📅 22 Januari |
Selama bertahun-tahun, sebuah kata telah beredar diam-diam di antara pendiri kripto, bursa, pengembang, dan startup keuangan: debanking. Akun ditutup tanpa penjelasan yang jelas. Bank yang, semalam, memutuskan hubungan. Perusahaan yang, bahkan mematuhi regulasi, diabaikan dari sistem keuangan tradisional. Banyak di industri ini menyebutnya “Operasi Choke Point 2.0”, sebuah tekanan diam-diam yang diduga untuk mengusir sektor-sektor yang tidak nyaman dari sistem perbankan.
📖 Menurut dokumen pengadilan, pengacara Donald Trump mengajukan gugatan di pengadilan di Miami-Dade County, Florida, yang menuduh bahwa JPMorgan Chase menutup beberapa rekening bank yang terkait dengan perusahaan perhotelan dan lapangan golf yang berhubungan dengan presiden pada Februari 2021, tanpa pemberitahuan sebelumnya atau kemungkinan perbaikan.
Gugatan ini menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat sepihak dan bahwa keputusan itu tidak merespons risiko keuangan objektif, tetapi terhadap apa yang mereka deskripsikan sebagai motivasi politik dan sosial pada saat ketika lingkungan publik dan korporat tidak mendukung Trump setelah peristiwa awal 2021. Dalam dokumen tersebut, penggugat menegaskan bahwa bank bertindak karena mereka merasa bahwa “arus politik saat itu mendukung tindakan tersebut.”
Kasus ini menghidupkan kembali perdebatan yang sangat dikenal oleh ekosistem crypto. Selama bertahun-tahun, perusahaan di sektor ini melaporkan kesulitan besar dalam membuka dan mempertahankan rekening bank di Amerika Serikat, bahkan dalam mematuhi persyaratan regulasi. Oleh karena itu, perbandingan dengan Operasi Choke Point yang asli pada tahun 2013, sebuah inisiatif Departemen Kehakiman yang bertujuan untuk membatasi layanan perbankan kepada industri yang dianggap berisiko tinggi, seperti pemberi pinjaman gaji dan penjual senjata. Dalam jargon crypto, versi “2.0” merujuk pada tekanan regulasi yang dikatakan industri mendorong bank untuk memutuskan hubungan dengan perusahaan aset digital selama pemerintahan sebelumnya.
Sejak awal pemerintahan saat ini, Federal Reserve, FDIC, dan Kantor Pengawas Mata Uang telah berjanji untuk berhenti mempertimbangkan apa yang disebut “risiko reputasi” ketika mengevaluasi hubungan antara bank dan pelanggan, sebuah perubahan yang dirayakan secara luas oleh perusahaan crypto yang telah terpengaruh oleh penutupan mendadak.
Topik Pendapat:
Gugatan ini bisa lebih berkontribusi pada perdebatan debanking daripada bertahun-tahun keluhan dari sektor crypto. Ketika masalah ini secara langsung mempengaruhi presiden, isu tersebut berhenti menjadi anekdot dan menjadi struktural. Jika pengadilan menentukan bahwa ada motivasi politik, kita bisa menghadapi preseden yang mengubah cara bank mengevaluasi klien mereka di masa depan.
💬 Apakah kasus ini bisa menguntungkan ekosistem crypto secara tidak langsung?
Tinggalkan komentar Anda...
#debanking #JPMorgan #TRUMP #Banking #CryptoNews $TRUMP $BTC
