Dalam lanskap yang berkembang pesat pada tahun 2026, Analis Data AI di Blockchain mewakili disiplin hibrida di mana pembelajaran mesin (ML) dan model bahasa besar (LLM) digunakan untuk mendekripsi aliran data besar yang sering kali "berisik" yang dihasilkan oleh jaringan terdesentralisasi.

​Sementara analis blockchain tradisional bergantung pada SQL dan kueri manual, analis bertenaga AI (baik manusia maupun agen otomatis) menggunakan jaringan saraf untuk mengidentifikasi pola yang tidak terlihat oleh mata telanjang.

​🏗️ Tanggung Jawab Inti

​Analis Data AI menjembatani kesenjangan antara data on-chain mentah dan intelijen bisnis yang dapat ditindaklanjuti.

​Pengakuan Pola & Deteksi Anomali: Menggunakan pembelajaran tanpa pengawasan untuk menandai "perdagangan cuci," skema pompa-dan-buang, atau kluster dompet mencurigakan yang melewati filter berbasis aturan tradisional.

​Analitik On-Chain Prediktif: Memprediksi lonjakan harga gas, pengurasan likuiditas dalam protokol DeFi, atau pergerakan harga token berdasarkan perilaku dompet "ikan paus".

​Audit Kontrak Pintar: Melatih model AI untuk memindai ribuan baris kode Solidity atau Rust untuk menemukan kerentanan logika sebelum dapat dieksploitasi.