🚨 BREAKING — 'Poros Otoriter' Sedang Retak 🚨
Jaringan sekutu lama Putin menghadapi tekanan luar biasa karena tekanan AS dan gejolak regional yang mengubah kembali keseimbangan global.
🔥 APA YANG TERJADI
Selama setahun terakhir, beberapa pilar utama pengaruh global Rusia mengalami penurunan signifikan:
• Pemerintahan Assad di Suriah runtuh, memberikan pukulan strategis dan reputasional terhadap peran Moskow di kawasan setelah bertahun-tahun mendukung militer. Para analis mengatakan hal ini merusak citra Rusia sebagai mitra keamanan yang dapat diandalkan di Timur Tengah.
• Venezuela — yang selama ini menjadi fondasi pendekatan Moskow di Amerika Latin — kini menghadapi tekanan intens dari AS, termasuk penangkapan kapal tanker minyak yang disanksi dan terkait dengan Kremlin, serta penangkapan Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat.
• Kemampuan Rusia untuk menunjukkan kekuatan di luar negeri terbatas karena fokusnya pada perang Ukraina, sehingga sekutu seperti Caracas dan Damaskus terisolasi pada saat-saat kritis.
🧨 TRUMP & TEKANAN AS
Tindakan AS telah memperkuat pergeseran ini:
• Penyitaan kapal tanker bertanda Rusia di Atlantik menandakan penegakan sanksi yang lebih ketat dan melemahkan pengaruh Moskow atas operasi armada bayangan.
• Presiden Trump secara terbuka mengkritik keterlibatan Rusia dalam konflik Suriah dan berargumen bahwa Putin telah kehilangan minat untuk mempertahankan Assad di kekuasaan.
• Washington juga menunjukkan kesiapan untuk menghadapi pengaruh Iran — mitra utama Moskow — di tengah protes berkelanjutan di Iran yang telah menarik perhatian global.
Langkah-langkah ini dianggap oleh banyak pengamat sebagai upaya strategis untuk mengisolasi Moskow dan mengganggu jaringan aliansi otoriternya.
🌍 FAKTOR IRAN
Iran tetap menjadi mitra utama Rusia — khususnya menyediakan drone dan kerja sama strategis di Ukraina — tetapi meningkatnya ketegangan domestik dan tekanan internasional telah menimbulkan pertanyaan tentang stabilitas Teheran serta kemampuannya untuk mendukung tujuan bersama secara efektif.
