Minggu lalu telah membawa serangkaian peristiwa penting, perubahan strategis, dan pengumuman di kancah cryptocurrency Asia, yang berdampak signifikan pada lingkungan keuangan global. Memantau tren terbaru dalam regulasi Jepang dan pendekatan presiden Indonesia terhadap cryptocurrency jauh dari membosankan. Peristiwa ini dengan jelas menggambarkan bagaimana Asia terlibat dalam transformasi digital.
Jepang dan Korea Selatan
Di Jepang, Otoritas Jasa Keuangan (FSA) telah memperketat pengawasan terhadap transaksi cryptocurrency yang tidak sah. Arahan FSA kepada lembaga keuangan jelas: perketat kontrol atas transaksi di bursa cryptocurrency, terutama ketika informasi pengirim dan penerima berbeda.
Secara bersamaan, Bitcoin di bursa bitFLYER mencapai nilai rekor sebesar 7,9 juta yen, jauh lebih tinggi daripada patokan global sebesar $52,000. Keberhasilan ini menyoroti kelemahan yen Jepang dalam konteks kebijakan moneter longgar Bank of Japan dan inflasi, yang mencapai level tertinggi sejak 1982.
Di Korea Selatan, Unit Intelijen Keuangan (FIU) meluncurkan rencana aksi ambisius untuk 2024 yang bertujuan melarang pertukaran aset virtual yang tidak memenuhi syarat untuk won Korea. Langkah-langkah ini, dari kontrol pencegahan hingga ulasan mendalam, bertujuan untuk memperkuat keamanan pasar dan memerangi pencucian uang. FIU bertujuan agar hanya perusahaan terbaik yang terlibat dalam pasar cryptocurrency.
Dalam perkembangan terkait sektor ini, perusahaan game Com2uS menjalin kemitraan dengan proyek blockchain Oasys, bertujuan untuk mengembangkan sektor game Web3. Kolaborasi ini bertujuan untuk memanfaatkan pengalaman Com2uS dalam game mobile dan pengetahuan teknologi Oasys untuk menciptakan pengalaman game yang inovatif.
Indonesia dan Hong Kong
Mengingat perubahan politik di Indonesia setelah pemilihan Prabowo Subianto dan Gibrana Rakabuminga Raka, perkembangan yang menguntungkan bagi cryptocurrency diharapkan. Kemenangan pasangan ini menunjukkan minat untuk mengintegrasikan cryptocurrency ke dalam rencana ekonomi nasional, dengan penekanan pada penguatan pengawasan regulasi dan kepatuhan terhadap undang-undang pajak di antara pedagang cryptocurrency.
Hong Kong fokus pada memerangi kejahatan cryptocurrency melalui metode inovatif dan waspada. Pengembangan teknologi pelacakan transaksi diharapkan dapat membantu memerangi penipuan, sementara pendekatan proaktif terhadap regulasi mendukung pemeliharaan lingkungan pasar yang aman dan transparan.
Inisiatif menarik adalah kemitraan antara kelompok investasi negara Ethiopia dan West Data Group yang berbasis di Hong Kong, bertujuan untuk mengembangkan penambangan bitcoin dan pendidikan kecerdasan buatan. Proyek senilai $250 juta ini menyoroti upaya untuk mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam strategi ekonomi Ethiopia.
Perkembangan Global dan Pembatasan China
Dalam konteks isu global mengenai mata uang digital, seorang pejabat AS mengomentari penggunaan cryptocurrency oleh organisasi teroris Hamas, menekankan ketergantungan minimal kelompok tersebut pada mata uang digital.
Bursa MEXC dan platform cryptocurrency lainnya menerapkan kebijakan yang lebih ketat terhadap pengguna dari China yang tidak terverifikasi dengan baik. Langkah ini merupakan bagian dari tren yang lebih luas untuk meningkatkan keamanan dan kepatuhan di bursa cryptocurrency.
Pemberitahuan:
,,Informasi dan pandangan yang disajikan dalam artikel ini ditujukan hanya untuk tujuan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat investasi dalam situasi apa pun. Konten halaman ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya. Kami memperingatkan bahwa berinvestasi dalam cryptocurrency bisa berisiko dan dapat menyebabkan kerugian finansial.


