi skenario bullish divergence dan membuka kembali risiko penurunan.
Untuk saat ini, pesannya jelas. Penurunan 20% tidak membuat pihak bermodal besar takut. Justru itu menarik mereka masuk. Ada dua metrik bullish yang menunjukkan alasannya. Apakah harga akan mengikuti, itu tergantung pada penutupan harian beberapa hari ke depan.
Kecepatan, Kepatuhan, dan Unsur Manusia: Wawancara Eksklusif dengan Fernando Aranda dari Zoomex
Exchange aset kripto sering terlihat sebagai arena padat di mana kecepatan jadi perebutan dan hanya yang paling adaptif yang bertahan. Sejak diluncurkan pada 2021, Zoomex berhasil membangun ruang yang berbeda dengan menggabungkan teknologi berkinerja tinggi bersama filosofi mengutamakan pengguna yang sangat membumi.
Memimpin laju di salah satu pasar paling canggih di dunia adalah Fernando Aranda, Direktur Marketing untuk Zoomex. Dengan pemahaman mendalam tentang perubahan regulasi di Eropa dan semangat membangun komunitas, Fernando menavigasi platform ini melewati tantangan MiCA dan kebutuhan baru para trader modern.
Kami berbincang dengan Fernando soal banyak hal, mulai dari kemitraan strategis dengan Tim Haas F1 hingga alasan mengapa masa depan keuangan ada di jembatan hybrid antara CEX dan DEX.
BeInCrypto: Zoomex didirikan pada 2021 dengan misi utama berorientasi pada pengguna. Di pasar exchange yang padat, bagaimana Zoomex menerjemahkan filosofi ini secara nyata ke dalam pengalaman trading harian?
Fernando Aranda: Pada 2021, kami membangun Zoomex dengan tujuan mendekatkan trading ke pengguna, menempatkan mereka di pusat produk, serta membangun rasa kepemilikan dan komunitas yang kuat. Selama beberapa tahun, kami menjalankan berbagai strategi sejalan dengan filosofi ini, dan kami yakin sekarang mulai melihat hasil nyata.
Kami adalah brand yang terus berkembang. Setiap minggu, kami menerima masukan dan saran perbaikan lewat berbagai channel, dan setiap saran benar-benar kami tinjau dan tindaklanjuti. Komitmen untuk mendengarkan secara aktif, menunjukkan minat tulus, lalu mengaplikasikan umpan balik pengguna ke produk, memperkuat hubungan dengan komunitas dan membuktikan bahwa kontribusi mereka benar-benar berarti.
Zoomex juga menjunjung tinggi prinsip keadilan, integritas, dan transparansi. Nilai keadilan diwujudkan melalui aturan trading yang jelas dan konsisten, eksekusi trading yang dapat diverifikasi, serta visibilitas aset. Kami menyediakan akses profit yang aman tanpa hambatan bagi pengguna, KOL, dan trader volume besar, serta menawarkan opsi KYC agar tetap menghormati pengguna dengan kebutuhan privasi tinggi. Cara ini mendorong pertumbuhan organik dari rekomendasi langsung. Tidak ada pemasaran yang lebih baik daripada saran yang tulus dari pengguna sendiri.
BeInCrypto: Zoomex adalah mitra resmi Tim Haas F1. Apa koneksi strategis antara dunia Formula 1 dengan trading aset kripto?
Fernando Aranda: Saya rasa kita semua paham betapa besar olahraga ini. Formula 1, layaknya olahraga global besar lain, merupakan kendaraan eksposur yang luar biasa dan alat positioning brand yang sangat efektif. Kami sudah bekerja sama dengan Oliver Bearman selama bertahun-tahun, karena sejak awal kami melihat bakat alami dalam dirinya. Perkembangan dan pertumbuhannya membuka jalan bagi kami melangkah ke peluang ini bersama Tim Haas F1. Misi kami sekarang adalah terus menunjukkan diri ke dunia, menegaskan nilai-nilai utama seperti reliabilitas dan keamanan, dengan dukungan brand sekelas Haas F1 Team yang sudah dikenal dan dihormati secara global.
BeInCrypto: Seiring industri bergerak menuju regulasi lebih ketat, Zoomex telah mengantongi lisensi MSB di Kanada dan AS. Seberapa penting upaya ini untuk membangun kepercayaan jangka panjang pada investor Eropa?
Fernando Aranda: Karena regulasi semakin ketat secara global, kepatuhan bukan lagi sekadar formalitas—ini adalah sinyal kepercayaan. Dari sisi keamanan dan kepatuhan, Zoomex memegang lisensi regulasi seperti Kanada MSB, AS MSB, AS NFA, dan Australia AUSTRAC, sekaligus lolos audit keamanan dari Hacken.
Eropa, terutama di bawah MiCA, menuju kerangka kerja yang mensyaratkan transparansi, standar kustodi, kontrol AML, dan resiliensi operasional yang tidak bisa ditawar. Saat pengguna Eropa melihat sebuah exchange telah beroperasi patuh di Amerika Utara, pesan yang dikirim jelas: platform ini dibangun untuk jangka panjang, bukan sekadar arbitrase regulasi.
Dari sisi produk dan inovasi, kepatuhan kuat justru membuka peluang pertumbuhan. Kami jadi dapat merancang produk dengan risk control kelas institusi dan membangun integrasi dengan mitra yang sudah teregulasi. Terutama bagi investor Eropa, kepercayaan dibangun lewat konsistensi. Kerangka kerja kepatuhan yang solid memastikan inovasi di Zoomex tetap di batas yang jelas, sehingga pengguna terlindungi dan produk baru bisa bertumbuh secara berkelanjutan.
BeInCrypto: Bagaimana Anda menjaga keseimbangan antara kesederhanaan bagi pemula dengan performa profesional untuk trader berpengalaman?
Fernando Aranda: Keseimbangan ini salah satu hal tersulit sekaligus terpenting untuk dicapai. Di Zoomex, kami menerapkan konsep kompleksitas bertahap. Pemula harus merasa nyaman sejak hari pertama, namun trader profesional tetap punya ruang seiring perkembangan kemampuan mereka.
Untuk pengguna baru, kami utamakan antarmuka bersih dan onboarding jelas. Ketika pengguna makin berpengalaman, platform secara alami membuka akses ke fitur lanjutan seperti jenis order, kendali eksekusi, serta koneksi API. Di balik layar, semua orang menggunakan infrastruktur inti yang sama. Kami tidak membuat mesin “lite” untuk pemula dan yang terpisah untuk profesional—kami membangun satu sistem berperforma tinggi, kemudian membuka layer yang berbeda sesuai kebutuhan pengguna. Dengan pendekatan ini, kesederhanaan jadi pilihan, bukan keterbatasan.
BeInCrypto: Copy trading kini jadi pintu masuk utama bagi banyak orang. Apa yang membedakan pendekatan copy trading Zoomex, terutama bagi mereka yang merasa kesulitan dengan analisa teknikal?
Fernando Aranda: Copy trading sering jadi langkah awal bagi pengguna yang ingin masuk pasar tanpa harus pusing dengan grafik. Di Zoomex, copy trading bukan sekadar menyalin transaksi; tapi juga soal edukasi dan pengendalian risiko. Yang membuat pendekatan kami berbeda adalah pemilihan strategi secara kurasi, dengan fokus pada konsistensi serta riwayat performa, bukan sekadar hype.
Kami menyediakan metrik performa yang jelas seperti win rate dan drawdown agar pengguna bisa membuat keputusan tanpa harus menguasai analisa teknikal yang mendalam. Bagi pengguna yang merasa takut, copy trading menjadi sarana belajar. Mereka bisa ikut sambil mengamati bagaimana trader berpengalaman mengelola risiko. Lama-kelamaan, banyak yang beralih ke trading mandiri. Ini jadi jalan bertahap menuju keterlibatan yang lebih percaya diri.
BeInCrypto: Anda juga menawarkan fitur “Boost Your Trading Capital”. Bisa tolong jelaskan bagaimana cara kerjanya?
Fernando Aranda: Fitur ini dirancang untuk mengatasi efisiensi modal. Seringkali, trader berbakat punya strategi jitu namun terbatas pada modal yang tersedia. Dengan fitur ini, Zoomex memberi akses modal trading tambahan kepada pengguna yang memenuhi syarat, di bawah parameter risiko yang sudah diatur. Ada aturan jelas mengenai drawdown serta pembagian profit, agar baik platform maupun trader sama-sama terlindungi. Dengan begitu, trader yang disiplin makin dekat ke potensi maksimal mereka.
BeInCrypto: Sebagai Direktur Marketing di Eropa, tren spesifik apa yang Anda lihat dari para adopter kripto di Eropa saat ini?
Fernando Aranda: Eropa semakin matang sebagai pasar dengan fokus institusi yang kuat. Kepemilikan aset kripto di sini terus meningkat, utamanya sebagai sarana investasi, bukan untuk pembayaran harian—mayoritas holder memperlakukan aset digital sebagai investasi jangka menengah hingga jangka panjang.
Kejelasan regulasi membentuk perilaku. Implementasi MiCA telah menjadi pemicu kepercayaan bagi investor Eropa sehingga pasar terasa lebih aman dan terstandarisasi. Pertumbuhan adopsi aset kripto di Eropa memang merata, tapi bervariasi; kepemilikan aset kripto bahkan lebih dari dua kali lipat di negara seperti Yunani dan Lituania, yang menunjukkan user base semakin luas di kawasan ini. Berbeda dengan pasar di Asia atau Afrika, di mana aset kripto sering dipakai untuk remitansi, di Eropa adopsinya masih bergantung pada produk yang teregulasi dan aliran institusi.
BeInCrypto: Bagaimana posisi Zoomex dalam perdebatan antara exchange terdesentralisasi dan terpusat dalam 3-5 tahun ke depan?
Fernando Aranda: Kami melihatnya bukan sebagai pilihan satu atau yang lain, tapi sebagai sebuah spektrum. Exchange terpusat (CEX) masih melayani trader yang membutuhkan kedalaman likuiditas dan performa. Namun, industri kini berkembang menuju lebih banyak kendali di tangan pengguna. Karena itu, Zoomex mengembangkan fitur decentralized yang terintegrasi. Platform kami sekarang mendukung komponen DEX yang memungkinkan pengguna menghubungkan wallet dan trading langsung tanpa KYC.
Alih-alih memisahkan kedua dunia ini, strategi Zoomex memang dirancang hybrid: memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk memilih pengalaman terpusat atau terdesentralisasi dalam satu ekosistem. Model hybrid ini memungkinkan kami melayani trader tradisional maupun pengguna Web3 yang membutuhkan privasi.
BeInCrypto: Terakhir, seperti apa milestone besar berikutnya bagi Zoomex?
Fernando Aranda: Salah satu milestone terpenting bagi kami adalah ekspansi ke Real-World Assets (RWA). Kami melihat RWA sebagai jembatan utama antara teknologi blockchain dengan kehidupan publik. Dengan melakukan tokenisasi aset seperti treasury, komoditas, atau properti, blockchain bisa bergerak melampaui ranah spekulasi dan menawarkan manfaat ekonomi nyata.
Tapi bagi kami, RWA bukan sekadar listing aset tokenisasi, melainkan membuat nilai itu bisa diakses dan digunakan di dunia nyata. Inilah mengapa kehadiran Zoomex Card, hasil kerja sama dengan institusi keuangan UR berlisensi Swiss, menjadi terobosan penting.
BeInCrypto: Bisa jelaskan lebih lanjut bagaimana Zoomex Card sejalan dengan visi utilitas di dunia nyata?
Fernando Aranda: Zoomex Card adalah inti dari ekosistem hybrid kami. Ini adalah alat keuangan global multi-mata uang yang memungkinkan pengguna menjembatani portofolio digital mereka dengan pengeluaran harian. Ini bukan sekadar kartu; ini adalah gerbang menuju kebebasan finansial.
Zoomex Card merupakan kunci dari visi RWA kami, dimulai dengan keamanan setara standar Swiss di mana aset disimpan oleh UR agar setiap transaksi mendapatkan perlindungan dan kepatuhan setingkat institusi. Kartu ini memudahkan jembatan mulus antara keuangan digital dan tradisional, memungkinkan pengguna mengonversi USDC ke mata uang fiat utama seperti USD, EUR, dan CHF untuk belanja global yang mudah. Karena kartu ini sepenuhnya virtual dan kompatibel dengan Apple, Google, serta Samsung Pay, hasil dari kripto bisa langsung digunakan untuk apa saja mulai dari kopi harian hingga langganan internasional.
Untuk semakin memberdayakan komunitas kami, kami menghadirkan insentif istimewa seperti cashback 1% per bulan dan Free Pro Upgrade yang menghapus biaya penarikan serta SEPA. Dengan menawarkan penerbitan gratis tanpa biaya tahunan ataupun biaya inaktivitas, kami telah menghilangkan hambatan tradisional agar peralihan ke gaya hidup terintegrasi kripto bisa aman sekaligus menguntungkan.
Target kami adalah memastikan blockchain benar-benar “menerangi kehidupan publik”. Dengan menghubungkan teknologi decentralized lewat Zoomex Card, kami memastikan nilai yang dihasilkan di platform kami—baik dari trading maupun RWA—selalu bisa langsung dimanfaatkan pengguna untuk kebutuhan nyata sehari-hari.
Tether Luncurkan Stablecoin ‘Made in America’ untuk Patuhi GENIUS Act
Tether meluncurkan USA₮, stablecoin baru yang didukung dolar AS dan dirancang khusus untuk pasar AS, karena perusahaan ini bergerak untuk memenuhi hukum stablecoin federal terbaru di Amerika melalui GENIUS Act.
Token baru ini, diumumkan pada 27 Januari, diterbitkan oleh Anchorage Digital Bank, N.A., bank Amerika dengan izin federal. Hal ini menandai stablecoin pertama Tether yang dibuat untuk beroperasi sepenuhnya di dalam sistem keuangan regulasi Amerika Serikat.
Stablecoin yang Dibuat untuk Hukum AS
USA₮ dibuat agar sesuai dengan persyaratan GENIUS Act untuk stablecoin pembayaran, termasuk penerbitan oleh bank, dukungan cadangan penuh, dan pengawasan regulasi yang berkelanjutan.
Menurut Tether, stablecoin ini dibuat untuk dipakai oleh institusi dan platform Amerika Serikat yang memerlukan dolar digital yang diatur secara federal. Cantor Fitzgerald akan bertindak sebagai kustodian cadangan serta dealer utama pilihan, sehingga transparansi atas cadangan akan tersedia sejak peluncuran.
Pada tahap awal, USA₮ tersedia melalui platform seperti Kraken, Crypto.com, MoonPay, OKX, dan Bybit.
Mengapa Tether Perlu Meluncurkan Stablecoin Baru
Peluncuran ini menyusul tekanan regulasi dari GENIUS Act, yang menghadirkan kerangka kerja nasional pertama untuk mengatur stablecoin yang ditawarkan ke pengguna di Amerika Serikat.
Di bawah undang-undang ini, hanya stablecoin yang diterbitkan oleh entitas federal atau negara bagian yang memenuhi syarat yang boleh dipasarkan atau didistribusikan ke warga AS.
Token yang diterbitkan di luar negeri dan tidak memenuhi standar ini akan menghadapi pembatasan dari exchange, bank, dan penyedia pembayaran yang diatur di Amerika Serikat.
Kerangka kerja ini membatasi penggunaan USDT, stablecoin andalan Tether.
Langkah ini membuat Tether kembali bersaing secara langsung dengan USDC milik Circle, yang mendapatkan keuntungan dari kejelasan regulasi dan dukungan institusi AS sejak awal.
Dengan meluncurkan stablecoin yang diterbitkan oleh bank, Tether kini dapat menawarkan alternatif yang diatur bagi institusi Amerika, sambil tetap menjaga peran USDT sebagai token dolar global paling dominan.
Struktur ganda ini memungkinkan Tether untuk mempertahankan posisinya di pasar baik di tingkat domestik maupun internasional.
Jaringan Berbahasa Cina Kini Sumbang 20% Pencucian Uang Kripto
Jaringan pencucian uang berbahasa Mandarin (CMLN) kini muncul sebagai infrastruktur utama untuk pencucian dana ilegal berbasis aset kripto.
Pertumbuhan pesat jaringan berbasis Telegram ini menandai perubahan mendasar dalam pergerakan hasil kejahatan di seluruh dunia, dengan dampak besar terhadap strategi keamanan nasional serta penegakan hukum di berbagai negara.
Ekosistem US$16,1 Miliar: Skala dan Kecepatan
Berdasarkan Laporan Crypto Crime Chainalysis 2026 yang terbit pada 27 Januari, CMLN kini mencakup sekitar 20% dari aktivitas pencucian uang aset kripto yang diketahui, sehingga CMLN menjadi jaringan pencucian terbesar di industri ini.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa CMLN memproses dana sebesar US$16,1 miliar selama 2025 saja, atau rata-rata sekitar US$44 juta setiap hari, dengan lebih dari 1.799 wallet aktif digunakan. Sejak 2020, arus masuk ke CMLN tumbuh 7.325 kali lebih cepat dibandingkan ke exchange terpusat, 1.810 kali lebih cepat dibanding ke decentralized finance (DeFi), dan 2.190 kali lebih cepat dari arus bersih antar aktivitas ilegal di dalam chain.
Chainalysis berhasil mengidentifikasi jejak perilaku on-chain dari enam jenis layanan berbeda yang membentuk ekosistem CMLN: running point broker, money mule motorcade, layanan OTC informal, layanan Black U, layanan judi, serta layanan pemindahan dana.
Pembagian Peran di Enam Jenis Layanan
Running point broker berperan sebagai jalur awal masuknya transfer dana ilegal. Individu direkrut untuk menyewakan rekening bank, wallet digital, atau alamat deposit exchange mereka agar menerima dan meneruskan hasil penipuan.
Money mule motorcade menangani tahap “layering” dalam proses pencucian uang, yaitu membentuk jaringan rekening dan wallet untuk menyembunyikan asal-usul dana. Beberapa penyedia jasa ini bahkan memperluas jangkauan operasinya sampai ke lima negara di Afrika.
Layanan OTC informal menawarkan dana “bersih” atau “White U” dan memproses transfer dana tanpa verifikasi KYC. Akan tetapi, analisis on-chain menemukan banyak keterkaitan antara layanan-layanan ini dengan platform ilegal seperti Huione.
Sumber: Chainalysis
Black U services khusus menangani aset kripto “tercemar” hasil dari peretasan, eksploitasi, dan penipuan, dan menjualnya dengan harga 10–20% di bawah harga pasar. Jenis layanan ini berkembang paling cepat, dengan pemasukan kumulatif mencapai US$1 miliar hanya dalam 236 hari. Pada kuartal 4 2025, waktu rata-rata penyelesaian transaksi sangat besar hanya 1,6 menit.
Layanan judi memanfaatkan volume uang yang besar dan transaksi yang sering untuk mencuci dana; beberapa penjual di Telegram bahkan terbukti menawarkan hasil manipulasi.
Layanan pemindahan dana menyediakan fitur mixing dan swapping, yang kerap digunakan oleh pelaku ilegal di Asia Tenggara, Cina, serta Korea Utara.
Pola Mirip Pencucian Uang Tradisional
Data on-chain menunjukkan bahwa arus keuangan CMLN mengikuti pola klasik pencucian uang: placement, layering, dan integration. Layanan Black U memperlihatkan perilaku “structuring” (smurfing) yang sangat agresif. Jumlah transaksi kecil di bawah US$100 naik 467% dari arus masuk ke arus keluar. Transaksi menengah (US$100–US$1.000) melonjak 180%. Transfer sangat besar (di atas US$10.000) mencapai 51% lebih banyak wallet tujuan, dibanding wallet sumber.
Sebaliknya, pelaku dalam dunia judi, running point broker, dan layanan OTC menjadi aggregator utama ekosistem ini. Layanan mereka mengumpulkan dana dari banyak titik, lalu mengonsolidasikannya ke jumlah besar yang siap dimasukkan kembali ke sistem keuangan resmi.
Sumber: Chainalysis Platform Garansi sebagai Pusat Utama
Pusat dari ekosistem CMLN adalah platform garansi seperti Huione dan Xinbi. Platform ini berfungsi sebagai tempat promosi dan infrastruktur escrow bagi para penjual jasa pencucian uang, namun tidak mengendalikan aktivitas pencucian uang yang terjadi.
Meski Telegram sudah menghapus beberapa akun Huione, para penjual tetap beroperasi dengan bermigrasi ke platform alternatif. Hal ini membuktikan perlunya menarget pelaku utama, bukan hanya platform yang mereka pakai.
Respons Regulasi
Tindakan penegakan hukum baru-baru ini meliputi penetapan Prince Group oleh OFAC Departemen Keuangan AS dan OFSI Inggris. FinCEN juga menerbitkan Final Rule yang menetapkan Huione Group sebagai perhatian utama dalam masalah pencucian uang. Selain itu, lembaga tersebut merilis himbauan terkait jaringan pencucian uang asal Cina.
Meski langkah-langkah ini terbukti mengganggu operasi mereka, jaringan utama tetap bertahan dan bermigrasi ke saluran lain saat mendapat tekanan.
Analisis Para Ahli
Tom Keatinge, Direktur Centre for Finance & Security di RUSI, mengungkapkan bahwa jaringan-jaringan ini tumbuh sangat cepat menjadi operasi lintas negara bernilai miliaran dolar. Ia menuturkan, pertumbuhan pesat ini didorong oleh kontrol modal dari pemerintah Cina, sebab warga kaya yang ingin menghindari pembatasan tersebut memberikan dorongan dan likuiditas untuk melayani kelompok kriminal terorganisir lintas Eropa dan Amerika Utara.
Chris Urben, Managing Director di Nardello & Co, menerangkan bahwa perubahan terbesar beberapa tahun terakhir adalah peralihan cepat dari sistem transfer nilai informal tradisional ke aset kripto. Ia menjelaskan, aset kripto menawarkan cara efisien memindahkan dana lintas negara dengan syarat KYC yang lebih ringan daripada bank konvensional, bahkan bisa menyimpan dana miliaran dolar dalam cold wallet di hard drive.
Pentingnya Kolaborasi antara Sektor Publik dan Swasta
Chainalysis menekankan bahwa untuk mengatasi jaringan pencucian uang terintegrasi aset kripto, perlu ada perubahan pendekatan dari penegakan hukum reaktif terhadap platform individu menjadi upaya proaktif dalam mengganggu jaringan dasarnya.
Urben menyarankan bahwa mendeteksi jaringan pencucian uang ini membutuhkan gabungan intelijen sumber terbuka, intelijen sumber manusia, dan analisis blockchain. “Hanya ketika semua alat ini berfungsi bersama, serta menghasilkan petunjuk yang saling mendukung, barulah Anda bisa mencocokkan para pelaku dengan pergerakan mata uang dan memetakan jaringan tersebut,” terang Urben.
Aksi Harga XRP Terhenti Sementara Pasar Derivatif Tunjukkan Sinyal Bullish Kunci
Setelah sempat naik di awal tahun, harga XRP (XRP) mayoritas tetap tertekan, mencerminkan penurunan pasar aset kripto secara keseluruhan.
Ketika pasar aset kripto menghadapi tekanan berkelanjutan, ada satu sinyal penting dari pasar derivatif yang mengisyaratkan potensi pemulihan bullish jika minat investor kembali.
Harga XRP Mengalami Kesulitan, namun Setup Derivatif Mungkin Mendukung Pemulihan
Data BeInCrypto Markets menunjukkan bahwa XRP memulai tahun 2026 dengan kuat, naik lebih dari 27% dalam lima hari pertama Januari. Tapi, momentum ini cepat memudar dan altcoin season ini berubah arah, menghapus sebagian besar keuntungan awalnya.
Dalam 24 jam terakhir, XRP memperpanjang tren turunnya dengan mencatat penurunan kecil 0,078%. Pada waktu publikasi, XRP diperdagangkan di harga US$1,88. Walaupun aksi harga masih lesu, perkembangan di pasar derivatif makin menjadi sorotan.
Performa Harga XRP (XRP) | Sumber: BeInCrypto Markets
Pada sebuah unggahan baru-baru ini, analis Darkfost menyorot penurunan tajam open interest XRP setelah mencapai puncak US$1,76 miliar di Binance pada 17 Juli.
Analis tersebut menambahkan bahwa penurunan ini terjadi bersamaan dengan koreksi harga tajam pada XRP. Altcoin ini anjlok dari US$3,55 ke sekitar US$1,83, menghapus hampir setengah nilainya.
“Ketika posisi dilikuidasi atau ditutup secara sukarela, open interest di Binance terus turun, baru-baru ini jatuh di bawah ambang US$500 juta. Level ini telah bertahan sejak peristiwa likuidasi besar yang terjadi pada 10 Oktober,” terang unggahan itu.
Penurunan Open Interest XRP | Sumber: Darkfost/CryptoQuant
Penyusutan open interest ini menyorot penurunan likuiditas yang signifikan di pasar derivatif, khususnya setelah crash pasar Oktober. Analis juga memaparkan bahwa harga yang turun secara mekanis mengecilkan angka open interest, sehingga memperparah penurunan secara keseluruhan.
Meski koreksi tajam terjadi, Darkfost menekankan bahwa fase deleveraging seperti ini berperan penting. Fase tersebut membantu membersihkan leverage berlebih dan mengatur ulang struktur pasar ke level yang lebih sehat.
“Periode seperti ini terlihat ketika open interest XRP di Binance turun di bawah rata-rata setengah tahunnya. Secara historis, fase pembersihan ini sering diikuti oleh pemulihan bullish, ketika minat investor perlahan kembali ke pasar derivatif,” ujar sang analis.
Selain pasar derivatif, BeInCrypto juga menemukan sinyal pemulihan potensial. Analisis tersebut menunjukkan metrik Liveliness menurun, menandakan akumulasi yang meningkat oleh holder jangka panjang. Pergeseran ini biasanya mengurangi tekanan jual.
Relative Strength Index (RSI) pun baru-baru ini pulih dari level jenuh jual di bawah 30, yang merupakan indikator umum momentum turun yang sudah lelah. Selain itu, XRP diperdagangkan di dalam pola descending wedge, formasi yang sering kali mendahului breakout bullish jika terkonfirmasi.
Kombinasi sinyal pasar derivatif, akumulasi jangka panjang, dan indikator teknikal jenuh jual memberi peluang setup positif untuk pemulihan. Walau begitu, masih ada hambatan yang bisa menantang prospek bullish.
Data menunjukkan cadangan XRP di Binance dan Upbit meningkat pada Januari, bersama-sama menyumbang hampir 10% dari suplai yang beredar. Konsentrasi ini, apalagi setelah harga turun, bisa menandakan tekanan jual lebih tinggi karena koin berpindah ke exchange untuk kemungkinan likuidasi.
Sekilas, beberapa minggu ke depan akan menentukan apakah fase deleveraging ini sudah cukup mengurangi kelebihan untuk menopang pemulihan sejati atau justru masih ada potensi penurunan lanjutan.
Harga PUMP Tertahan di Resistance setelah Reli 20% — Mengapa Hal Ini Bisa Jadi Sinyal Bullish
Harga token Pump.fun melonjak lebih dari 20% dalam 24 jam terakhir, sebuah kenaikan tajam yang cukup mencolok. Selama sebulan terakhir, harga PUMP naik lebih dari 60%. Tapi jika kita melihat dalam jangka waktu lebih lama, tren ini masih terlihat lemah, karena token ini turun sekitar 37% dalam tiga bulan terakhir.
Perbedaan ini penting. Reli ini tidak terjadi dalam tren naik yang kuat. Reli ini justru berlangsung di dalam tren turun yang lebih besar. Hal ini memunculkan pertanyaan penting. Apakah kenaikan harga ini sedang mencapai puncaknya, atau harga hanya tertahan sebelum naik lebih tinggi? Dari analisis grafik, kemungkinan kedua perlu mendapat perhatian serius.
Breakout Pertama Masih Mengarah ke Atas
Reli saat ini bukan muncul secara tiba-tiba. Pada 13 Januari, PUMP melakukan breakout dari pola cup-and-handle yang cukup besar. Pola ini terjadi saat harga membentuk dasar yang melengkung, kemudian berhenti sejenak, lalu menembus ke atas.
Saat handle itu pecah, proyeksi breakout menunjukkan target ke area US$0,0045. Target ini masih berlaku. Bahkan setelah reli terbaru, harga masih bergerak sesuai jalur awal tersebut.
Struktur Breakout PUMP | Sumber: TradingView
Ingin informasi token lain seperti ini? Daftar untuk Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Poin utamanya sederhana. Struktur breakout masih valid. Tidak ada hal baru yang membatalkannya. Harga masih menunjukkan perilaku khas aset setelah breakout. Selain itu, menurut grafik, formasi cup lain juga sedang terbentuk.
Yang berubah hanyalah kecepatannya. Harga PUMP bergerak sangat cepat menuju resistance, dan di situlah harga menghadapi batasan.
Cangkir Kedua Terbentuk saat Momentum Mengarah ke Konsolidasi
Setelah breakout di bulan Januari, harga PUMP tidak langsung jatuh. Sebaliknya, harga mulai membentuk struktur cup yang lebih kecil di timeframe yang lebih rendah. Hal ini penting.
Cup pertama memiliki neckline yang miring ke bawah. Formasi saat ini justru memperlihatkan neckline yang miring ke atas. Perbedaan ini penting. Neckline yang miring ke atas biasanya menandakan permintaan yang mulai membaik, meskipun harga sempat tertahan.
Saat ini, harga sedang menekan resistance di bagian atas struktur yang lebih kecil itu. Di situlah “tembok”-nya. Ketika harga menghadapi resistance setelah kenaikan tajam, biasanya harga hanya berhenti atau tenang sejenak, bukan karena pembeli pergi, tapi karena penjual mulai muncul.
Untuk melihat apakah kekuatannya sedang bertambah atau justru melemah, indikator momentum bisa membantu. Relative Strength Index atau RSI dapat mengukur momentum. Dalam pergerakan saat ini, RSI nampak terus naik walau harga mulai melambat.
Momentum Mengarah ke Konsolidasi | Sumber: TradingView
Divergensi bearish tersembunyi akan terkonfirmasi (harga membentuk high yang lebih rendah sementara RSI mencetak high yang lebih tinggi) jika candle harga PUMP berikutnya terbentuk di bawah US$0,0031. Sebelumnya, divergensi bearish tersembunyi serupa juga muncul saat konsolidasi handle terakhir pada 6 Januari.
Arus Menandakan Konsolidasi, Bukan Pembalikan Harga PUMP
Pada saat yang sama, perilaku whale pun mendukung gambaran tersebut. Holder besar mengurangi saldo mereka sekitar 3,6%, sehingga total kepemilikan whale turun menjadi sekitar 14,37 miliar token. Penjualan ini terjadi setelah reli, bukan sebelumnya.
Ini penting, sebab penjualan oleh whale setelah lonjakan harga biasanya menandakan aksi ambil untung, bukan kepanikan. Situasi ini sering berujung pada pergerakan sideways, bukan perubahan tren besar. Ini adalah tanda konsolidasi lainnya.
Whale PUMP | Sumber: Nansen
Data arus exchange juga menunjukkan cerita yang mirip. Setelah terjadi arus keluar stabil selama dua hari terakhir, PUMP tiba-tiba mencatat arus masuk bersih, dengan sekitar US$900.000 masuk ke exchange. Saat token berpindah ke exchange setelah reli, biasanya itu menunjukkan tekanan jual jangka pendek. Hal ini sesuai dengan ide konsolidasi dan perilaku whale.
Aksi Jual Retail PUMP | Sumber: Coinglass
Sekarang, level-level harga menjadi semakin krusial.
Koreksi ke area US$0,0028 atau bahkan US$0,0026 masih berada dalam rentang konsolidasi. Penurunan di bawah US$0,0023 akan melemahkan struktur. Jika bergerak di bawah US$0,0022, maka skenario bullish akan batal sepenuhnya.
Untuk pergerakan naik, level kunci yang perlu diperhatikan berada di sekitar US$0,0032. Jika harga bisa menembus dan bertahan di atas area tersebut, artinya dinding resistance sudah ditembus. Jika itu terjadi, baik breakout cup-and-handle lama maupun formasi cup yang baru, keduanya mengarah ke target yang sama di dekat US$0,0045.
Analisis Harga PUMP | Sumber: TradingView
Kondisi ini memang jarang terjadi. Dua pola yang berbeda tapi mengarah ke level yang sama biasanya justru memperkuat sinyalnya, bukan melemahkannya.
Saat ini, harga PUMP sedang tertahan di resistance US$0,0031.
Tapi segala aktivitas di sekitar area tersebut menunjukkan tekanan terus meningkat, bukan melemah. Jika konsolidasi tetap bertahan, reli berikutnya dari PUMP bisa lebih kuat dari pergerakan sebelumnya.
BitMine Percepat Akumulasi dan Staking Ethereum: Katalis Utama atau Risiko Besar untuk ETH?
Walaupun Ethereum (ETH) telah turun di bawah US$3.000, bahkan melewati harga pembukaannya di awal tahun 2026, aktivitas staking ETH justru mencetak rekor tertinggi. Salah satu peserta paling agresif adalah BitMine, perusahaan yang tercatat di NYSE (BMNR) dan dipimpin oleh CEO Tom Lee.
Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan penting: Apakah BitMine bisa menjadi katalis besar untuk ETH, atau justru membawa risiko besar, terutama karena sentimen pasar yang dipenuhi rasa takut mulai kembali?
BitMine Tingkatkan Akumulasi dan Staking Ethereum di Januari
BitMine baru saja mengumumkan bahwa mereka telah membeli lebih dari 40.000 ETH dalam seminggu terakhir. Berdasarkan data CoinGecko, perusahaan ini kini memegang lebih dari 4,2 juta ETH, yang nilainya lebih dari US$12,4 miliar. Jumlah ini mewakili lebih dari 3,5% dari total suplai Ethereum.
Langkah ini sejalan dengan tujuan BitMine sejak lama untuk menguasai 5% dari total suplai Ethereum.
Grafik Kepemilikan Ethereum BitMine | Sumber: CoinGecko
Pada grafik terlihat akumulasi pembelian yang konsisten sejak pertengahan tahun lalu hingga sekarang, tanpa tanda-tanda melambat yang jelas.
CEO Tom Lee menyampaikan rasa percaya dirinya yang tinggi terhadap masa depan Ethereum setelah mendengarkan diskusi para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan di Davos.
“Pada tahun 2016, cerita Davos adalah tentang AI dan revolusi industri keempat. Selama dekade berikutnya, AI dan data center berkembang pesat, banyak negara mengubah strategi mereka. Sepuluh tahun kemudian, 2026 menjadi tahun saat pembuat kebijakan dan pemimpin dunia memandang aset digital sebagai pusat sistem keuangan masa depan. Seperti yang Larry Fink pernah sampaikan, ini sangat positif untuk smart blockchain. Ethereum tetap menjadi blockchain paling banyak digunakan di Wall Street dan yang paling andal, tanpa downtime sejak awal peluncurannya,” terang Lee .
Selain itu, Lookonchain mengungkapkan bahwa Tom Lee lewat BitMine telah men-stake tambahan 209.504 ETH—bernilai sekitar US$610 juta—dalam satu hari. Total ETH yang di-stake BitMine kini mencapai 2.218.771 ETH, senilai sekitar US$6,52 miliar. Jumlah ini mewakili lebih dari 52% dari total kepemilikan ETH perusahaan tersebut.
Sementara itu, data Validator Queue menunjukkan antrean masuk ETH untuk partisipasi validator telah mencapai rekor tertinggi, melebihi 3,3 juta ETH.
Laporan BeInCrypto sebelumnya menunjukkan bahwa total ETH yang di-stake telah melampaui 36 juta, setara 30% dari total suplai. Jika ETH yang sedang mengantre masuk validator dihitung, angka ini bisa segera mendekati 40 juta ETH.
Apa Prediksi Analis tentang Dampak BitMine pada Harga ETH?
Analis Milk Road menyampaikan bahwa satu entitas, BitMine, mengontrol sekitar 3,52% suplai sirkulasi Ethereum. Strategi BitMine tak hanya sekadar “beli dan simpan.” Perusahaan ini fokus pada akumulasi dalam skala besar yang digabungkan dengan menghasilkan yield lewat staking. Skala pembelian ini menciptakan permintaan berkelanjutan yang membantu menjaga harga ETH di dalam channel naik.
Channel Harga Naik ETH | Sumber: Milk Road
“Inilah jenis akumulasi institusi yang menjaga $ETH tetap di dalam channel naiknya. Lebih penting lagi, ini membantu menarik harga kembali ke channel tersebut saat terjadi guncangan makro yang sesaat membuatnya keluar,” papar Milk Road .
Data on-chain mendukung pandangan ini. Ketika suplai ETH di pasar spot berkurang akibat akumulasi dan staking yang meningkat, dukungan harga semakin kuat.
Meski begitu, para analis juga mengingatkan risiko besar akibat konsentrasi berlebihan. BitMine mulai membeli ETH pada Juli 2025, namun sejak puncak Agustus, ETH telah turun lebih dari 40%.
Berdasarkan keterbukaan BitMine, rata-rata biaya kepemilikan ETH mereka adalah US$2.839 per ETH. Dengan harga ETH saat ini mendekati US$2.900, perusahaan hanya mendapat margin keuntungan tipis dan bisa dengan cepat mengalami kerugian jika tren penurunan berlanjut.
Analis di Seeking Alpha berpendapat bahwa eksposur berlebihan terhadap ETH menciptakan risiko ekstrem, apalagi jika digabungkan dengan potensi dilusi saham.
“Manajemen mendorong para pemegang saham agar menyetujui amandemen anggaran dasar yang meningkatkan jumlah saham sah dari 500 juta menjadi 50 miliar. Meski otorisasi ini tidak menjamin penerbitan langsung, tapi pada dasarnya memberi lampu hijau bagi manajemen untuk menerbitkan saham baru dalam jumlah nyaris tak terbatas,” papar analis RI Research dari Seeking Alpha .
Rapat pemegang saham terbaru juga menuai kontroversi. CEO dan CFO yang baru diangkat tidak hadir, dan pembicara tamu yang dijanjikan pun tak tampak. Selain itu, investasi kontroversial senilai US$200 juta ke bisnis media MrBeast—yang tidak ada kaitannya dengan strategi utama blockchain BitMine—memunculkan kekhawatiran mengenai fokus dan prioritas alokasi modal manajemen.
Efektivitas jangka panjang strategi BitMine masih belum pasti. Tapi, ketika porsi kepemilikan Ethereum mereka mendekati 5% dari total suplai, perusahaan ini mulai menjadi variabel penting dalam dinamika harga ETH—yang sebaiknya investor pantau dengan cermat bersama perkembangan kondisi pasar yang lebih luas.
Harga XRP Bidik Efek Domino untuk Hidupkan Kembali Mimpi US$3,30 – Berikut Caranya
Harga XRP naik sekitar 1% dalam 24 jam terakhir, tapi pergerakan ini sendiri sebenarnya belum berarti banyak. Hal yang lebih penting adalah apa yang terjadi di balik layar.
Trader jangka pendek mulai keluar, sementara holder jangka menengah mulai masuk, dan arus exchange-traded fund (ETF) XRP juga diam-diam sudah kembali positif. Perubahan-perubahan ini bersama-sama sedang membentuk potensi efek domino, di mana satu pemicu teknikal kecil bisa memicu pergerakan jauh lebih besar. Bahkan, ada peluang XRP mendekati level yang pernah tercapai tahun lalu.
Keyakinan Mulai Gantikan Spekulasi saat Holder XRP Bergerak
Salah satu perubahan paling jelas terlihat pada HODL waves XRP. HODL Waves adalah metrik yang menunjukkan berapa lama koin sudah di-hold, sehingga membantu membedakan antara trader jangka pendek dan holder berkeyakinan jangka panjang.
Dalam sebulan terakhir, pasokan spekulatif turun drastis. Holder dalam grup 1 hari hingga 1 minggu turun dari sekitar 1,5% pasokan jadi 0,76% antara 9 Januari hingga 26 Januari.
Grup 1 minggu sampai 1 bulan turun dari 5,71% menjadi sekitar 2,07% dalam sebulan, dimulai 27 Desember. Sementara itu, holder jangka lebih panjang justru melakukan hal sebaliknya.
Dana Spekulatif Pergi | Sumber: Glassnode
Ingin insight token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Kripto Harian yang diedit oleh Harsh Notariya di sini.
Kelompok holder 6 bulan hingga 12 bulan naik dari 19,5% jadi 22,3%. Selain itu, grup 1 tahun hingga 2 tahun juga meningkat, dari 11,73% menjadi 11,92%.
Holder Jangka Menengah dan Panjang Masuk ke XRP | Sumber: Glassnode
Hal ini penting karena uang spekulatif biasanya keluar saat harga turun ke titik rendah, sementara holder berkeyakinan cenderung membangun posisi secara diam-diam. Arus ETF XRP, salah satu indikator keyakinan terbesar, mendukung pandangan ini. setelah mengalami arus keluar bersih minggu lalu, minggu ini justru mulai positif lagi, menandakan ada uang baru yang masuk.
ETF XRP | Sumber: SoSo Value
Simpelnya, uang yang bergerak cepat keluar, dan uang yang sabar mulai masuk.
Grafik Harga Mengungkap Domino Setup, Bukan Breakout Instan
Pada chart harga, XRP sedang membentuk struktur inverse head-and-shoulders besar yang dimulai awal November. Sekilas, formasi ini seperti tidak masuk akal karena garis neckline berada jauh di atas harga saat ini.
Dari posisi sekarang, XRP perlu naik sekitar 31% hanya untuk mencapai neckline. Jika breakout terjadi, potensi kenaikannya sekitar 33%.
Itu memang terdengar jauh, tapi efek domino tidak mulai dari neckline. Pemicu utamanya adalah momentum. XRP baru-baru ini kehilangan EMA 20 harinya pada 17 Januari. Exponential moving average (EMA) ini memberi bobot lebih pada harga terbaru serta membantu memantau kekuatan tren jangka pendek.
Chart Harga XRP | Sumber:TradingView
Untuk merebut kembali EMA 20 hari, XRP hanya butuh kenaikan sekitar 3–4% dalam satu hari. Terakhir kali XRP berhasil kembali ke EMA ini, pada 2 Januari, harga reli hampir 26%. Dorongan seperti itu bisa mendorong XRP lebih cepat menyentuh neckline.
Dukungan momentum sudah mulai muncul lewat RSI. Relative Strength Index (RSI) mengukur apakah momentum harga sedang menguat atau melemah.
Antara akhir November hingga 25 Januari, harga XRP membentuk lower low, sementara RSI justru membentuk higher low. Bullish divergence seperti ini sering menandakan tekanan jual mulai berkurang, bahkan sebelum harga benar-benar naik.
Divergensi Bullish: TradingView
Seperti inilah domino mulai bergerak:
RSI stabil → EMA reclaim terjadi → momentum mulai terbentuk → neckline mulai berperan → neckline pecah, mengaktifkan breakout.
Akumulasi Whale Mendukung Domino Harga Akhir XRP Menuju US$3,30
Holder besar nampaknya sedang mempersiapkan diri untuk urutan tersebut. Contohnya, wallet yang memegang antara 10 juta sampai 100 juta XRP meningkatkan saldo gabungan mereka dari sekitar 11,16 miliar menjadi 11,19 miliar token setelah 25 Januari.
Pembelian ini pun dimulai tak lama setelah divergensi bullish terlihat, yang mengisyaratkan whale merespons perubahan momentum yang sama seperti di grafik. Akumulasi yang terjadi memang terbilang hati-hati, tidak agresif, tetapi tetap sesuai dengan tren keyakinan yang lebih luas.
Whale XRP: Santiment
Dari titik ini, level harga jadi sangat penting.
Harga XRP pertama-tama harus merebut kembali EMA 20 hari. Di atasnya, resistance ada di kisaran US$2,05 dan US$2,20. Jika menembus dan bertahan di atas US$2,52, neckline akan kembali jadi fokus utama.
Analisis Harga XRP: TradingView
Jika neckline pecah, efek domino akan selesai dan membuka jalan menuju US$3,30 (tepatnya US$3,34), yaitu proyeksi jarak 33% dari kepala ke neckline. Selain itu, level ini juga sempat dicapai XRP pada Oktober tahun lalu seperti yang disebut di level harga XRP.
Struktur akan melemah di bawah US$1,80 dan sepenuhnya tidak valid di bawah US$1,76.
Saat ini, XRP memang belum breakout. Tapi urutan menuju breakout itu sedang diam-diam terbentuk.
Lowongan Kerja Bitcoin Naik 6% di 2025: Inilah yang Dicari Para Pemberi Kerja
Pada tahun 2025, ekosistem Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan 6% pada listing pekerjaan, dengan mayoritas lowongan baru didominasi oleh posisi non-pengembang, menurut sebuah laporan terbaru.
Data tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja Bitcoin kini semakin matang, sebab kecocokan budaya, keterlibatan komunitas, dan kontribusi yang terlihat mulai lebih penting daripada kualifikasi tradisional dalam keputusan perekrutan.
Laporan Bitvocation Jelaskan Perkembangan Pasar Kerja Bitcoin di 2025
Laporan Data Pekerjaan Bitcoin 2025 dari Bitvocation menyoroti tren perekrutan di antara perusahaan Bitcoin-only dan perusahaan yang berdekatan dengan Bitcoin. Laporan ini mendefinisikan perusahaan Bitcoin-only sebagai bisnis yang memenuhi tiga syarat:
Produk mereka secara eksklusif berfokus pada Bitcoin dan bukan pada aset kripto pesaing lainnya.
Mereka secara terbuka mengidentifikasi diri sebagai perusahaan Bitcoin-only atau Bitcoin-first dalam misi atau komunikasinya.
Mereka aktif berkontribusi pada ekosistem Bitcoin, seperti melalui pengembangan open-source atau keterlibatan komunitas.
Berdasarkan temuan tersebut, pada 2025 terdapat 1.801 listing pekerjaan yang berhubungan dengan Bitcoin. Jumlah ini naik 6% dari 1.707 di tahun 2024.
Perusahaan Bitcoin-only menyumbang 47% dari total listing, naik dari 42% tahun lalu. Sementara itu, perusahaan yang berdekatan dengan Bitcoin mencakup 53%. Ini menandakan bahwa jarak antara perusahaan yang berfokus pada Bitcoin dan perusahaan berdekatan dengan Bitcoin semakin menyempit pada 2025.
Pertumbuhan di antara para pemberi kerja Bitcoin-only tersebar cukup merata. Laporan ini mencatat ada 154 perusahaan Bitcoin-only, dengan rata-rata melakukan enam perekrutan per perusahaan.
Pertumbuhan Jumlah Listing Pekerjaan Perusahaan Bitcoin-Only | Sumber: Bitvocation
Riot Platforms memimpin di antara perusahaan ini namun dengan porsi yang masih kecil. Secara keseluruhan, 10 perusahaan Bitcoin-only teratas mengalami pertumbuhan 122% year-over-year.
“Ini adalah ekosistem yang tersebar. Pertumbuhan tidak terkonsentrasi pada segelintir raksasa — namun meluas di perusahaan mining, lightning network, layanan keuangan, dan self-custody yang sedang membangun secara berkelanjutan,” terang laporan tersebut.
Di sisi lain, perekrutan di perusahaan berdekatan dengan Bitcoin cenderung terkonsentrasi. Bitdeer mencakup hampir sepertiga dari semua posisi di sektor ini, dengan 307 lowongan yang dipasang. Sepuluh perusahaan teratas segmen ini menguasai 85% lowongan di kategori mereka.
Sementara itu, posisi non-pengembang mengisi 74% dari seluruh posisi yang tersedia, naik dari 69% pada 2024. Product Manager menempati peringkat paling atas untuk posisi non-teknis.
Bitvocation juga mencatat kenaikan tajam dalam perekrutan level direktur, menandakan bahwa perusahaan-perusahaan semakin memperluas operasinya. Di sisi teknis, permintaan tertinggi adalah untuk software engineer, terutama pada level senior. Dalam laporannya disebutkan,
“Perusahaan Bitcoin-only cenderung bergerak di bidang mining, media, dan desain, serta merekrut lebih banyak di level awal maupun kepemimpinan. Sementara perusahaan yang berdekatan dengan Bitcoin unggul di bidang keuangan, HR, dan teknik, dengan kecenderungan mencari kandidat yang sudah berpengalaman senior atau menengah.”
Pertumbuhan Pekerjaan Bitcoin Tetap Dipimpin AS, dengan Perluasan di Asia
Secara regional, AS tetap mendominasi pasar kerja Bitcoin dengan perbandingan yang sangat jauh, karena menawarkan lebih banyak lowongan terkait Bitcoin daripada gabungan semua negara lain. Selain itu, pertumbuhan kuat juga tercatat di Asia.
Singapura jadi sorotan berkat lonjakan 158% pada posting lowongan kerja Bitcoin, yang sebagian besar didorong oleh ekspansi satu perusahaan besar. Klaster perekrutan yang lebih kecil namun penting juga muncul di negara seperti El Salvador, Bhutan, dan Brasil, menandakan bagaimana kebijakan ramah Bitcoin bisa mendorong pertumbuhan lapangan kerja lokal.
“Amerika adalah wilayah Bitcoin-only. Amerika Utara memimpin dengan 309 lowongan Bitcoin-only. Eropa dan Asia cenderung lebih banyak pada Bitcoin-adjacent, meskipun ada beberapa pengecualian,” catat Bitvocation.
Pekerjaan remote tetap menjadi ciri utama di pasar kerja Bitcoin sepanjang 2025, walau proporsinya turun dibanding tahun sebelumnya. Dari total lowongan pekerjaan, 809 posisi atau 45% ditawarkan secara remote, turun dari 53% pada 2024.
Perusahaan Bitcoin-only terus menunjukkan kecenderungan lebih kuat untuk membentuk tim terdistribusi, dengan 56% dari posisi mereka menawarkan opsi remote.
Hal yang Paling Dihargai oleh Pemberi Kerja Bitcoin
Pada 2025, pemberi kerja Bitcoin melaporkan bahwa tantangan perekrutan lebih disebabkan oleh sulitnya menemukan kandidat dengan kombinasi keterampilan, pola pikir, dan pemahaman ekosistem yang tepat daripada masalah jumlah pelamar.
Bukan lagi bergantung hanya pada ijazah formal atau CV yang rapi, kini pemberi kerja semakin mencari bukti kinerja nyata seperti kontribusi pada proyek open-source, keterlibatan komunitas, tulisan publik, atau pengalaman langsung di ekosistem Bitcoin.
“Peran yang paling sulit diisi berkumpul di dua ujung: posisi teknis yang sangat spesialis (Bitcoin Core, Lightning, keamanan) dan peran nonteknis yang butuh kemampuan menerjemahkan nilai-nilai Bitcoin ke dalam produk, pertumbuhan, operasi, atau komunikasi,” tambah laporan tersebut.
Kemampuan serba bisa juga muncul sebagai tema penting. Banyak perusahaan Bitcoin, khususnya yang masih dalam tahap awal, lebih suka kandidat yang bisa beradaptasi di berbagai bidang dan siap memegang banyak tanggung jawab.
Kemampuan komunikasi yang baik serta keahlian menerjemahkan prinsip-prinsip Bitcoin ke produk, operasi, pertumbuhan, atau strategi dipandang sangat berharga pada posisi non-teknis.
Circle Bisa Ubah Uang Global dengan Langkah Baru—Atau Berisiko Kehilangan Segalanya
Circle meluncurkan StableFX, sebuah inisiatif untuk mentransformasi pasar foreign exchange (FX) senilai US$10 triliun per hari dengan memungkinkan konversi mata uang 24/7 di blockchain menggunakan stablecoin.
Platform ini, yang diperkenalkan pada November 2025 di blockchain Arc milik Circle, menjanjikan untuk menghilangkan berbagai hambatan lama pada FX, seperti persyaratan prefunding, penyelesaian yang tertunda, dan venue perdagangan yang terfragmentasi.
Circle Meluncurkan StableFX untuk Memodernisasi FX Global
StableFX milik Circle memungkinkan institusi untuk memperdagangkan pasangan stablecoin seperti USDC/EURC melalui mekanisme eksekusi Request-for-Quote (RFQ) dari berbagai penyedia likuiditas.
Penyelesaian Payment-versus-Payment (PvP) secara atomik memangkas waktu settlement tradisional T+1/T+2 menjadi kurang dari satu detik. Sistem ini tidak memerlukan prefunding atau perjanjian bilateral, sehingga membuatnya efisien untuk treasury, pembayaran, dan perdagangan global.
“…kami benar-benar berkomitmen untuk membantu stablecoin berkualitas untuk diluncurkan, serta membangun solusi blockchain, interoperabilitas, likuiditas, dan pasar perdagangan demi membangun fondasi yang dibutuhkan supaya perdagangan dan keuangan nyata mengalir ke seluruh dunia,” ujar CEO Circle Jeremy Allaire.
Inisiatif ini juga menghadirkan program Partner Stablecoins yang mendukung penerbit stablecoin regional dari Jepang, Brasil, Korea Selatan, Filipina, Australia, dan Afrika Selatan.
Adopsi awal memperlihatkan prospek yang positif. Jepang menyetujui USDC pada Maret 2025 melalui usaha patungan dengan SBI Holdings. Selain itu, stablecoin Jepang JPYC telah terintegrasi dengan StableFX sehingga memungkinkan swap yen-USDC berbiaya rendah.
Pasar negara berkembang seperti Singapura dan Malaysia sedang menjajaki penggunaan stablecoin untuk tokenisasi perdagangan dan hedging FX. Sementara itu, minat pun semakin meningkat di negara-negara seperti Brasil dan Korea Selatan.
Dari Detik ke Risiko Sistemik: Janji dan Risiko StableFX
StableFX mengatasi berbagai masalah utama pada FX. Dengan beroperasi secara on-chain:
StableFX memungkinkan konversi mata uang yang bisa diprogram dan tersedia kapan saja
Terintegrasi dengan Cross-Chain Transfer Protocol (CCTP) milik Circle untuk menyediakan likuiditas lintas blockchain, dan
Menyediakan akses bagi perusahaan lewat Gateway API serta tampilan wallet yang mudah digunakan.
Dalam implementasinya, fitur ini membuat aliran FX dapat langsung terintegrasi ke aplikasi, sehingga perdagangan global dapat berjalan secara real-time.
Manfaat pasar juga jelas terasa, sebab FX yang sebelumnya terhambat sistem lama dan venue terfragmentasi akhirnya bisa berjalan secepat dan sefleksibel internet.
“Foreign exchange adalah salah satu pasar keuangan terbesar di dunia, namun tetap saja mengalami penyelesaian yang lambat, akun yang harus diprefund, dan likuiditas yang terfragmentasi,” papar peneliti Carbz.
Biaya menjadi lebih rendah, waktu settlement berubah dari hitungan hari menjadi detik, dan kejelasan regulasi dari US GENIUS Act serta IPO Circle semakin mendorong adopsi.
Meski begitu, risikonya tetap signifikan. Ketidakstabilan patokan stablecoin jadi kekhawatiran besar: USDC sempat turun ke 87 sen pada 2023 setelah Silicon Valley Bank kolaps.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa bahkan stablecoin mapan pun dapat goyah. Risiko operasional, termasuk bug smart contract, ketidakcocokan wallet, dan transaksi yang tidak dapat dibatalkan, bisa mengganggu arus FX.
Penipuan dan aktivitas ilegal masih menjadi tantangan, dengan kerugian akibat scam kripto yang dilaporkan mencapai US$12,4 miliar pada 2024 dan lebih dari US$4 miliar di 2025. Ketidakpastian regulasi, terutama di kerangka kerja MiCA Eropa serta pengawasan di AS, bisa makin menghambat adopsi.
Pakar juga memperingatkan bahwa pertumbuhan tanpa pengawasan bisa menciptakan risiko sistemik serupa dengan yang dihadapi oleh reksa dana pasar uang.
Pertaruhan Circle adalah bahwa StableFX memiliki potensi untuk mendefinisikan ulang FX global dan perdagangan lintas negara, sehingga menjadi lebih cepat, dapat diprogram, dan efisien modal.
Di sisi lain, kegagalan peg besar, peretasan, atau intervensi regulasi besar bisa memicu kerugian signifikan bagi Circle maupun mitranya.
StableFX mencerminkan harapan terobosan sistem FX global revolusioner dan sekaligus risiko tinggi dari eksperimen yang berpotensi mengubah atau bahkan mengguncang dunia finansial seperti yang kita kenal.
Apakah Kepemilikan 4 Juta ETH BitMine Membuat Harga BMNR Berisiko Turun 30%? Grafik Ungkap Fakta ...
BitMine Immersion Technologies telah membangun salah satu treasury Ethereum terbesar di antara perusahaan publik. Pada akhir Januari, perusahaan ini memegang sekitar 4,2 juta ETH, sehingga Ethereum menjadi pendorong utama neraca keuangannya dan, secara bertahap, juga perilaku harga BMNR.
Strategi itu cukup berhasil saat pasar ETH kuat. Tapi, seiring momentum Ethereum melemah dan risiko penurunan bertambah, eksposur BitMine justru menimbulkan tekanan yang terlihat jelas pada grafik harga. Struktur harga BMNR memperlihatkan bahwa risiko treasury, bukan operasi mining, kini yang membentuk arah tren.
Treasury ETH Sedang Merugi dan Modal Masih Menjauh saat Grafik Menjadi Berisiko
Berdasarkan update kepemilikan terbaru BitMine, perusahaan ini telah berinvestasi sekitar US$14,7 miliar ke aset kripto, tapi nilai pasar saat ini justru turun mendekati US$11,1 miliar. Selisih tersebut menggambarkan kerugian belum terealisasi yang cukup besar, terutama karena penurunan Ethereum.
Himpunan Aset Rugi | Sumber: CryptoQuant
Ini menjadi penting karena perusahaan dengan treasury besar biasanya sangat mengandalkan kepercayaan terhadap nilai aset. Saat nilai pasar tetap di bawah nilai investasi, investor besar cenderung memilih menunggu daripada menambah eksposur.
Keraguan tersebut terlihat jelas pada Chaikin Money Flow (CMF). CMF mengukur apakah modal besar sedang masuk atau keluar dari suatu aset. CMF BMNR terus berada di bawah garis nol, menandakan bahwa pembelian skala institusi sepertinya belum kembali muncul.
Sederhananya, treasury ETH kini menjadi beban. Sampai selisih nilai tersebut mengecil, modal besar belum punya alasan kuat untuk masuk.
Dari sisi teknikal, BMNR masih tertekan meski sempat memantul sebentar pada 21 Januari. Pantulan itu hanya membantu harga menjauh dari support terdekat, tapi belum mampu mematahkan pola bearish yang lebih besar — head-and-shoulders.
Saham ini masih diperdagangkan sedikit di atas US$25,94, yang sejajar dengan neckline pola bearish tadi. Level ini sangat krusial. Selama BMNR masih bertahan di atasnya, breakdown masih tertunda. Tapi jika harga menutup harian di bawah level itu, pola bear akan aktif sepenuhnya.
Struktur Harga BMNR yang Lemah | Sumber: TradingView
Berdasarkan tinggi pola tersebut, jika break terkonfirmasi di bawah US$25,94, proyeksi penurunan bisa mencapai sekitar 30%.
Yang lebih penting, CMF mempertegas risikonya. Bahkan selama pantulan, arus modal gagal menjadi positif. Ini menunjukkan reli hanya sekedar reaksi jangka pendek, bukan karena permintaan baru yang kuat.
Sinyal EMA Bearish dan Korelasi dengan ETH Tingkatkan Risiko
Indikator momentum menambah kekhawatiran lain. Exponential moving average (EMA) 50-hari mulai mendekati EMA 200-hari, sehingga membentuk potensi Death Cross. Death Cross terjadi saat kekuatan tren jangka pendek jatuh di bawah tren jangka panjang dan sering menjadi penegasan lemahnya tren, bukan penyebabnya.
Exponential moving average, atau EMA, mengikuti tren harga dengan memberi bobot lebih pada harga terbaru.
BMNR sebelumnya sudah menunjukkan kepekaan pada pergeseran EMA ke arah bearish. Saat crossover pada moving average yang lebih pendek terjadi, harga saham ini turun hampir 15%, memperkuat betapa sensitifnya saham ini terhadap kehilangan momentum.
Death Cross di Depan Mata | Sumber: TradingView
Mau insight token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Risiko ini makin besar karena adanya korelasi. Korelasi BMNR dengan Ethereum berada di sekitar 0,51—artinya saham ini dan ETH cenderung bergerak searah lebih sering daripada tidak. Korelasi inilah yang mungkin membuat tumpukan ETH BitMine saat ini berada di zona rugi.
Korelasi BMNR-ETH | Sumber: Portfolio Slab
Jika Ethereum terus melemah, sesuai proyeksi penurunan 20%, hubungan ini akan justru makin menekan harga daripada melindunginya.
Chart Harga BMNR Masih Tunjukkan Risiko Breakdown 30%
Seperti yang terlihat sebelumnya, grafik harga BMNR menyoroti risiko 30%.
Agar risiko bisa benar-benar mereda, BMNR harus kembali ke level US$34,45. Itu akan membatalkan struktur shoulder kanan dan menandakan kepercayaan diri baru. Tanpa kekuatan Ethereum, skenario tersebut masih sulit tercapai.
Analisis Harga BMNR | Sumber: TradingView
Risiko penurunan malah terlihat lebih dominan. Penurunan di bawah US$25,94 akan mematahkan neckline dan memicu jalur breakdown 30%, tepatnya 33%. Ini membuka level support penting di US$22,39, US$19,11, bahkan level proyeksi US$17.
Jika teori crash harga Ethereum terbukti, korelasi harga ETH-BMNR bisa membuat skenario breakdown menjadi kemungkinan dalam waktu dekat.
Apa Debut ETF Avalanche VanEck Ungkap Tentang Sentimen Investor di Januari
Exchange-traded fund (ETF) Avalanche (AVAX) spot AS pertama mencatat arus bersih nol pada hari perdagangan perdananya, meskipun ETF altcoin besar lainnya tetap menarik modal baru.
Peluncuran ETF ini terjadi saat sentimen pasar secara umum masih hati-hati, di mana investor memilih sikap risk-off di tengah ketidakpastian ekonomi makro yang berlanjut.
ETF AVAX Debut, Tapi Investor Nampaknya Masih di Sisi Luar
VanEck Avalanche ETF mulai diperdagangkan di Nasdaq pada 26 Januari 2026 dengan kode VAVX. Dalam pengumuman resminya, manajer aset tersebut menyebutkan akan membebaskan semua biaya sponsor pada US$500 juta aset pertama dana tersebut, atau hingga 28 Februari 2026, yang mana pun tercapai lebih dulu. Setelah periode tersebut berakhir, ETF ini akan mengenakan biaya sponsor sebesar 0,20%.
Meski begitu, aktivitas pasar awal menunjukkan sambutan yang hati-hati. Berdasarkan data dari SoSoValue, VAVX membukukan volume perdagangan sekitar US$333.970 pada hari pertamanya, dan total aset bersih mencapai US$2,41 juta.
Akan tetapi, pada sesi debutnya, dana tersebut tidak mencatat arus masuk bersih sama sekali, menandakan permintaan investor langsung yang sangat terbatas. Peluncuran yang lesu ini mencerminkan pergeseran kondisi pasar secara umum.
Setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih, manajer aset langsung mengajukan serangkaian aplikasi ETF altcoin. Ekspektasi terhadap produk-produk ini sebelumnya sangat optimistis. Pelaku pasar memperkirakan arus masuk yang kuat karena eksposur ke aset kripto menjadi lebih mudah melalui instrumen investasi tradisional.
Namun, optimisme itu sekarang sudah memudar. Karena ketidakpastian ekonomi makro dan ketegangan geopolitik terus membebani pasar global, sentimen investor pun berubah menjadi lebih defensif.
Kini, banyak investor dan analis menyebut kondisi pasar saat ini sebagai bear market, sehingga modal semakin banyak mengalir ke aset yang dianggap lebih aman. Imbasnya, produk-produk berbasis kripto pun kesulitan menarik minat yang berkelanjutan.
Meski demikian, tidak semua permintaan benar-benar menghilang. Data SoSoValue menunjukkan pada hari Senin, ETF Bitcoin (BTC) mencatat arus masuk sebesar US$6,84 juta, memutus tren arus keluar selama 5 hari berturut-turut.
Selain itu, ETF Ethereum (ETH) berhasil menarik US$116,99 juta. ETF XRP (XRP), Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Chainlink (LINK) juga mencatat arus masuk meski nilainya kecil, sedangkan ETF Litecoin (LTC) dan Hedera (HBAR) tidak mencatatkan arus masuk sama sekali.
Ini berarti bukan permintaan ETF yang ambruk, melainkan selera investor makin menyempit. Dalam situasi saat ini, investor cenderung enggan mengambil risiko secara luas, dan lebih selektif serta berhati-hati dalam memilih eksposur investasi.
“VAVX melakukan debut tanpa arus bersih masuk itu sangat berarti, Wall Street memang bisa melisting ETF ini, tapi kalau investor tidak memindahkan modal, itu menunjukkan adopsi Avalanche masih dangkal dan trader menunggu katalis yang nyata,” ujar influencer kripto Zia ul Haque.
Meski respons pasar masih lesu, beberapa analis menilai dampak jangka panjang ETF ini tidak boleh diabaikan. Analis kripto Kaleo menuturkan meski peluncurannya mungkin tidak terlihat signifikan di kondisi pasar sekarang, ETF ini bisa jadi katalis penting jika kondisi pasar secara umum membaik.
Pada saat bersamaan, harga di pasar semakin tidak sejalan dengan fundamental on-chain. Meski produk investasi AVAX kesulitan menarik arus masuk, aktivitas di jaringan Avalanche justru meningkat tajam.
Data on-chain menunjukkan jumlah pengguna harian aktif di Avalanche C-Chain melonjak hampir 2.000% pada bulan Januari, menandakan lonjakan keterlibatan pengguna.
Perbedaan ini menyoroti tantangan yang lebih besar terkait bagaimana pasar menilai ETF altcoin saat ini. Meski instrumen investasi teratur bisa mendukung adopsi jangka panjang dan akses institusional, kinerja jangka pendek tetap tergantung pada kondisi makro, selera risiko, dan tren rotasi modal.
Untuk saat ini, performa kuat dari sisi aktivitas jaringan saja mungkin belum cukup untuk mendorong arus masuk langsung atau momentum harga di saat pasar masih alergi risiko.
Benjamin Cowen Ungkap Seberapa Dalam Ethereum Bisa Drop kala Bear Market
Pasar kripto telah memasuki fase di mana emosi mulai tergeser oleh analisis rasional. Ethereum kini semakin dipandang sebagai sumber risiko, bukan peluang. Benjamin Cowen menjelaskan secara lugas mengapa situasi saat ini menuntut kesabaran dan mengapa koreksi harga masih sangat mungkin terjadi. Bagi banyak investor, ini adalah perspektif yang berat, namun amat perlu, untuk memahami posisi Ethereum dalam siklus saat ini.
Situasi saat ini menunjukkan bahwa keputusan investasi semakin bergantung pada kondisi ekonomi makro dan pergerakan Bitcoin.
Ethereum di Bawah Bayang-bayang Bear Market Bitcoin
Benjamin Cowen meyakini bahwa bear market Bitcoin telah berlangsung sejak Oktober 2025. Siklus ini saat ini telah berjalan selama 162 hari, jauh lebih singkat dibandingkan siklus sebelumnya. Bear market terdahulu masing-masing berlangsung selama 1.059 hari dan 1.068 hari. Kali ini, pasar mengakhiri bull market dengan apati, bukan euforia.
Ethereum saat ini berfungsi terutama sebagai derivatif dari performa Bitcoin. Cowen menegaskan bahwa risiko pasar secara keseluruhan lebih dominan dibandingkan risiko spesifik proyek. Bahkan fundamental yang kuat pun tidak mampu melindungi dari penurunan selama Bitcoin berada dalam fase bear market. Hal ini membuat navigasi di pasar ETH menjadi sangat sulit.
Cowen juga menekankan bahwa tidak ada satu pun pelaku pasar yang mampu men-timing momen beli dan jual secara sempurna. Pasar tidak memberikan sinyal yang sederhana, dan setiap keputusan selalu mengandung opportunity cost. Setiap satu dolar yang ditempatkan di ETH adalah satu dolar yang tidak berada di BTC. Fakta ini menjadi sangat krusial dalam siklus saat ini.
Keputusan Sulit Ethereum dan Analogi Historis
Ethereum mencetak ATH baru pada Agustus 2025, beberapa bulan setelah fase yang Cowen namai sebagai “homecoming” pada April 2025. Pada periode tersebut, pasangan ETH/BTC turun ke area 0,017–0,03. Saat itulah Cowen membeli ETH untuk pertama kalinya dalam siklus ini.
Sebelumnya, ia tidak membeli Ethereum pada 2022, meskipun harga dalam USD jauh lebih rendah. Alasannya adalah rasio ETH/BTC saat itu masih tinggi, berada di sekitar 0,08. Jika dilihat ke belakang, Cowen menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang tepat. Setelahnya, Ethereum turun hingga 75% terhadap Bitcoin.
Saat ini, Ethereum terjebak di antara dua zona teknikal utama. Di satu sisi, harga berupaya menghindari masuk ke regression band. Di sisi lain, Ethereum tidak mampu menembus bull market support band. Kondisi ini menciptakan tekanan berkelanjutan dan mendukung skenario penurunan yang lambat.
Titik referensi terdekat bagi Cowen adalah tahun 2019. Saat itu, Ethereum juga mengakhiri fase kenaikan sebelum berakhirnya QT (quantitative tightening). Setelahnya, harga perlahan turun ke dalam regression band selama 6–9 bulan, sambil menunggu kebijakan moneter yang lebih longgar.
Cowen melihat pola yang sangat mirip saat ini. QT memang telah berakhir secara formal, tetapi neraca The Fed hanya bertumbuh dalam mode stabilisasi. Tidak ada QE (quantitative easing) agresif yang dapat mendorong aset berisiko. Sementara itu, indeks S&P 500 masih bertahan dekat ATH, sehingga The Fed tidak berada di bawah tekanan untuk segera melonggarkan kebijakan.
“Saya pikir skenario yang paling mungkin saat ini adalah Ethereum perlahan turun ke dalam regression band menuju fair value di sekitar US$2.000. Ini akan menempatkan Ethereum kurang lebih pada level fair value tersebut. […] Jika melihat pola tahun 2019, Ethereum hanya turun perlahan di dalam regression band sambil menunggu kebijakan moneter yang lebih longgar. Hal yang sama sedang terjadi sekarang. […] Mungkin Ethereum akan mencoba menemukan lebih banyak pembeli di area tersebut, sekitar US$2.000, lalu mulai membangun basis untuk siklus berikutnya.”
Skenario dasar ini mengasumsikan penurunan harga yang lambat. Cowen menyebutnya sebagai “bleeding down”, bukan crash mendadak. Target potensial berada di kisaran US$2.000, dengan kemungkinan sweep ke low Juni 2025 di sekitar US$2.140.
Apa Selanjutnya untuk Altcoin dan Siklus Berikutnya?
Cowen menyoroti bahwa altcoin biasanya mendapatkan momennya setiap tahun. Pada 2023 giliran Solana, 2024 XRP, dan 2025 Ethereum. Saat ini, perhatian pasar mulai beralih ke privacy coin seperti Monero. Di saat yang sama, Bitcoin dominance terus meningkat.
Ethereum masih terlihat lemah terhadap BTC dan belum menunjukkan tanda-tanda terbentuknya bottom yang kuat. Cowen menilai bahwa apa yang sering disebut sebagai altcoin season kerap kali hanyalah ilusi. Kapital bergerak secara selektif, sementara sebagian besar proyek tertinggal. Bagi investor pemula, ini merupakan pelajaran penting tentang kesabaran.
Apakah Ethereum harus naik cepat agar tetap menarik? Cowen menjawab: tidak selalu. Terkadang strategi terbaik adalah menunggu hingga terbentuk fondasi yang solid. Apakah ATH baru masih mungkin tercapai dalam beberapa bulan ke depan? Menurut Cowen, skenario tersebut justru akan sangat bearish.
Baca Juga: Vitalik Buterin Akui Ethereum ‘Mundur’ dalam 10 Tahun Terakhir
Skenario terburuk adalah crash akibat resesi dan terbentuknya level terendah baru. Namun untuk saat ini, pasar tenaga kerja AS masih relatif kuat. Initial claims tetap rendah, sehingga Cowen memperkirakan proses yang panjang dan lambat. Hanya pelonggaran kebijakan moneter yang nyata yang dapat membuka jalan bagi siklus pertumbuhan berikutnya.
Poin-poin Kunci yang Perlu Diingat
Ethereum bereaksi terutama terhadap kondisi Bitcoin
Regression band menunjukkan fair value di sekitar US$2.000
Tidak adanya QE agresif membatasi potensi kenaikan
Siklus berikutnya membutuhkan perubahan kebijakan moneter
Sebagai kesimpulan, Cowen menilai bahwa waktu untuk ATH baru Ethereum telah berlalu. Periode saat ini adalah fase menunggu dan membangun fondasi. Bagi banyak investor, ini terasa tidak nyaman, tetapi secara historis sering kali merupakan proses yang diperlukan. Kesabaran dan pemahaman makroekonomi bisa menjadi faktor penentu ke depan.
Bagaimana pendapat Anda tentang analisis Benjamin Cowen soal potensi koreksi Ethereum ke level US$2.000 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Quantum Computing Mulai Menguji Ketahanan Aset Kripto — Hanya Beberapa Chain yang Bersiap
Quantum computing sudah berkembang dari sekadar ancaman teoritis yang jauh. Kini, teknologi ini membentuk bagaimana industri aset kripto merancang infrastrukturnya untuk puluhan tahun ke depan.
Coinbase, Ethereum, dan jaringan Ethereum layer-2 Optimism secara terbuka memaparkan timeline, kerangka tata kelola, dan strategi migrasi untuk mempersiapkan masa depan pasca-kuantum. Hal ini menyoroti perbedaan besar dengan Bitcoin yang tetap terbatas oleh model koordinasi desentralisasi miliknya.
Hitung Mundur Quantum Telah Dimulai: Blockchain Mana yang Akan Bertahan dari Serangan Masa Depan?
CEO Coinbase Brian Armstrong mengumumkan pembentukan dewan penasehat independen yang fokus pada quantum computing dan keamanan blockchain.
Dewan ini menghimpun peneliti terkemuka di bidang kriptografi, konsensus, dan quantum computing, termasuk Dan Boneh dari Stanford, Scott Aaronson dari UT Austin, Justin Drake dari Ethereum Foundation, serta Sreeram Kannan dari EigenLayer.
“Mempersiapkan ancaman di masa depan, bahkan yang mungkin terjadi beberapa tahun lagi, sangat penting untuk industri kita,” terang Armstrong, menandakan bahwa Coinbase memprioritaskan ketahanan terhadap quantum computing sebagai strategi utama, bukan sekadar kekhawatiran spekulatif.
Di sisi lain, Ethereum menempatkan resistansi kuantum sebagai tantangan teknik dan migrasi. Ekosistemnya memandang keamanan pasca-kuantum sebagai masalah nyata yang perlu diselesaikan melalui timeline, hard fork, dan abstraksi akun.
Roadmap pasca-kuantum jaringan ini mencakup rencana 10 tahun untuk menghentikan penggunaan akun eksternal berbasis ECDSA (EOA) di seluruh Superchain sebelum tahun 2036.
Dalam rencana ini, EOA akan mendelegasikan manajemen kunci ke akun smart contract post-quantum, sehingga proses migrasi berlangsung mulus tanpa memaksa pengguna meninggalkan alamat atau saldo yang sudah ada.
Ethereum menegaskan bahwa konsensus yang aman terhadap quantum computing adalah harga mati, dan mereka sudah mulai mengoordinasikan upgrade baik di level protokol maupun validator.
Optimism, yang berjalan di OP Stack, mengikuti langkah yang sama, menyoroti pentingnya persiapan, koordinasi, dan kemampuan upgrade dalam ekosistem mereka.
“Quantum computer skala besar memang belum ada sekarang—namun jika nanti muncul dan kita belum siap, kriptografi inti di Ethereum dan Superchain bisa terancam,” papar jaringan tersebut dalam pengumumannya.
OP Stack memang dirancang untuk mendukung skema tanda tangan post-quantum yang bisa diganti-ganti, sehingga hard fork, bukan tindakan reaktif, akan menjadi cara utama mengamankan seluruh ekosistem.
Modal Institusional Bereaksi saat Bitcoin Menghadapi Tantangan Koordinasi Pasca-Kuantum
Komunitas investasi institusional sudah mulai bereaksi terhadap perkembangan ini. Seperti diberitakan BeInCrypto sebelumnya, analis strategi dari Jefferies, Christopher Wood, memangkas alokasi Bitcoin sebesar 10% dari portofolio utamanya. Dana tersebut dialihkan ke emas dan saham pertambangan karena muncul kekhawatiran quantum computing bisa membahayakan kunci ECDSA milik Bitcoin.
Tata kelola desentralisasi Bitcoin membuat proses upgrade semakin rumit, sehingga berbeda dengan Ethereum atau Coinbase, tidak ada lembaga terpusat yang bisa mengoordinasikan transisi menuju sistem yang tahan terhadap quantum computing.
Akibatnya, Bitcoin kini mungkin menanggung risiko eksistensial jangka panjang, sebab keputusan alokasi semakin mencerminkan tingkat kesiapan, bukan sekadar kemungkinan terjadinya ancaman tersebut.
Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar “aset kripto vs. keuangan konvensional.” Ini merupakan uji adaptasi, mempertemukan chain yang proaktif merencanakan ancaman kuantum melawan chain yang terkendala koordinasi desentralisasi dan proses konsensus yang lebih lambat.
Coinbase, Ethereum, dan Optimism sedang merancang roadmap industri, sedangkan Bitcoin menghadapi ujian koordinasi. Hasil ujian ini akan membentuk arus modal dan posisi keamanan industri untuk puluhan tahun ke depan.
Seiring kemampuan quantum computing yang terus berkembang pesat, waktu terus berjalan. Satu dekade ke depan akan menjadi ujian, apakah aset kripto bisa berhasil menciptakan masa depan pasca-kuantum, atau justru membiarkan aset digital paling bernilai di dunia menjadi rentan.
Reli Harga Bitcoin ke US$100.000 Akan Berhenti Sebentar di Level Ini
Bitcoin kini memasuki tahap koreksi setelah mengalami koreksi sebelumnya, namun dari sudut pandang struktur pasar, tren secara keseluruhan masih terlihat konstruktif.
Aksi harga saat ini lebih menyerupai koreksi yang terkendali daripada breakdown, dan bergerak dengan rapi di dalam pola jangka waktu yang lebih tinggi yang secara historis sering kali mendahului kelanjutan tren naik.
Keuntungan Bitcoin Telah Turun
Dari kacamata trader, penurunan yang terjadi baru-baru ini lebih terlihat seperti aksi membuang holder lemah daripada aksi jual panik. Penjual jangka pendek sepertinya mulai menepi, sedangkan pelaku pasar besar dan lebih sabar sedang melakukan reposisi secara diam-diam.
Rotasi seperti ini biasanya menandakan transisi dari fase distribusi di akhir siklus ke fase akumulasi awal, menciptakan kondisi agar volatilitas bisa meningkat ke atas ketika likuiditas kembali terbangun.
Data on-chain semakin memperkuat narasi ini. Profitabilitas secara keseluruhan di jaringan menyusut secara signifikan, dengan persentase suplai Bitcoin yang berada dalam posisi untung turun dari 75,3% menjadi 66,9%. Pergerakan ini menekan profitabilitas ke bawah ambang batas historis 69,1%, suatu zona yang berulang kali bertepatan dengan stabilisasi harga lokal.
Ketika semakin banyak holder berada dalam posisi rugi, tekanan jual biasanya menurun karena insentif untuk menjual pada harga yang kurang menguntungkan juga semakin kecil.
Ingin dapat insight token lainnya seperti ini? Daftarkan diri di Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Suplai Bitcoin dalam Keadaan Untung | Sumber: Glassnode
Secara historis, penurunan di bawah pita profitabilitas bawah ini berfungsi sebagai mekanisme reset, sehingga harga dapat membentuk pijakan sebelum selanjutnya bergerak naik dengan impulsif. Walaupun fase bearish jangka pendek baru-baru ini sempat mengganggu pola ini, harga saat ini masih jauh di bawah puncak sebelumnya.
Perilaku holder jangka panjang juga semakin memperkuat prospek bullish. Indikator Long-Term Holder Net Unrealized Profit/Loss (LTH NUPL) menunjukkan profit yang semakin mengecil ke level yang secara historis mendorong perubahan perilaku holder.
Bitcoin LTH NUPL | Sumber: Glassnode
Ketika LTH NUPL turun di bawah 0,60, holder jangka panjang umumnya akan memperlambat bahkan menghentikan distribusi, dan memilih menunggu kondisi menjadi lebih baik. Pada siklus sebelumnya, perubahan ini menandai awal periode akumulasi baru dan menurunnya tekanan jual, sehingga harga bisa pulih secara perlahan.
Harga BTC Nampak Ambisius
Dari sisi teknikal, harga Bitcoin masih berada di dalam pola ascending broadening wedge. Harga baru saja memantul dari batas bawah pola tersebut dan kini diperdagangkan di kisaran US$88.475. Tugas utama bull sekarang adalah menembus US$89.241 dan kembali merebut level psikologis US$90.000. Jika harga bertahan di atas US$90.000, tren positif jangka pendek akan semakin kuat dan mengonfirmasi kekuatan pola ini.
Breakout terkonfirmasi dari wedge ini membuka peluang target yang lebih tinggi. Pergerakan menuju US$98.000 kemungkinan menjadi tonggak besar pertama, dan setelah itu bisa terjadi koreksi konsolidasi sehat ke arah US$95.000 untuk membentuk support baru. Pijakan ini penting sebelum mendorong harga secara berkelanjutan menuju US$100.000.
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView
Namun, risiko penurunan tetap perlu diwaspadai. Jika tekanan jual kembali muncul atau kondisi ekonomi makro memburuk, kegagalan mempertahankan level saat ini bisa membawa harga Bitcoin turun di bawah US$87.210. Dalam skenario tersebut, kemungkinan akan terjadi koreksi lebih dalam hingga ke US$84.698, yang membatalkan prospek bullish dan menunda skenario breakout.
Войдите, чтобы посмотреть больше материала
Последние новости криптовалют
⚡️ Участвуйте в последних обсуждениях в криптомире