🔥Investasi Warren Buffett di Jepang vs. Cryptocurrency: Analisis Perbandingan✨
Pada tahun 2019, Warren Buffett mulai berinvestasi di lima rumah perdagangan Jepang—Itochu, Marubeni, Mitsubishi, Mitsuri, dan Sumitomo—melalui Berkshire Hathaway, dengan nilai investasi kini mencapai $23,5 miliar pada tahun 2024. “Sogo shosha” ini sejalan dengan filosofi investasi nilai Buffett, menawarkan arus kas yang kuat, valuasi yang moderat, dan kebijakan yang ramah pemegang saham. Ia membiayai investasi ini dengan obligasi yang denominasi yen, memanfaatkan suku bunga rendah Jepang untuk melindungi risiko mata uang, menghasilkan keuntungan setelah pajak sebesar $2,3 miliar.
Sebaliknya, Buffett tetap skeptis terhadap cryptocurrency, memandangnya sebagai spekulatif dan kurang memiliki nilai intrinsik. Meskipun demikian, Berkshire memiliki saham sebesar $500 juta di Nubank, sebuah fintech yang mempromosikan perdagangan crypto, memberikan eksposur tidak langsung. Cryptocurrency seperti Bitcoin menawarkan aset terdesentralisasi dengan volatilitas tinggi dan potensi keuntungan cepat tetapi tanpa output yang nyata, berbeda dengan operasi stabil dan terdiversifikasi dari konglomerat Jepang.
“Pasar saham adalah alat untuk mentransfer uang dari yang tidak sabar kepada yang sabar.” – Warren Buffett
Strategi Jepang Buffett menekankan stabilitas jangka panjang, sementara crypto menarik bagi investor yang toleran terhadap risiko yang mencari pengembalian cepat. Pendekatannya menekankan kesabaran di atas spekulasi.
