Baru-baru ini, sebuah gerakan mencolok terjadi di blockchain Ethereum. Seorang investor besar—sering disebut "paus"—yang sebelumnya membeli ETH di harga tertinggi 4 bulan lalu, justru menambah lagi 5.000 ETH ke portofolionya melalui strategi dollar-cost averaging (DCA). Yang menarik, posisinya saat ini masih merugi di atas kertas sebesar $15,82 juta.
Apa yang Dilakukan oleh Alamat "Smart Money" Ini?
Berdasarkan analisis on-chain oleh Ai Auntie (@ai_9684xtpa), alamat tersebut menyetor 5.000 ETH dari Binance untuk menurunkan rata-rata harga belinya. Empat bulan sebelumnya, mereka telah membeli 10.870 ETH dengan harga rata-rata $4.388,93**. Dengan tambahan ini, rata-rata harga per ETH kini turun menjadi **$3.930,27.
Meski kerugian belum terealisasi masih besar, langkah ini menunjukkan keyakinan mereka pada potensi ETH dalam jangka panjang—dan lebih penting, mereka punya rekam jejak yang patut dipertimbangkan.
Catatan Sukses di Balik Kerugian Sementara
Alamat ini ternyata bukan pemain baru. Mereka tercatat pernah:
· Membeli 32.416,5 ETH antara April–Juni 2023 dengan harga rata-rata hanya $1.865,68.
· Menjual 30.878 ETH antara Maret 2024–September 2025 di harga rata-rata $2.944,71**, meraup keuntungan **$33,318 juta.
Artinya, meski saat ini posisinya merugi, mereka memiliki pengalaman dan strategi jual-beli yang terbukti menghasilkan keuntungan signifikan dalam siklus sebelumnya.
Apa yang Bisa Kita Ambil dari Sini?
1. DCA bukan sekadar "beli saat turun", tapi strategi disiplin untuk menurunkan rata-rata biaya.
2. Sejarah perdagangan penting—pemain yang punya rekam jejak profit seringkali punya conviction jangka panjang.
3. Kerugian di atas kertas (unrealized loss) bukan akhir cerita, terutama bagi investor yang memiliki persiapan modal dan mental.
Gerakan ini mengingatkan kita: di pasar crypto, yang terlihat di permukaan—seperti kerugian $15 juta—belum tentu mencerminkan seluruh strategi. Terkadang, yang tampak seperti langkah berisiko justru bagian dari rencana yang lebih besar.
---$ETH
Sumber: Lookonchain, Ai Auntie (@Imbik Traders )
Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
