💸💸 Bagaimana Miliarder Merencanakan Investasi di 2026
💸😎 Rencana Alokasi Kelas Aset untuk 2026
Tabel berikut menyoroti persentase miliarder yang berencana untuk menyesuaikan eksposur mereka terhadap berbagai kelas aset di 2026:
Kelas Aset | Meningkatkan Eksposur | Tetap Sama | Mengurangi Eksposur
Ekuitas Swasta (Langsung) | 49% | 31% | 20%
Ekuitas Pasar Berkembang | 43% | 50% | 7%
Hedge Funds | 43% | 39% | 18%
Ekuitas Pasar Berkembang | 42% | 56% | 2%
Ekuitas Swasta (Dana) | 37% | 35% | 28%
Infrastruktur | 35% | 60% | 5%
Hutang Swasta | 33% | 45% | 22%
Real Estate | 33% | 45% | 21%
Emas / Logam Mulia | 32% | 64% | 3%
Tema Investasi Utama
Nexus AI dan Energi: Miliarder secara signifikan mendanai infrastruktur yang dibutuhkan untuk "pembangunan AI," khususnya pusat data dan pembangkit listrik. Beberapa, seperti Chamath Palihapitiya, menargetkan tembaga sebagai permainan AI utama karena perannya yang krusial dalam jaringan listrik.
Kredit Swasta dan Hasil: Karena pinjaman bank tradisional tetap ketat, miliarder beralih ke utang swasta (33% meningkatkan eksposur) untuk menangkap hasil yang lebih tinggi dan syarat yang lebih menguntungkan.
Emas sebagai Tempat Aman: Harga emas mencapai rekor baru di atas $4,800/oz pada awal 2026. Sementara sebagian besar miliarder (64%) berencana untuk mempertahankan kepemilikan mereka, investor terkemuka seperti Ray Dalio menyarankan alokasi 5% hingga 15% untuk melindungi terhadap risiko fiskal dan "represi finansial".
Diversifikasi Geografis: Ada pergeseran yang mencolok ke arah ekuitas Eropa dan Pasar Berkembang, yang dianggap menawarkan nilai yang lebih baik daripada pasar AS yang "sangat dihargai". Khususnya, sektor teknologi Tiongkok disebut sebagai peluang utama untuk 2026.
Pemulihan Real Estate: Investor global diproyeksikan akan menggelontorkan $144 miliar ke dalam real estate komersial pada 2026, menargetkan aset utama di Inggris dan Jerman saat suku bunga mulai stabil.
$SXT $RIVER
$HANA
#invest #2026 #GoldSilverAtRecordHighs #CPIWatch #WriteToEarnUpgrade