Penjelasan Teknis Erasure Coding.
Salah satu pertanyaan paling umum adalah: "Bagaimana Walrus bisa menyimpan data dengan murah tetapi tetap aman?" Jawabannya terletak pada algoritma inovatif yang disebut Red Stuff. Ini adalah implementasi dari erasure coding yang sangat efisien, yang memungkinkan data dipecah menjadi bagian-bagian kecil yang disebut "slivers".
Secara tradisional, untuk menjaga keamanan data, penyedia cloud akan membuat 3 atau 4 salinan file Anda (replikasi). Jika satu server mati, salinan lain masih ada. Namun, metode ini boros ruang. Walrus menggunakan matematika canggih untuk memastikan bahwa meskipun sebagian besar node di jaringan sedang luring (offline), data asli tetap bisa dikonstruksi kembali secara utuh hanya dari sebagian kecil pecahan yang tersisa.
Analoginya seperti ini: bayangkan Anda memiliki sebuah foto yang dipotong menjadi 100 keping puzzle. Dengan teknologi Walrus, Anda hanya butuh 30 keping acak mana saja untuk bisa melihat kembali foto tersebut secara utuh. Keajaiban matematika inilah yang membuat Walrus mampu menawarkan redundansi tinggi dengan overhead penyimpanan yang sangat rendah.
Selain efisiensi ruang, Red Stuff juga meningkatkan kecepatan. Karena pengguna hanya perlu mengunduh sebagian kecil data dari node-node terdekat, latensi menjadi sangat rendah. Hal ini sangat krusial bagi aplikasi yang membutuhkan akses data real-time, seperti media sosial terdesentralisasi atau platform streaming video Web3. Dengan Red Stuff, Walrus tidak hanya menyimpan data; ia memastikan data tersebut selalu tersedia, cepat diakses, dan mustahil untuk dihapus oleh otoritas manapun.

