Harga Bitcoin nyaris tidak bergerak dalam 24 jam terakhir. BTC bergerak sideways di sekitar US$89.500, meskipun kerugian mingguan masih mendekati 6%. Di permukaan, situasi ini terlihat seperti konsolidasi yang tenang, tapi di balik itu, grafik mengindikasikan hal lain.

Beberapa sinyal teknikal dan on-chain kini menunjukkan adanya kebuntuan. Pembeli sedang berusaha menunda breakdown yang lebih besar, bukan mendorong reli baru. Risikonya tumbuh perlahan, dan lawan yang jarang diperhatikan mulai jadi perhatian.

Candlestick Mirip Doji dan Kehilangan EMA Tunjukkan Pembeli BTC Bertahan, Bukan Maju

Selama tiga sesi harian terakhir, Bitcoin mencetak candle mirip doji dengan body tipis dan shadow panjang. Candle ini menandakan keraguan, bukan keseimbangan. Penjual menekan harga ke bawah, pembeli baru masuk belakangan, dan tidak ada pihak yang benar-benar menguasai pasar.

Perilaku ini muncul tepat di batas bawah dari pola wedge naik. Pola wedge naik memang menanjak, tapi mempersempit pergerakan harga, dan sering kali terjadi breakdown setelah support jebol.

Jika struktur ini gagal, proyeksi penurunan yang diukur mengarah ke US$77.300, yaitu potensi penurunan sekitar 13% dari level saat ini.

Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Risiko teknikal semakin besar ketika moving average ikut dimasukkan. Bitcoin sudah kehilangan exponential moving average (EMA) 20 harinya sejak 20 Januari. EMA adalah indikator tren yang lebih memperhatikan harga terbaru, sehingga lebih sensitif terhadap pergerakan jangka pendek.

Terakhir kali Bitcoin benar-benar menembus EMA 20 harian, yaitu pada 12 Desember, harga terkoreksi sekitar 8%. Kali ini, BTC sudah turun sekitar 5% sejak breakdown sebelum akhirnya stabil. Candle mirip doji mengisyaratkan pembeli hanya memperlambat penurunan, bukan membalikkannya.

Singkatnya, ini bukan keraguan antara bull dan bear. Ini pembeli yang sedang berusaha menunda pergerakan turun yang lebih besar.

Jadi, siapa yang masih beli dan kenapa support-nya makin melemah?

Holder Jangka Panjang Masih Membeli, namun Laju Pembelian Mulai Melambat

Data on-chain menunjukkan holder jangka panjang, yaitu wallet yang memegang Bitcoin selama 155 hari atau lebih, masih menjadi pembeli bersih. Kelompok ini dipantau menggunakan metrik Holder Net Position Change, yang mengukur berapa banyak koin yang ditambah atau dilepas oleh investor jangka panjang dari waktu ke waktu.

Dalam dua minggu terakhir, metrik ini masih positif. Aktivitas beli ini membantu menjelaskan mengapa Bitcoin belum turun tajam sampai sekarang.

Tapi kekuatannya mulai menurun.

Pada 19 Januari, holder jangka panjang menambah sekitar 22.618 BTC. Pada 23 Januari, pembelian bersih harian turun menjadi sekitar 17.109 BTC. Artinya, intensitas pembelian turun sekitar 24% hanya dalam empat hari.

Jadi walau holder masih menopang harga, kekuatannya semakin melemah. Hal ini sejalan dengan kemunculan candle mirip doji di grafik. Support masih ada, tapi makin menipis.

Pelemahan ini sendiri sebenarnya belum terlalu berbahaya. Masalahnya, tekanan dari sumber baru kini ikut meningkat secara bersamaan.

Miners Muncul sebagai Lawan Kurang Terkenal di Balik Risiko yang Meningkat

Perubahan yang paling kurang dihargai saat ini datang dari Bitcoin miner.

Miner Net Position Change melacak perubahan pasokan dalam 30 hari yang dimiliki wallet miner. Saat nilainya makin negatif, artinya para miner menjual lebih banyak Bitcoin dari waktu ke waktu.

Pada 9 Januari, para miner mengurangi kepemilikan sekitar 335 BTC. Hingga 23 Januari, angka itu melonjak menjadi sekitar 2.826 BTC. Ini lebih dari delapan kali lipat kenaikan tekanan jual hanya dalam waktu dua minggu.

Alasannya jadi lebih jelas jika melihat fee jaringan.

Biaya jaringan bulanan Bitcoin telah anjlok tajam, menurut analis BeInCrypto. Pada Mei 2025, para miner meraih sekitar 194 BTC dari biaya bulanan. Namun, pada Januari 2026, jumlah itu terus menurun menjadi sekitar 59 BTC. Ini mencerminkan penurunan pendapatan biaya hingga sekitar 70%.

Biaya rendah membuat margin miner semakin sempit. Ketika pendapatan turun, para miner cenderung lebih sering menjual Bitcoin demi menutupi biaya operasional, dan hal ini nampaknya sedang terjadi sekarang. Tapi, kekuatan jual mereka sepertinya belum terlalu besar.

Pada saat yang sama, aktivitas whale juga mulai melunak. Jumlah alamat whale memang naik stabil dari 9 Januari hingga 22 Januari, kemudian mulai rata dan sedikit menurun. Hal ini menunjukkan ada distribusi awal, bukan aksi dump besar-besaran, tetapi tetap menambah tekanan yang diciptakan miner.

Saat ini, pasar sangat bergantung pada level harga.

Level Harga Bitcoin Tentukan Apakah Kebuntuan Breakout

Pada harga saat ini yang berada di kisaran US$89.500, Bitcoin perlu mencetak penutupan harian di atas US$91.000 atau naik sekitar 1,79% untuk kembali ke atas EMA 20 hari. Ini akan meredakan tekanan turun jangka pendek dan menandakan pembeli mulai kembali menguasai pasar.

Risiko semakin dekat.

Jika terjadi penutupan harian di bawah US$88.500, sekitar 1% lebih rendah, maka Bitcoin akan kembali di bawah support rising-wedge. Jika itu terjadi, target support yang lebih rendah bisa dengan cepat tercapai.

Level harga penting untuk diperhatikan meliputi US$84.300 sebagai yang utama, lalu proyeksi wedge di kisaran US$77.300. Jika pembelian oleh holder jangka panjang terus melemah dan miner terus menjual, kedua level ini akan menjadi semakin krusial.